Kamis, Mei 28, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 62

Warga RI Keluar Rp175 T untuk Kesehatan

Warga RI Keluar Rp175 T untuk Kesehatan

Energi Juang News, Jakarta – Biaya pengobatan di Indonesia masih banyak ditanggung langsung oleh masyarakat. Angkanya tidak kecil dan menunjukkan beban yang masih berat di tingkat individu.

Beban Biaya Pribadi Masih Tinggi

Sebanyak 28,8 persen dari total belanja kesehatan nasional masih berasal dari kantong pribadi. Nilainya mencapai Rp 175 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono mengungkapkan, kondisi ini terjadi karena masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan perlindungan kesehatan.

“Masyarakat yang belum menggunakan produk untuk program kesehatan baik BPJS maupun asuransi kesehatan komersial itu masih cukup besar, ada 28,8 persen dari total pembelanjaan kesehatan itu masih bayar pakai uang sendiri atau disebut dengan out of pocket, jumlahnya itu Rp 175 triliun,” katanya kepada wartawan di The Ritz-Carlton, Jakarta, Senin (13/04/2026).

Minimnya Penggunaan Asuransi

Ogi menyebut penggunaan asuransi kesehatan, baik dari program pemerintah maupun swasta, belum merata. Hal ini membuat banyak warga masih mengandalkan dana pribadi saat berobat.

Porsi pembiayaan dari asuransi komersial bahkan hanya sekitar 5 persen dari total belanja kesehatan nasional. Angka ini dinilai masih sangat kecil.

OJK kini berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menekan beban tersebut. Upaya ini diharapkan bisa mendorong masyarakat beralih ke perlindungan kesehatan yang lebih terencana.

“Tentunya ini mereka melihat apa untung ruginya, bagaimana prosesnya lebih efisien, lebih baik dan sebagainya,” ucapnya.

Klaim Asuransi Kesehatan Justru Naik

Di sisi lain, data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan dinamika berbeda. Total klaim yang dibayarkan sepanjang 2025 mencapai Rp 146,73 triliun kepada sekitar 9,59 juta penerima manfaat.

Nilai tersebut turun 7,8 persen dibandingkan tahun 2024. Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya klaim nilai tebus (surrender) sekitar 19 persen.

Namun, klaim asuransi kesehatan justru meningkat. Nilainya naik 9,1 persen menjadi Rp 26,74 triliun, baik untuk produk individu maupun kelompok.

“Asuransi kesehatan menjadi salah satu fokus transformasi industri asuransi jiwa pada 2026. Melalui implementasi POJK Nomor 36 Tahun 2025, diharapkan pengelolaan klaim kesehatan dapat menjadi lebih terkendali sekaligus meningkatkan pelindungan bagi pemegang polis,” kata Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan SDM AAJI Handojo Gunawan Kusuma dalam siaran pers pada 13 Maret 2026.

Dorongan Perubahan Sistem Pembiayaan

Tren ini menunjukkan kebutuhan mendesak untuk memperluas akses asuransi kesehatan di Indonesia. Dengan sistem pembiayaan yang lebih kuat, masyarakat diharapkan tidak lagi terbebani biaya besar saat membutuhkan layanan medis.

Redaksi Energi Juang News

Misteri Kota Mati Karawang: Bayang-Bayang di Balik Ambisi yang Runtuh

Komplek Hantu
Komplek Hantu

Energi Juang News,- Langit sore itu berwarna kelabu ketika Dimas melangkahkan kaki ke sebuah kawasan yang jarang disentuh waktu. Jalanan beton retak, rumput liar menjalar di antara celahnya, dan deretan rumah kosong berdiri tanpa suara. Tidak ada anak-anak bermain, tidak ada kendaraan melintas—hanya angin yang sesekali menggesek dinding rapuh. Tempat itu terasa seperti dunia yang ditinggalkan secara tiba-tiba.

Dimas datang bersama kameranya, berniat mengabadikan suasana sunyi yang konon memiliki nilai estetika tinggi. Ia bukan orang pertama yang tertarik pada tempat itu. Namun, ia belum sepenuhnya memahami bahwa sebagian orang datang bukan untuk keindahan… melainkan untuk menguji keberanian.

Di ujung jalan, seorang pria tua duduk di kursi plastik depan rumah yang masih berpenghuni. Matanya tajam, seolah sudah terbiasa melihat orang asing datang dan pergi.

