Kamis, Mei 28, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 61

Penyebab Kematian Yai Mim Terungkap Asfiksia

Penyebab Kematian Yai Mim Terungkap Asfiksia

Energi Juang News, Jakarta- Kabar duka datang dari dunia akademik. Seorang mantan dosen dilaporkan meninggal dunia, penyebab kematian Yai Mim terungkap dan aparat kepolisian kini telah mengantongi hasil awal terkait penyebab wafatnya sosok tersebut.

Hasil Pemeriksaan Medis Ungkap Dugaan Asfiksia

Polisi akhirnya mengungkap hasil pemeriksaan terhadap mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Imam Muslimin atau Yai Mim. Dari hasil analisis tim medis di Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, ditemukan indikasi kuat yang mengarah pada asfiksia.

“Dokter menyimpulkan tanda-tanda menonjol ke arah asfiksia,” kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Rahmad Aji Prabowo saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).

Status Hukum dan Agenda Pemeriksaan

Sebelum meninggal, penyidik sebenarnya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Yai Mim. Dalam kasus yang sedang berjalan, ia berstatus sebagai pelapor di unit Resmob Polresta Malang Kota.

“Yang bersangkutan sebagai pelapor perkara di Resmob,” tegasnya.

Proses Visum dan Pemakaman di Blitar

Tim medis telah merampungkan proses visum et repertum pada hari yang sama. Setelah itu, jenazah langsung diberangkatkan ke Kabupaten Blitar untuk dimakamkan.

Keputusan pemakaman di Blitar disebut sebagai permintaan pihak keluarga.

“Permintaan keluarga,” pungkas Aji.

Redaksi Energi Juang News

Viral Chat FHUI, Dugaan Pelecehan Seks Diusut

Viral Chat FHUI, Dugaan Pelecehan Seks Diusut

Energi Juang News, Jakarta- Percakapan tak pantas di sebuah grup chat mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia mendadak jadi sorotan publik. Tangkapan layar yang beredar luas memicu reaksi keras dan mendorong pihak kampus segera mengambil langkah penanganan.

Kronologi Kasus yang Viral di Media Sosial

Kasus ini mencuat setelah beredarnya tangkapan layar percakapan grup chat yang diduga melibatkan mahasiswa FHUI. Isi percakapan tersebut memuat narasi mesum dan menyinggung mahasiswi lain.

Pihak Fakultas Hukum UI mengonfirmasi telah menerima laporan terkait peristiwa ini melalui akun Instagram resminya. Mereka langsung menyatakan sikap tegas terhadap dugaan pelanggaran tersebut.

“Fakultas mengecam keras segala bentuk perilaku yang merendahkan martabat manusia serta bertentangan dengan nilai hukum dan etika akademik,” pernyataan Fakultas Hukum UI.

Rektor UI: Kasus Akan Dipantau Serius

Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, turut menanggapi polemik ini. Ia memastikan pihak universitas akan memantau proses penanganan yang sedang berjalan di tingkat fakultas.

“Saya baru mendengarnya tadi malam ya dan saya udah tanya ke dekannya lagi menunggu respons. Tetapi saya juga perhatikan di berbagai media, dekan Fakultas Hukum sudah meresponsnya. Jadi nanti kita direktorat akan monitor bagaimana penanganan di fakultas. Sama-sama kita monitor ya, kita lawan pelecehan seksual,” ucap Heri.

FHUI Lakukan Penelusuran dan Verifikasi

Fakultas Hukum UI mulai menyelidiki dugaan pelanggaran kode etik tersebut sejak menerima laporan pada Minggu (12/4/2026). Laporan itu menyebut adanya aktivitas mahasiswa yang berpotensi mengandung unsur tindak pidana.

Baca juga : Pelecehan Seksual di Grup Chat UI: Bukti Mengakarnya Patriarki

“Pada tanggal 12 April 2026, Fakultas menerima laporan mengenai dugaan pelanggaran kode etik yang juga berpotensi mengandung unsur tindak pidana, terkait aktivitas sebagian mahasiswa. Berdasarkan laporan tersebut, Fakultas mengetahui beredarnya tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan mahasiswa dan memuat konten yang tidak pantas, termasuk indikasi kekerasan seksual,” pernyataan Fakultas Hukum UI lewat akun Instagramnya seperti dilihat, Senin (13/4).