“Mau foto-foto, ya?” tanyanya pria itu datar.
“Iya, Pak..Unik… iya. Tapi jangan lama-lama di dalam, apalagi kalau sudah magrib.” Jawab Dimas.

Kompleks yang dikenal masyarakat sebagai “Kota Mati” itu dulunya adalah proyek ambisius bernama Perum Karawang Baru. Dibangun pada era 1990-an, kawasan itu dirancang sebagai hunian elit dengan fasilitas lengkap. Namun, krisis ekonomi 1998 menghentikan semuanya.

Sejak saat itu, bangunan-bangunan megah itu berubah menjadi cangkang kosong.

Namun menurut warga, yang kosong hanya bangunannya tapi bukan penghuninya.

Dimas mulai menyusuri salah satu rumah besar yang belum selesai dibangun. Catnya mengelupas, langit-langitnya berlubang, dan aroma lembap memenuhi udara

Ia kemudian permisi untuk mengambil foto, mulailah mengangkat kamera, mengambil beberapa gambar, sambil jalan meninggalkan pria itu.

Saat asyik memainkan kameranya, tiba tiba terdengar suara langkah kaki. Suara yang semakin lama semakin jelas mengarah ke dirinya itu, membuat Dimas berhenti dan menoleh kebelakang.

Tapi seketika detak jantung Dimas seolah berhenti, saat matanya melihat kebelakangnya tak ada siapapun.

“Mungkin cuma tikus,” gumamnya.

Kembali ia melanjutkan memotret tanpa menghiraukan keanehan yang terjadi.

Namun tak berselang lama suara itu terdengar lagi. Kali ini lebih jelas.

Seperti seseorang berjalan di lantai atas.

Padahal, lantai atas rumah itu bahkan belum selesai dibangun.

Dimas menelan ludah menahan rasa takutnya.
“Siapa di atas?!!” teriaknya. Bukan jawaban yang didapat, tapi sebuah bayangan putih melintas cepat diiringi aroma wangi aneh bercampur anyir seperti aroma darah segar.

Dimas mulai tak nyaman dengan situasi seolah memang ada sosok lain bersamanya dirumah kosong itu dan ditambah suara suara tanpa wujud. Dirasakannya semakin malam semakin menjadi jadi dengan munculnya bayangan putih melintas.

Karena situasi yang membuatnya tak nyaman dan bayangan bangunan tampak lebih panjang dan gelap, Dimas memutuskan mengakhiri kegiatan foto nya.

Keesokan hari Dimas memutuskan kembali ke rumah pria tua tadi.

“Pak… semalam saya dengar langkah kaki dan bayangan putih didalam gedung itu,” katanya.

Pria itu mengangguk, seolah tidak terkejut “Itu memang sering dialami orang orang.”

“Sering?” Dimas mengulang.

Meski tampak dari luar seperti komplek perumahan kosong,namun bagi sebagian orang tempat itu tidak pernah benar-benar kosong. Ada sosok lain yang menghuni, menghindari hiruk pikuk urusan manusia diluar komplek.

Karena di antara dinding yang retak dan jendela yang hampa…

Redaksi Energi Juang News

Korban Tanah Bergerak Semarang Menanti Relokasi

Korban Tanah Bergerak Semarang Menanti Relokasi

Energi Juang News, Jakarta – Warga korban bencana tanah bergerak di Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, masih menunggu kepastian relokasi hingga kini. Sejumlah warga sempat mengungsi setelah rumah mereka roboh akibat pergerakan tanah yang terjadi sejak 14 Februari 2026.

Warga Kembali ke Rumah Meski Risiko Masih Mengintai

Kini, lokasi pengungsian sudah kosong. Warga memilih kembali ke rumah masing-masing, meski kondisi tanah masih terus bergerak setiap hujan deras turun.

Ketua RT 7 RW 1 Kelurahan Jangli, Joko Sukaryono, mengatakan sebagian warga tidak punya pilihan lain. “Yang rumahnya roboh tinggal di kos atau rumah saudara,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa masa penggunaan lokasi pengungsian di atas lahan milik warga akan berakhir pada 16 April 2026. Setelah itu, fasilitas seperti tenda dan kamar mandi darurat akan dibongkar.

Kesaksian Warga: Retakan hingga Rumah Ambruk

Salah satu warga terdampak, Sugiyarti, 36 tahun, mengaku sudah tidak lagi tinggal di pengungsian sejak Lebaran. Ia sempat bolak-balik antara tempat pengungsian dan rumah saat hujan berhenti.

Sugiyarti mengingat awal bencana terjadi pada Februari lalu. “Awalnya jalan mulai pecah,” kata dia.

Kondisi kemudian memburuk. Lantai rumah warga mulai terangkat, sementara beberapa bagian tanah justru ambles. “Hujan turun terus, ada jalan mulai putus. Terus ada rumah ambruk,” ujarnya.

Puluhan Keluarga Terdampak, Relokasi Jadi Harapan

Kerusakan paling parah terjadi pada rumah-rumah berbahan kayu. Tiga rumah bahkan harus dirobohkan karena kondisinya sudah miring dan berbahaya.

Sebanyak 24 keluarga yang tinggal di kawasan tersebut sempat mengungsi. Kini, mereka berharap segera dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

“Penginnya direlokasi ke lokasi yang aman. Lokasinya di mana kami manut,” tutur Sugiyarti.

Pemerintah Siapkan Koordinasi Relokasi

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Komando Daerah Militer IV Diponegoro dan Pemerintah Kota Semarang untuk membahas relokasi warga.

“Komposisi dana belum kami rapatkan, tapi minimal saya harus koordinasi dulu dengan wali kota,” ujar dia.

Redaksi Energi Juang News

Pertemuan Prabowo Putin Bahas Energi Nasional

Pertemuan Prabowo Putin Bahas Energi Nasional

Energi Juang News, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Agenda ini akan membahas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian kedua negara.

Pertemuan Langsung di Moskow

Prabowo berangkat menuju Rusia pada Minggu (12/3) malam dan diperkirakan tiba pada Senin (13/3) pagi waktu setempat. Setelah tiba, ia langsung melanjutkan agenda dengan bertemu Presiden Putin pada siang hari.

“Presiden Prabowo dijadwalkan langsung melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Vladimir Putin di siang harinya,” jelas Seskab Teddy Indra Wijaya, dalam keterangannya, Senin (13/3/2026).

Momentum Penting di Tengah Gejolak Global

Teddy menilai pertemuan tersebut memiliki arti penting di tengah situasi global yang terus berubah.

“Di tengah dinamika global yang terus berubah, pertemuan ini menjadi sangat krusial,” ungkapnya.

Fokus pada Stabilitas Energi Nasional

Salah satu topik utama yang akan dibahas adalah penguatan ketahanan energi Indonesia. Pemerintah ingin memastikan keberlanjutan kerja sama dengan Rusia, terutama terkait pasokan energi.

“Melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Rusia dan memastikan pasokan energi nasional yang stabil, termasuk ketersediaan minyak,” ujarnya.

Bahas Geopolitik dan Peran Indonesia

Selain isu energi, kedua pemimpin juga akan bertukar pandangan mengenai perkembangan geopolitik dunia. Dalam forum tersebut, Indonesia akan menegaskan komitmennya terhadap perdamaian global.

“Menyuarakan posisi strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global,” ujar Teddy.

Dilepas Sejumlah Pejabat Negara

Keberangkatan Prabowo dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 23.10 WIB, dilepas oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra.

Dalam kunjungan ini, Prabowo juga didampingi beberapa menteri, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Redaksi Energi Juang News

Langit Bali – Lampung Heboh Roket China BRIN

Langit Bali–Lampung Heboh Roket China BRIN

Energi Juang News, Jakarta – Fenomena benda bercahaya yang melintas di langit Indonesia dalam beberapa hari terakhir memicu perhatian publik. Rekaman warga dari dua lokasi berbeda memperlihatkan objek serupa, memunculkan spekulasi luas di media sosial.

BRIN Pastikan Dua Fenomena Berbeda

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan kemunculan objek di dua wilayah itu tidak saling berhubungan. Penjelasan ini disampaikan untuk meredam asumsi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Tidak ada kaitannya,” kata peneliti BRIN Thomas Djamaluddin kepada wartawan, Senin (13/4/2026).

Ia menegaskan, objek yang terlihat di Lampung dan Bali berasal dari jenis roket yang berbeda, dengan waktu peluncuran yang juga tidak sama.

Asal-usul Roket yang Terlihat

Menurut Thomas, objek di Lampung merupakan bagian dari roket lama yang sudah diluncurkan bertahun-tahun sebelumnya. Sementara itu, fenomena di Bali berasal dari roket yang masih dalam tahap peluncuran menuju orbit.