FHUI menegaskan proses penanganan dilakukan secara serius dan menyeluruh. Mereka mengedepankan kehati-hatian dalam setiap tahap investigasi.

“Saat ini, Fakultas tengah melakukan penelusuran dan verifikasi secara serius, cermat, dan menyeluruh. Proses ini dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dan keadilan,” tegasnya.

Sanksi Tegas Menanti Jika Terbukti

Fakultas memastikan akan menjatuhkan sanksi tegas jika terbukti terjadi pelanggaran. Mereka juga membuka peluang koordinasi dengan aparat penegak hukum apabila ditemukan unsur pidana.

“Fakultas menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan seluruh sivitas akademika merupakan prioritas utama. Saluran pelaporan yang aman serta dukungan yang diperlukan tersedia bagi pihak yang membutuhkan. Untuk keperluan tersebut, dapat menghubungi Manajer Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas sebagai narahubung,” sambungnya.

Selain itu, FHUI mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

Imbauan untuk Menjaga Etika dan Privasi

Pihak fakultas juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, baik di ruang publik maupun ruang digital. Mereka meminta semua pihak menahan diri agar tidak memperkeruh situasi.

Redaksi Energi Juang News

Mandatori Biodiesel Dianggap Bisa Kurangi Ketergantungan Terhadap Impor BBM

Energi Juang News, Jakarta – Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Rhenald Kasali menyatakan kebijakan mandatori biodiesel bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar.

Potensi Substitusi dan Hemat Devisa

Menurut dia, kebijakan mandatori biodiesel memiliki potensi besar sebagai substitusi solar, apalagi hal itu didukung oleh ketersediaan bahan baku kelapa sawit yang melimpah di dalam negeri serta kesiapan teknologi pengolahan yang relatif matang.

“Program biodiesel memang efektif menekan impor solar dan memperbaiki neraca perdagangan energi melalui pengurangan impor solar secara signifikan. Program itu bisa menghemat devisa hingga 8-10 miliar dolar AS per tahun,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ancaman Konflik Pangan dan Energi

Terkait hal itu, dia mengharapkan tata kelola industri kelapa sawit yang baik guna mendukung keberlanjutan program biodiesel, mencakup upaya pencegahan deforestasi, pelestarian lingkungan, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat.

Ia juga mengharapkan program biodiesel mampu meminimalkan potensi konflik antara kebutuhan pangan dan energi (trade-off fuel-food).

“Perlu diingat, sawit bukan produk homogen untuk energi. Peningkatan alokasi crude palm oil (CPO) ke energi dapat mengurangi pasokan pangan yang memicu kesulitan bagi substitusi dapur, yaitu kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung menambahkan pengembangan bioenergi melalui kebijakan mandatori biodiesel berkontribusi besar dalam menurunkan impor BBM berbasis fosil.

Penurunan Signifikan Impor Solar

Indonesia secara konsisten mengembangkan program mandatori biodiesel mulai dari B1 hingga B50 yang ditargetkan pada Juli 2026 mendatang, tambahnya, program tersebut mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor solar hingga sekitar 50 persen.
Penerapan biodiesel B40, menurut dia telah menurunkan impor solar dari 8,3 juta kiloliter pada tahun 2024 menjadi 5 juta kiloliter pada 2025, atau berkurang 3,3 juta kiloliter.

Tungkot menyatakan dari sisi penghematan devisa impor, kebijakan biodiesel 2025 berhasil menghemat sebesar Rp130,21 triliun dan mengurangi emisi mencapai 38,88 juta ton CO2 ekuivalen, kemudian program B40 meningkatkan nilai tambah CPO menjadi biodiesel sebesar Rp20,43 triliun.

Implementasi kebijakan mandatori dilakukan Indonesia secara bertahap mulai dari B1 hingga B25 pada 2008, terus berlanjut hingga mencapai B50 melalui dukungan dana sawit hasil pungutan ekspor (levy) yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP.
“Salah satu keberhasilan kita saat ini adalah substitusi solar impor dengan biodiesel sawit,” katanya.

Menurut dia, salah satu tujuan Indonesia mengembangkan bioenergi sawit adalah untuk memperbaiki lingkungan, penggunaan biodiesel dinilai lebih ramah karena menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil.