“Yang jatuh pada 4 April 2026 adalah bekas roket tipe CZ-3B yang diluncurkan 23 Jan 2015. Yang tampak pada 11 April adalah roket jenis Jielong 3 yang dalam proses peluncuran menuju orbit,” ujar Thomas.

Penjelasan ini sekaligus menegaskan bahwa kedua kejadian tersebut berdiri sendiri dan tidak memiliki keterkaitan waktu maupun misi.

Sampah Antariksa Bisa Jatuh Setiap Hari

Fenomena jatuhnya benda dari luar angkasa bukan hal baru. Dalam penjelasannya, Thomas menyebut kejadian serupa bisa terjadi hampir setiap hari.

“Hampir setiap hari ada sampah antariksa yang jatuh. Sebagian besar jatuh di wilayah tak berpenghuni (lautan, gurun, atau hutan),” ucapnya.

Ia menambahkan, lokasi jatuhnya umumnya berada di area yang minim aktivitas manusia sehingga risiko dapat ditekan.

Jalur Roket Memang Melintasi Indonesia

Selain itu, lintasan peluncuran roket dari beberapa negara memang kerap melewati wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan oleh jalur menuju orbit yang melintasi kawasan tertentu di garis khatulistiwa.

“Lintasan peluncuran roket China dan India sering melewati Indonesia, tetapi berbeda dengan pesawat terbang. Untuk peluncuran roket tidak ada ketentuan untuk minta izin negara yang dilewati karena di atas ketinggian jelajah pesawat terbang dan tujuannya ke antariksa,” imbuhnya.

Kronologi Kejadian di Lampung dan Bali

Sebelumnya, warga Lampung sempat dihebohkan oleh kemunculan benda bercahaya yang kemudian diketahui sebagai sisa roket tipe CZ-3B. Objek tersebut bergerak dari arah India menuju Samudera Hindia.

Tak lama berselang, rekaman serupa muncul dari Bali dan menjadi viral. Setelah dianalisis, objek tersebut merupakan roket China Smart Dragon-3 atau Jielong-3 yang sedang dalam proses menuju orbit.

Redaksi Energi Juang News

Operasi Ikan Sapu-Sapu Jakarta Diperluas

Operasi Ikan Sapu-Sapu Jakarta Diperluas

Energi Juang News, Jakarta- Jakarta memperluas langkah pengendalian spesies ikan invasif di berbagai aliran sungai. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan lingkungan perairan sekaligus mencegah dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Operasi Penangkapan Diperluas ke Seluruh Wilayah

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan penangkapan ikan sapu-sapu tidak berhenti di satu lokasi. Pemerintah akan memperluas operasi ke berbagai wilayah yang terdampak.

“Jadi kemarin memang sudah cukup banyak, tapi nggak mungkin langsung bisa selesai. Tetapi ini menurut saya merupakan sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kontribusi positif,” ujar Pramono di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).

Ia menegaskan, keberadaan ikan tersebut merusak lingkungan, terutama tanggul sungai. Selain itu, ikan ini memangsa sumber makanan ikan lokal.

“Memang ikan sapu-sapu ini merusak terutama apa ya, tanggul lingkungan dan juga menjadi predator karena semua makanan bagi ikan yang lain dihabisin sehingga wader dan apa, ikan-ikan lain yang merupakan ikan lokal,” tambahnya.

Pramono meminta pengurangan populasi dilakukan secara konsisten. Ia menilai dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat jika dibiarkan.

“Kalau tidak dilakukan segera penangkapan dan juga mengurangi jumlah ikan sapu-sapu, ini pasti ini akan berpengaruh pada kita,” ucapnya.

“Maka saya akan meminta tidak hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi. Jadi kita mulai apa yang di PI kemarin sebagai awal,” sambungnya.

Ancaman Serius bagi Ekosistem Sungai

Pramono menilai penyebaran ikan sapu-sapu perlu dikendalikan karena berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem.

“Memang ikan ini migrasi dari Amerika Selatan, daya tahan hidupnya luar biasa, bisa makan apa saja,” kata Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026).

Sifat invasif membuat ikan ini cepat mendominasi perairan. Akibatnya, ikan lokal terancam punah.

“Kalau dibiarkan, ikan-ikan lain seperti wader dan sebagainya bisa hilang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan potensi risiko jika ikan tersebut dikonsumsi. Pola makan yang tidak selektif bisa membuat dagingnya terkontaminasi zat berbahaya.

“Karena dia makan apa saja, dagingnya berpotensi mengandung kontaminasi zat berbahaya,” jelasnya.

Karena itu, ia mendukung langkah penangkapan secara masif yang telah dilakukan jajaran pemerintah daerah.

“Saya menyetujui kalau dilakukan secara masif untuk mengurangi ikan sapu-sapu. Apa yang dilakukan oleh PPSU dan Wali Kota Jakarta Pusat kemarin, Pemerintah DKI Jakarta memberikan apresiasi,” imbuhnya.

41 Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Kali Cideng

Operasi penertiban dilakukan di Kali Cideng, tepat di depan Plaza Indonesia, Menteng. Sebanyak 100 personel gabungan dari Dinas KPKP DKI dan Gulkarmat Jakarta Pusat dikerahkan dalam kegiatan ini.

Petugas berhasil menangkap puluhan ikan berukuran besar yang selama ini dianggap mengganggu ekosistem.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, menyebut langkah ini bagian dari penanganan spesies invasif yang sudah berlangsung di beberapa titik.

“Sebelumnya kami juga sudah menyelesaikan permasalahan serupa di Kali Ciliwung,” ujar Hasudungan dalam keterangan, Jumat (10/4/2026).

“Hasilnya, 41 ekor ikan sapu-sapu berukuran besar berhasil ditangkap,” lanjutnya.

Ikan hasil tangkapan kemudian dibawa ke Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPSHP) untuk dimusnahkan. Petugas menguburnya karena ikan ini memiliki daya tahan hidup yang sangat tinggi, bahkan tanpa air dalam waktu lama.

“Kami berharap, dari pascapenangkapan ikan sapu-sapu, Kali Cideng lebih sehat karena ikan invasif yang mengganggu ekosistem dan susah dikendalikan,” imbuhnya.

Redaksi Energi Juang News

Eks Scammer Kamboja Jadi CS Blibli, Tipu Rp285 Juta

Eks Scammer Kamboja Jadi CS Blibli, Tipu Rp285 Juta

Energi Juang News, Jakarta – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau mengamankan seorang pelaku penipuan daring yang menyasar pengguna platform belanja online. Pelaku menjalankan aksinya dengan berpura-pura sebagai petugas layanan pelanggan untuk mengelabui korban dan mengambil keuntungan secara ilegal.

Pelaku Ditangkap di Pekanbaru

Pelaksana sementara Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Riau Komisaris I Komang Aswatama mengungkapkan, tersangka berinisial DJ (33) diamankan di sebuah indekos di Jalan Garuda, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Maspoyan Damai, Pekanbaru pada Senin, 6 April 2026.

“Penangkapan dilakukan setelah Subdit Siber melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan korban,” ujarnya melalui keterangan pers pada Senin, 13 April 2026.

DJ diketahui pernah bekerja dalam jaringan penipuan daring di Sihanoukville, Kamboja sebelum menjalankan aksinya secara mandiri di Indonesia.

Modus Penipuan: Menyamar Jadi Customer Service

Menurut Komang, pelaku mulai beraksi sejak Januari 2024. Ia menggunakan akun Facebook palsu dengan identitas Sofi Atmaja untuk menjaring korban.

Pelaku menawarkan pekerjaan online berupa pembelian produk dan pemberian ulasan dengan janji keuntungan tertentu. Setelah korban tertarik, komunikasi dialihkan ke WhatsApp oleh pihak yang mengaku sebagai customer service Blibli.

Baca juga : Pembuat Cheat Mobile Legends Ditangkap, Rugi Rp2,5 M

Korban kemudian diminta melakukan transaksi pembelian produk dengan iming-iming komisi sebesar 5 hingga 10 persen dari setiap transaksi.

Korban Rugi Hingga Ratusan Juta Rupiah

Skema tersebut ternyata hanya jebakan. Uang yang ditransfer korban tidak pernah kembali.

“Berdasarkan laporan yang diterima, korban mengalami kerugian hingga Rp 285 juta,” ujarnya.

Jerat Hukum dan Imbauan Polisi

Atas tindakannya, DJ dijerat Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45A ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Komang mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan daring yang tidak jelas asal-usulnya.

“Khususnya yang menjanjikan keuntungan cepat dengan skema yang mudah,” kata dia.