Redaksi Energi Juang News

Indonesia dan AS Sepakati Peningkatan Kerja Sama Pertahanan Udara

Energi Juang News, Jakarta – Indonesia dan AS sepakat untuk meningkatkan kerja sama pertahanan ke tahap Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (MDCP). Hal itu merupakan kerangka penguatan kerja sama pertahanan demi mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Kemitraan tersebut diresmikan dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menhan AS Pete Hegseth di Markas Departemen Pertahanan AS, Pentagon, pada Senin (13/4) waktu setempat

“Kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan hubungan pertahanan bilateral Amerika Serikat–Indonesia menjadi Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama,” kata Juru Bicara Pentagon Sean Parnell dalam keterangan resmi Pentagon, dipantau di Jakarta, Selasa.

Tiga Pilar Kemitraan MDCP

Ia menjelaskan bahwa Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) memiliki tiga pilar utama yang dilaksanakan berdasarkan prinsip saling menghormati dan kedaulatan nasional.
Ketiga prinsip itu adalah modernisasi militer dan pembangunan kapasitas, pelatihan dan pendidikan militer profesional, serta latihan dan kerja sama operasional, kata Parnell.

Perluas Cakupan Latihan Militer

Jubir Pentagon menyampaikan bahwa dalam pertemuan mereka, Menhan Sjafrie dengan Menhan Hegseth berkomitmen untuk memperluas cakupan dan kompleksitas latihan bilateral maupun multilateral, seperti Super Garuda Shield.
Peningkatan tersebut, kata dia, adalah dalam rangka memperkuat kapabilitas kolektif antara militer kedua negara dalam upaya menjaga perdamaian.

“Kedua pemimpin menegaskan kembali hubungan pertahanan yang penting dan terus berkembang, serta membahas berbagai tujuan bersama, termasuk peningkatan pelatihan pasukan khusus dan pendidikan militer profesional,” Sean Parnell menambahkan.

Apresiasi Peran Pasukan Perdamaian

Dalam kesempatan yang sama, Menhan Hegseth juga memuji Indonesia atas partisipasinya dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) dan keputusan RI menerima peran komando dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza, kata Parnell.

Adapun kerja sama yang baru disepakati tersebut mencerminkan pembangunan berkelanjutan atas hubungan pertahanan bilateral AS-Indonesia yang telah dibangun selama beberapa dasawarsa.

Selain itu, Indonesia dan AS mengakui satu sama lain sebagai mitra penting dalam sektor pertahanan.

Kedua negara pun menegaskan komitmen untuk bekerja sama berdasarkan prinsip saling menghormati, penghargaan atas kedaulatan, serta kepentingan bersama dalam menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan, demikian pernyataan dari Pentagon.

Redaksi Energi Juang News

Indonesia dan Vietnam Kuasai Klasemen Sementara Grup A Piala AFF U17

Energi Juang News, Jakarta- Seusai sama-sama meraih kemenangan telak 4-0 pada laga perdananya yang digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, tim nasional U17 Indonesia dan Vietnam menguasai klasemen sementara Grup A Piala AFF U17 2026.

Indonesia menang meyakinkan 4-0 atas Timor Leste, sementara Vietnam pada laga sebelumnya, juga mencatatkan kemenangan dengan juga 4-0 saat menghadapi Malaysia.

Hasil tersebut membuat Indonesia dan Vietnam sama-sama mengoleksi tiga poin dengan selisih gol +4, sehingga untuk sementara menjadi yang terbaik di klasemen Grup A.

Sementara itu, Malaysia dan Timor Leste harus puas berada di bawah kedua negara tersebut karena belum meraih poin serta memiliki selisih gol -4.

Dengan kondisi tersebut, persaingan di Grup A diprediksi akan berlangsung ketat pada pertandingan selanjutnya, terutama antara Indonesia dan Vietnam yang memiliki catatan identik.

Selain itu, Malaysia dan Timor Leste juga masih memiliki peluang untuk bangkit pada laga berikutnya demi menjaga asa lolos ke fase selanjutnya.
Sementara itu, pertandingan Piala AFF U17 berikutnya akan dilanjutkan dari Grup C, di mana Australia dijadwalkan menghadapi Singapura di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa, mulai pukul 19.30 WIB.