Redaksi Energi Juang News

Negosiasi Iran-AS Nyaris Deal, Trump Ancam Hormuz

Negosiasi Iran-AS Nyaris Deal, Trump Ancam Hormuz

Energi Juang News, Jakarta – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membeberkan perkembangan terbaru dari perundingan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Ia menyebut proses dialog berlangsung dalam tensi tinggi dan mendekati titik kesepakatan.

Negosiasi Intensif Hampir Capai Titik Temu

Senin (13/4/2026), Araghchi menggambarkan pertemuan tersebut sebagai salah satu keterlibatan paling serius antara kedua negara dalam 47 tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa Iran datang dengan niat baik untuk meredakan konflik yang telah berlangsung lama.

Menurutnya, diskusi yang digelar di Islamabad, Pakistan, menunjukkan progres signifikan. Kedua pihak bahkan disebut hampir mencapai kesepakatan penting dalam perundingan tersebut.

Ancaman Trump Picu Ketegangan Baru

Situasi berubah ketika perundingan mendekati hasil akhir. Araghchi menyoroti pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan memblokade Selat Hormuz.

“Tetapi ketika hanya beberapa inci dari “MoU Islamabad”, kami menghadapi maksimalisme, perubahan target, dan blokade,” kata Araghchi merujuk pada ancaman terbaru Presiden AS Donald Trump untuk memblokir Selat Hormuz.

Baca juga : Negosiasi AS-Iran di Pakistan Gagal Total

Ia menyayangkan sikap tersebut karena dinilai merusak peluang kesepakatan yang sudah di depan mata.

Iran Singgung Siklus Permusuhan

Araghchi juga menegaskan bahwa hubungan kedua negara sangat dipengaruhi oleh sikap masing-masing pihak. Ia mengingatkan bahwa niat baik seharusnya dibalas dengan pendekatan serupa.

“Tidak ada pelajaran yang dipetik. Niat baik melahirkan niat baik. Permusuhan melahirkan permusuhan,” tambah Araghchi.

Redaksi Energi Juang News

Wacana War Tiket Haji Harus Dikaji Mendalam

Energi Juang News, Jakarta – Wacana war tiket haji yang disampaikan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sebaiknya dikaji lebih mendalam. Demikian ditegaskan Komnas Haji.

Komnas Haji memberikan sejumlah catatan agar penyelenggaraan haji lengkap untuk ibadah jemaah haji.

“Saya kira untuk saat ini belum ideal dan belum mendapat atau belum menjadi momentum yang tepat begitu ya. Kenapa? Kalau kita bayangkan ticket war itu adalah berebut tiket seperti halnya tiket konser begitu ya, tiket entertain atau acara-acara olahraga, saya kira gagasan ini perlu disempurnakan dan mempertimbangkan beberapa hal,” kata Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj kepada wartawan, Senin (13/4/2026).

Mustolih menilai war tiket haji butuh koneksi internet, sehingga apakah nantinya sistem war tiket akan menguntungkan calon jemaah haji di perkotaan. Undang-Undang Nomor 14 tahun 2025 juga dinilai belum kompatibel untuk sistem war tiket karena belum diatur secara lengkap.

“Nah berikutnya adalah kebanyakan dari jemaah kita kan sebagian besar masih lansia dan kemudian kemampuan menggunakan IT juga sangat terbatas dengan pendidikan juga menengah ke bawah,” ujarnya.

Posisi Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji sebagai pihak penyalur jemaah haji. Sementara itu kan kapasitas di Arab Saudi terbatas, oleh sebab itu Arab Saudi memberlakukan sistem kuota kepada negara-negara pengirim jemaah.

“Kenapa kemudian terjadi antrean panjang gitu ya, karena memang namanya haji itu kan dilaksanakan di tempat tertentu dan di waktu tertentu, waktunya kapan? Waktunya adalah di bulan haji tidak bisa dilakukan di bulan-bulan lain, kemudian tempatnya juga tertentu,” ucap Mustolih.

Permasalahan kuota haji bukan hanya dialami Indonesia, namun juga negara-negara muslim besar lainnya termasuk Arab Saudi. Mustolih mencontohkan Malaysia, namun negeri jiran itu tidak melakukan war tiket.