Selain itu, Brunei Darussalam akan bertemu Kamboja pada hari dan tempat yang sama empat jam sebelumnya.
Sedangkan pertandingan Grup B akan berlangsung pada Rabu (15/4), yang diawali laga Filipina kontra Laos di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pukul 15:30 WIB.

Kemudian, Myanmar akan menghadapi Thailand pada hari dan tempat yang serupa mulai pukul 19.30 WIB.

Redaksi Energi Juang News

Gus Nu’man, Ulama yang Konsisten Jaga Harmoni Islam dan Kebangsaan

KH Nu'man Bashori, Ulama yang Konsisten Jaga Harmoni Islam

Energi Juang News, Jakarta – Sosok KH Nu’man Bashori (Gus Nu’man) selama ini di Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) dan PDI Perjuangan, dikenal sebagai ulama sekaligus kader partai yang konsisten dalam mengartikulasikan nilai-nilai keislaman yang selaras dengan semangat kebangsaan.

Dalam berbagai kesempatan, Gus Nu’man kerap menegaskan pentingnya menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, sekaligus memperkuat komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lawan Kelompok Sontoloyo yang Memecah Belah Atas Nama Agama

Pada 2017, contohnya, Gus Nu’man menyerukan agar umat Islam mewaspadai kelompok sontoloyo yang mengatasnamakan Islam, yang semakin  terang-terangan menentang konstitusi NKRI. Kelompok ini, menurut Gus Nu’man, juga sering menggunakan isu-isu SARA untuk memecah belah NKRI.

Melalui Bamusi, ia aktif mendorong penguatan pemahaman keagamaan yang inklusif, toleran, dan berorientasi pada persatuan bangsa. Di bawah kontribusi tokoh seperti Gus Nu’man, Bamusi tidak hanya menjadi ruang dakwah, tetapi juga wadah konsolidasi umat dalam mendukung pembangunan nasional yang berlandaskan Pancasila.

Di internal PDI Perjuangan, Gus Nu’man juga dikenal sebagai kader yang mampu merawat keseimbangan antara identitas keislaman dan komitmen ideologis partai. Ia kerap menekankan bahwa nilai-nilai Islam seperti keadilan, gotong royong, dan kemanusiaan memiliki irisan kuat dengan prinsip-prinsip kebangsaan yang diperjuangkan partai.

Menjembatani Identitas Keislaman dan Ideologi Politik

Harus diakui, figur seperti Gus Nu’man menjadi penting di tengah dinamika sosial-politik yang kerap diwarnai polarisasi identitas. Kehadirannya mampu menjadi jembatan antara kelompok religius dan nasionalis, sekaligus memperkuat narasi bahwa Islam dan nasionalisme bukanlah dua hal yang saling bertentangan.

Dengan konsistensinya tersebut, Gus Nu’man menjadi representasi kader partai yang tidak hanya bergerak di ranah politik praktis, tetapi juga aktif dalam membangun kesadaran keagamaan yang moderat dan berwawasan kebangsaan. Kiprahnya menjadi contoh bagaimana nilai-nilai keislaman dapat berjalan seiring dengan komitmen terhadap persatuan dan keutuhan bangsa.

Kini, sang ulama pembawa ‘obor’ semangat keislaman dan kebangsaan itu telah meninggalkan kefanaan. Beliau telah beristirahat dengan tenang dalam alam keabadian.

Redaksi Energi Juang News

Kabar Duka, Tokoh Bamusi Gus Nu’man Meninggal Dunia

KH Nu'man Basori Meninggal

Energi Juang News, Jakarta – Wakil Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) KH Nu’man Basori atau Gus Nu’man diketahui meninggal dunia pada Senin (13/4/2026) di Jakarta.

Jenazah Gus Nu’man dishalatkan di RS Fatmawati, dan kemudian diberangkatkan ke Malang, Jawa Timur.

Gus Nu’man, Ulama Bamusi yang Menjaga Harmoni Islam dan Kebangsaan

Sosok yang dikenal sebagai ulama sekaligus kader partai yang loyal ini dikenal konsisten dalam mengartikulasikan nilai-nilai keislaman yang selaras dengan semangat kebangsaan.