“Nah karena itu saya kira ide tiket war tadi itu saya kira perlu dikaji lebih mendalam dan komprehensif gitu ya. Karena memang dan kemudian mempertimbangkan juga bagaimana dengan jemaah haji yang saat ini jumlannya 5,7 juta begitu ya, yang sudah antre sudah bayar gitu ya itu dengan adanya tiket war itu juga perlu dipertimbangkan juga. Kemudian kalau ada tiket war berarti kan dia daftar langsung berangkat juga berarti biayanya lebih besar lah,” sebutnya.

Mustolih mengedepankan wacana Indonesia bernegosiasi dengan negara-negara yang mendapatkan kuota jemaah haji namun penyerapannya tak maksimal. Indonesia dinilai dapat menggunakan kesempatan itu untuk jemaah haji Tanah Air.

“Satu hal yang sebetulnya begini, wacana yang dimuncul itu adalah bagaimana kalau Indonesia ini melakukan lobby kepada negara-negara yang diberikan kuota jemaah haji oleh Saudi tapi kemudian tidak terserap secara maksimal. Biasanya negara-negara yang mayoritas penduduknya itu non muslim atau penduduk muslimnya itu minoritas, Singapura, negara-negara Eropa, negara-negara Amerika, itu kan mereka diberikan kuota tapi kan tidak optimal. Dulu sempat ada wacana bahwa bagaimana kalau Indonesia mengkoordinasi lobby negara-negara tersebut untuk melimpahkan porsi yang tidak terserap kepada negara kita,” imbuhnya.

Kemenhaj diketahui tengah mengkaji wacana sistem ‘war tiket’ ibadah haji tanpa harus mengantre. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Azhar Prabowo memastikan calon jemaah yang sudah mengantre akan tetap diprioritaskan berangkat ke Tanah Suci.

“Prioritasnya duluan untuk yang sudah ngantre. Yang sudah antre tetap yang pertama dan utama,” kata Dahnil kepada wartawan, Minggu (12/4).

Redaksi Energi Juang News

Musik dan Tari Legong: Harmoni Jiwa Ni Ketut Arini

Ni Ketut Arini
Ni Ketut Arini

Energi Juang News,Bali- Di Bali, seni bukan sekadar aktivitas—ia adalah napas kehidupan. Dari upacara keagamaan hingga keseharian masyarakat, ekspresi artistik hadir dalam berbagai bentuk yang menyatu dengan ritme hidup. Dalam lanskap budaya yang kaya ini, muncul sosok-sosok yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memberi jiwa baru pada warisan tersebut.

Salah satu nama yang menonjol adalah Ni Ketut Arini. Lahir di Denpasar pada 1943, Arini tumbuh dalam lingkungan yang sarat dengan seni. Ayahnya adalah guru tabuh, sementara pamannya merupakan guru tari. Lingkungan ini secara alami membentuk kepekaan artistiknya sejak usia dini.

Namun, perjalanan Arini bukan hanya tentang bakat yang diwariskan, melainkan tentang bagaimana ia merawat dan mengembangkan rasa tersebut menjadi dedikasi seumur hidup.

Dalam seni tari Bali, hubungan antara gerak dan bunyi sangat erat. Tidak ada gerakan yang berdiri sendiri; semuanya lahir dari dialog dengan irama. Arini adalah contoh sempurna dari penari yang tidak hanya “mengikuti” musik, tetapi benar-benar menyatu dengannya.

Sejak kecil, ia terbiasa mendengar gamelan. Paparan ini membentuk insting musikal yang kuat. Ia mampu mengingat melodi, merasakannya, lalu menerjemahkannya menjadi gerakan yang presisi.

Menariknya, Arini bahkan bisa “menari tanpa musik”. Ia dapat menyenandungkan irama dalam pikirannya dan tetap menjaga struktur gerak. Ini menunjukkan bahwa musik telah menjadi bagian dari tubuhnya, bukan sekadar elemen eksternal.

Bagi audiens muda, ini bisa menjadi refleksi menarik: bahwa dalam seni, mendengar bukan hanya soal telinga, tetapi juga soal rasa.

Tari legong adalah salah satu bentuk tari klasik Bali yang terkenal dengan kehalusan gerak, ekspresi wajah, dan kompleksitas tekniknya. Arini menjadikan legong sebagai fokus utama dalam perjalanan seninya.

Namun, baginya legong bukan sekadar teknik. Ia adalah ruang pembelajaran emosional. Dalam proses menari, Arini merasakan bagaimana konsentrasi terbentuk, emosi terkelola, dan pikiran menjadi lebih jernih.