Dalam berbagai kesempatan, Gus Nu’man kerap menegaskan pentingnya menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, sekaligus memperkuat komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Melalui Bamusi, ia juga aktif mendorong penguatan pemahaman keagamaan yang inklusif, toleran, dan berorientasi pada persatuan bangsa.

Redaksi Energi Juang News

Pelecehan Seksual di Grup Chat UI: Bukti Mengakarnya Patriarki

Kasus percakapan mesum dalam grup chat yang melibatkan sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) bukan sekadar pelanggaran etika komunikasi digital. Lebih dari itu, fenomena tersebut mencerminkan persoalan struktural yang lebih dalam, yakni masih mengakarnya budaya patriarki yang memarjinalisasikan perempuan dalam ruang sosial, termasuk di lingkungan akademik yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai rasionalitas dan keadaban.

Dalam perspektif teori feminis, patriarki dipahami sebagai sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pusat kekuasaan dan otoritas, sementara perempuan direduksi menjadi objek subordinat. Pemikir seperti Sylvia Walby menjelaskan patriarki sebagai struktur dan praktik sosial di mana laki-laki mendominasi, menindas, dan mengeksploitasi perempuan.

Dalam konteks percakapan mesum di ruang digital, dominasi tersebut termanifestasi melalui bahasa yang merendahkan, objektifikasi tubuh perempuan, serta normalisasi candaan seksual yang problematik.
Fenomena ini juga dapat dibaca melalui konsep male gaze yang diperkenalkan oleh Laura Mulvey, di mana perempuan diposisikan sebagai objek pandangan dan hasrat laki-laki.

Dalam grup chat, praktik ini muncul dalam bentuk percakapan yang mengeksploitasi tubuh atau pengalaman perempuan sebagai bahan konsumsi humor atau fantasi seksual. Hal ini menunjukkan bahwa ruang digital bukanlah ruang netral, melainkan reproduksi dari relasi kuasa yang timpang di dunia nyata.

Dari Male Gaze hingga Kekerasan Simbolik: Mengapa ‘Bercanda’ Bukan Alasan

Lebih jauh, Pierre Bourdieu melalui konsep symbolic violence menjelaskan bagaimana dominasi kultural dapat berlangsung secara halus dan tidak disadari, bahkan oleh korban sekalipun. Percakapan mesum yang dianggap “bercanda” sering kali diterima sebagai sesuatu yang lumrah, padahal di dalamnya terkandung kekerasan simbolik yang memperkuat posisi subordinat perempuan.

Normalisasi inilah yang berbahaya, karena ia membentuk habitus kolektif yang permisif terhadap pelecehan.
Dalam kerangka hukum dan kebijakan publik, fenomena ini menunjukkan bahwa pendekatan represif semata tidak cukup.

Memang, Indonesia telah memiliki instrumen hukum seperti Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) yang mengatur berbagai bentuk pelecehan, termasuk yang terjadi di ruang digital. Namun, hukum hanya bekerja pada level hilir. Akar persoalan tetap berada pada konstruksi budaya yang membenarkan ketimpangan gender.

UU TPKS Saja Tak Cukup: Pentingnya Transformasi Budaya dan Hegemoni Baru

Oleh karena itu, negara perlu mengambil peran lebih progresif dalam membangun budaya kesetaraan. Antonio Gramsci melalui konsep hegemoni menekankan pentingnya peran negara dan masyarakat sipil dalam membentuk kesadaran kolektif. Negara tidak cukup hanya menjadi regulator, tetapi juga harus menjadi agen transformasi budaya melalui pendidikan, kampanye publik, dan kebijakan yang afirmatif terhadap kesetaraan gender.

Dalam konteks Indonesia, upaya tersebut seharusnya berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila. Sila kedua, “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, menegaskan pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia tanpa diskriminasi.

Sementara sila kelima, “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, menuntut adanya distribusi keadilan yang inklusif, termasuk dalam relasi gender. Dengan demikian, perjuangan melawan pelecehan seksual bukanlah agenda impor, melainkan bagian inheren dari ideologi bangsa.

Membumikan budaya progresif berarti menggeser norma sosial dari yang permisif terhadap seksisme menjadi yang menjunjung tinggi kesetaraan dan penghormatan.

Di lingkungan kampus, hal ini dapat diwujudkan melalui kurikulum sensitif gender, mekanisme pelaporan yang aman dan transparan, serta sanksi tegas terhadap pelaku. Kampus sebagai ruang intelektual harus menjadi pelopor perubahan, bukan justru menjadi tempat reproduksi nilai-nilai patriarkal.

Kasus di UI harus menjadi momentum refleksi kolektif. Bahwa pelecehan seksual, dalam bentuk apa pun, termasuk percakapan mesum di ruang digital, bukanlah tindakan sepele. Ia adalah gejala dari struktur sosial yang timpang.

Tanpa upaya serius untuk mengubah budaya tersebut, kasus serupa akan terus berulang dengan pola yang sama.

Pada akhirnya, perjuangan melawan budaya patriarki adalah perjuangan untuk memanusiakan manusia. Negara, kampus, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa ruang sosial—baik fisik maupun digital—menjadi ruang yang aman, adil, dan setara bagi semua.

Hanya dengan demikian, cita-cita Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dapat benar-benar terwujud dalam praktik sehari-hari.

Oleh Hizkia Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

 

Warga RI Keluar Rp175 T untuk Kesehatan

Warga RI Keluar Rp175 T untuk Kesehatan

Energi Juang News, Jakarta – Biaya pengobatan di Indonesia masih banyak ditanggung langsung oleh masyarakat. Angkanya tidak kecil dan menunjukkan beban yang masih berat di tingkat individu.

Beban Biaya Pribadi Masih Tinggi

Sebanyak 28,8 persen dari total belanja kesehatan nasional masih berasal dari kantong pribadi. Nilainya mencapai Rp 175 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono mengungkapkan, kondisi ini terjadi karena masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan perlindungan kesehatan.

“Masyarakat yang belum menggunakan produk untuk program kesehatan baik BPJS maupun asuransi kesehatan komersial itu masih cukup besar, ada 28,8 persen dari total pembelanjaan kesehatan itu masih bayar pakai uang sendiri atau disebut dengan out of pocket, jumlahnya itu Rp 175 triliun,” katanya kepada wartawan di The Ritz-Carlton, Jakarta, Senin (13/04/2026).

Minimnya Penggunaan Asuransi

Ogi menyebut penggunaan asuransi kesehatan, baik dari program pemerintah maupun swasta, belum merata. Hal ini membuat banyak warga masih mengandalkan dana pribadi saat berobat.

Porsi pembiayaan dari asuransi komersial bahkan hanya sekitar 5 persen dari total belanja kesehatan nasional. Angka ini dinilai masih sangat kecil.

OJK kini berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menekan beban tersebut. Upaya ini diharapkan bisa mendorong masyarakat beralih ke perlindungan kesehatan yang lebih terencana.

“Tentunya ini mereka melihat apa untung ruginya, bagaimana prosesnya lebih efisien, lebih baik dan sebagainya,” ucapnya.

Klaim Asuransi Kesehatan Justru Naik

Di sisi lain, data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan dinamika berbeda. Total klaim yang dibayarkan sepanjang 2025 mencapai Rp 146,73 triliun kepada sekitar 9,59 juta penerima manfaat.

Nilai tersebut turun 7,8 persen dibandingkan tahun 2024. Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya klaim nilai tebus (surrender) sekitar 19 persen.

Namun, klaim asuransi kesehatan justru meningkat. Nilainya naik 9,1 persen menjadi Rp 26,74 triliun, baik untuk produk individu maupun kelompok.

“Asuransi kesehatan menjadi salah satu fokus transformasi industri asuransi jiwa pada 2026. Melalui implementasi POJK Nomor 36 Tahun 2025, diharapkan pengelolaan klaim kesehatan dapat menjadi lebih terkendali sekaligus meningkatkan pelindungan bagi pemegang polis,” kata Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan SDM AAJI Handojo Gunawan Kusuma dalam siaran pers pada 13 Maret 2026.

Dorongan Perubahan Sistem Pembiayaan

Tren ini menunjukkan kebutuhan mendesak untuk memperluas akses asuransi kesehatan di Indonesia. Dengan sistem pembiayaan yang lebih kuat, masyarakat diharapkan tidak lagi terbebani biaya besar saat membutuhkan layanan medis.