Ia bahkan menyebut bahwa menari dapat membantu menghilangkan rasa dendam, cemas, dan iri hati. Ini menunjukkan bahwa seni tidak hanya berdampak pada tubuh, tetapi juga pada kondisi mental.

Di era modern yang penuh tekanan, perspektif ini terasa sangat relevan. Seni bisa menjadi medium healing yang autentik—tanpa harus kehilangan nilai tradisinya.

Salah satu hal paling unik dari Arini adalah cara ia menciptakan karya. Ia tidak selalu memulai dari gerakan, tetapi dari musik.

Ia akan menyenandungkan melodi, merekamnya, lalu bekerja sama dengan musisi untuk mengembangkan komposisi tersebut. Setelah itu, barulah ia menciptakan koreografi.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa dalam banyak tradisi Asia, musik sering menjadi titik awal penciptaan tari. Ini berbeda dengan pendekatan Barat yang sering memisahkan keduanya.

Karya seperti Legong Narwastu menjadi bukti keberhasilan metode ini. Dengan musik yang kuat dan cerita yang menarik, tarian ini tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga dikenal hingga mancanegara.

Selama hampir tujuh dekade berkarya, Arini menunjukkan bahwa seni bukan hanya soal inspirasi, tetapi juga soal disiplin.

Ia melihat menari seperti olahraga—sesuatu yang harus dilatih secara konsisten. Tubuh harus dijaga, energi harus diatur, dan latihan harus dilakukan dengan serius.

Sebagai pengajar, ia menanamkan nilai ini kepada murid-muridnya. Ia dikenal tegas, tetapi juga penuh perhatian. Baginya, menjadi penari bukan hanya soal bisa bergerak, tetapi juga soal memahami makna di balik setiap gerakan.

Pendekatan ini penting, terutama di era di mana banyak orang ingin hasil instan tanpa proses yang mendalam.

Salah satu hal yang paling membanggakan bagi Arini adalah meningkatnya minat generasi muda terhadap tari. Ia melihat ini sebagai tanda bahwa tradisi masih memiliki tempat di hati masyarakat.

Melalui Sanggar Tari Warini yang ia dirikan, Arini aktif mengajar berbagai kalangan—dari anak-anak hingga orang dewasa, bahkan dari luar negeri.

Fenomena ini menunjukkan bahwa seni tradisional memiliki daya tarik global. Banyak orang datang ke Bali bukan hanya untuk wisata, tetapi juga untuk belajar dan merasakan langsung budaya yang hidup.

Namun, Arini tetap mengingatkan bahwa inovasi harus tetap berpijak pada pakem.

Dalam konteks globalisasi, musik menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai budaya. Gamelan Bali, dengan kompleksitas ritmenya, mampu menarik perhatian dunia.

Arini, melalui karya-karyanya, ikut memperkenalkan keindahan ini. Ia menunjukkan bahwa musik tradisional tidak kalah dengan musik modern—justru memiliki kedalaman yang unik.

Bagi generasi muda yang terbiasa dengan genre global, ini adalah kesempatan untuk melihat kembali kekayaan lokal dengan perspektif baru.

Bagi Ni Ketut Arini, seni bukanlah pilihan karier semata. Ia adalah cara hidup.

Ia tidak merasa mengorbankan apa pun untuk seni, karena semuanya bisa diatur dengan prioritas. Ini adalah pandangan yang jarang kita temui di era sekarang, di mana keseimbangan hidup sering menjadi tantangan.

Arini menunjukkan bahwa ketika seseorang benar-benar mencintai apa yang ia lakukan, maka prosesnya akan terasa ringan, bahkan menyenangkan.

Musik dan tari legong adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dalam tangan Ni Ketut Arini, keduanya menjadi medium untuk menyampaikan keindahan, kedalaman, dan kebijaksanaan hidup.

Ia bukan hanya maestro, tetapi juga penjaga nilai—seseorang yang memastikan bahwa tradisi tetap hidup, relevan, dan bermakna.

Bagi kita, terutama generasi muda yang sadar budaya, kisah ini adalah pengingat bahwa di balik setiap gerakan dan setiap nada, selalu ada cerita yang layak untuk dipahami.

Dan mungkin, dalam kesibukan hidup modern, kita bisa belajar untuk kembali mendengar—bukan hanya musik di luar, tetapi juga irama yang ada di dalam diri kita sendiri.

Redaksi Energi Juang News