Redaksi Energi Juang News

Misteri Kota Mati Karawang: Bayang-Bayang di Balik Ambisi yang Runtuh

Komplek Hantu
Komplek Hantu

Energi Juang News,- Langit sore itu berwarna kelabu ketika Dimas melangkahkan kaki ke sebuah kawasan yang jarang disentuh waktu. Jalanan beton retak, rumput liar menjalar di antara celahnya, dan deretan rumah kosong berdiri tanpa suara. Tidak ada anak-anak bermain, tidak ada kendaraan melintas—hanya angin yang sesekali menggesek dinding rapuh. Tempat itu terasa seperti dunia yang ditinggalkan secara tiba-tiba.

Dimas datang bersama kameranya, berniat mengabadikan suasana sunyi yang konon memiliki nilai estetika tinggi. Ia bukan orang pertama yang tertarik pada tempat itu. Namun, ia belum sepenuhnya memahami bahwa sebagian orang datang bukan untuk keindahan… melainkan untuk menguji keberanian.

Di ujung jalan, seorang pria tua duduk di kursi plastik depan rumah yang masih berpenghuni. Matanya tajam, seolah sudah terbiasa melihat orang asing datang dan pergi.

“Mau foto-foto, ya?” tanyanya pria itu datar.
“Iya, Pak..Unik… iya. Tapi jangan lama-lama di dalam, apalagi kalau sudah magrib.” Jawab Dimas.

Kompleks yang dikenal masyarakat sebagai “Kota Mati” itu dulunya adalah proyek ambisius bernama Perum Karawang Baru. Dibangun pada era 1990-an, kawasan itu dirancang sebagai hunian elit dengan fasilitas lengkap. Namun, krisis ekonomi 1998 menghentikan semuanya.

Sejak saat itu, bangunan-bangunan megah itu berubah menjadi cangkang kosong.

Namun menurut warga, yang kosong hanya bangunannya tapi bukan penghuninya.

Dimas mulai menyusuri salah satu rumah besar yang belum selesai dibangun. Catnya mengelupas, langit-langitnya berlubang, dan aroma lembap memenuhi udara

Ia kemudian permisi untuk mengambil foto, mulailah mengangkat kamera, mengambil beberapa gambar, sambil jalan meninggalkan pria itu.

Saat asyik memainkan kameranya, tiba tiba terdengar suara langkah kaki. Suara yang semakin lama semakin jelas mengarah ke dirinya itu, membuat Dimas berhenti dan menoleh kebelakang.

Tapi seketika detak jantung Dimas seolah berhenti, saat matanya melihat kebelakangnya tak ada siapapun.

“Mungkin cuma tikus,” gumamnya.

Kembali ia melanjutkan memotret tanpa menghiraukan keanehan yang terjadi.

Namun tak berselang lama suara itu terdengar lagi. Kali ini lebih jelas.

Seperti seseorang berjalan di lantai atas.

Padahal, lantai atas rumah itu bahkan belum selesai dibangun.

Dimas menelan ludah menahan rasa takutnya.
“Siapa di atas?!!” teriaknya. Bukan jawaban yang didapat, tapi sebuah bayangan putih melintas cepat diiringi aroma wangi aneh bercampur anyir seperti aroma darah segar.

Dimas mulai tak nyaman dengan situasi seolah memang ada sosok lain bersamanya dirumah kosong itu dan ditambah suara suara tanpa wujud. Dirasakannya semakin malam semakin menjadi jadi dengan munculnya bayangan putih melintas.

Karena situasi yang membuatnya tak nyaman dan bayangan bangunan tampak lebih panjang dan gelap, Dimas memutuskan mengakhiri kegiatan foto nya.

Keesokan hari Dimas memutuskan kembali ke rumah pria tua tadi.

“Pak… semalam saya dengar langkah kaki dan bayangan putih didalam gedung itu,” katanya.

Pria itu mengangguk, seolah tidak terkejut “Itu memang sering dialami orang orang.”

“Sering?” Dimas mengulang.

Meski tampak dari luar seperti komplek perumahan kosong,namun bagi sebagian orang tempat itu tidak pernah benar-benar kosong. Ada sosok lain yang menghuni, menghindari hiruk pikuk urusan manusia diluar komplek.

Karena di antara dinding yang retak dan jendela yang hampa…

Redaksi Energi Juang News