Kamis, Mei 28, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 65

Tanah Negara Dikuasai Ormas: Ketika Negara Kalah oleh Mafioso

Pernyataan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengenai banyaknya tanah negara maupun aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama puluhan tahun dikuasai organisasi masyarakat (ormas) bukan sekadar temuan administratif. Ia adalah alarm keras tentang melemahnya kapasitas negara dalam menegakkan otoritasnya sendiri.

Ketika aset publik—termasuk lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero)—secara de facto dikelola oleh aktor non-negara tanpa legitimasi hukum yang sah, maka yang sedang kita saksikan bukan sekadar pelanggaran, melainkan gejala “state capture” oleh kekuatan mafioso.
Dalam perspektif ekonomi politik, fenomena ini dapat dijelaskan melalui konsep state capture yang diperkenalkan oleh Joel Hellman, Geraint Jones, dan Daniel Kaufmann. Mereka menjelaskan bahwa negara dapat “ditangkap” oleh kelompok kepentingan yang mampu memengaruhi pembentukan aturan main demi keuntungan mereka.

Dalam konteks Indonesia, penguasaan lahan negara oleh ormas selama bertahun-tahun menunjukkan adanya distorsi dalam relasi antara negara dan kelompok kepentingan tersebut. Negara bukan lagi menjadi aktor dominan yang mengatur, melainkan tunduk atau setidaknya berkompromi dengan kekuatan informal.

Negara Bayangan dan Celah Hukum

Lebih jauh, dalam kerangka teori shadow state atau negara bayangan, seperti yang dikemukakan William Reno, kekuasaan formal negara kerap berjalan berdampingan—bahkan kalah kuat—dari jaringan informal yang memiliki kontrol riil atas sumber daya. Ormas yang menguasai lahan strategis di sekitar rel kereta api, stasiun, atau aset BUMN lainnya, pada dasarnya telah membangun otoritas tandingan. Mereka memungut rente, mengatur akses, bahkan dalam beberapa kasus bertindak layaknya “penguasa lokal” tanpa legitimasi konstitusional.

Praktik semacam ini identik dengan karakter mafioso: memanfaatkan celah kelemahan negara, mengandalkan kekuatan jaringan, serta mempertahankan kontrol melalui kombinasi pengaruh sosial, ekonomi, dan—dalam beberapa kasus—intimidasi. Mancur Olson dalam teorinya tentang stationary bandit menggambarkan bagaimana aktor non-negara dapat menguasai wilayah dan sumber daya, lalu mengekstraksi keuntungan secara berkelanjutan. Ketika ini terjadi di atas tanah negara, maka sesungguhnya negara telah kehilangan kedaulatannya di ruang tersebut.

Dampak Pembiaran Aset

Dampak dari pembiaran ini sangat luas. Pertama, terjadi kerugian ekonomi negara karena aset produktif tidak dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan publik. Lahan milik BUMN yang seharusnya dapat dikembangkan untuk transportasi, perumahan, atau fasilitas umum justru menjadi sumber rente bagi kelompok tertentu.

Kedua, menciptakan ketidakadilan struktural. Masyarakat luas kehilangan akses terhadap ruang publik, sementara segelintir kelompok menikmati keuntungan tanpa dasar hukum.

Ketiga, merusak wibawa hukum. Ketika pelanggaran berlangsung puluhan tahun tanpa penindakan, publik akan melihat hukum sebagai sesuatu yang bisa dinegosiasikan.

Dari sudut pandang teori institusional, seperti dikemukakan oleh Douglass North, institusi yang lemah akan membuka ruang bagi praktik ekonomi informal yang tidak efisien dan eksploitatif. Negara yang gagal menegakkan hak kepemilikan (property rights) secara konsisten akan menghadapi biaya transaksi tinggi, ketidakpastian hukum, dan rendahnya investasi.

Dalam jangka panjang, ini menghambat pembangunan ekonomi itu sendiri.
Karena itu, pernyataan bahwa “negara tak boleh kalah oleh mafioso” bukan sekadar retorika politik, melainkan sebuah imperatif struktural. Negara harus mengembalikan otoritasnya melalui tiga langkah strategis.

Pertama, penegakan hukum yang tegas dan konsisten. Tidak boleh ada kompromi terhadap penguasaan ilegal atas aset negara, siapa pun pelakunya.

Kedua, reformasi tata kelola aset negara dan BUMN agar lebih transparan dan terlindungi dari infiltrasi kepentingan non-formal.

Ketiga, membangun legitimasi sosial negara melalui kehadiran yang nyata—bahwa negara mampu melindungi kepentingan publik dan tidak tunduk pada tekanan kelompok tertentu.

Tanpa langkah-langkah tersebut, negara akan terus berada dalam posisi defensif, sementara jaringan mafioso semakin menguat. Jika itu terjadi, maka yang dipertaruhkan bukan hanya aset tanah, tetapi masa depan kedaulatan negara itu sendiri.

Oleh Hizkia Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

Teror Malam: Kisah Nyata Misteri Hantu Leak di Bali

Leak Bali
Leak Bali

Energi Juang News,Bali- Malam itu terasa biasa saja. Tidak ada firasat buruk, tidak ada tanda-tanda aneh. Hanya perjalanan pulang dari rumah nenek setelah acara keluarga yang melelahkan. Namun, justru dari malam yang tampak biasa itulah, pengalaman yang tak bisa dijelaskan dengan logika mulai terjadi.

“Saat itu saya dan ayah baru keluar dari pertemuan keluarga di rumah nenek,” kata Ida Ayu Putri (22) suatu malam saat aku menemuinya di sebuah warung kecil di pinggiran desa.

Wajahnya terlihat tenang, tapi matanya menyimpan sisa ketakutan.

“Di halaman rumah itu, mobil kami berjajar dengan mobil lain yang mirip!”

Aku mengernyit. “Mirip bagaimana?”

“Bukan cuma mirip,” jawabnya cepat. “Sama persis. Jenis mobil, warna, bahkan lecet kecil di pintu kiri… semuanya sama. Termasuk nomor polisinya.”

Menurut kajian supranatural dalam tradisi Bali, fenomena semacam ini sering dikaitkan dengan ilmu pangleyakan—ilmu yang memungkinkan seseorang mengubah wujudnya menjadi apa saja. Tidak lagi terbatas pada hewan seperti zaman dulu, melainkan benda modern seperti kendaraan.

Ayu melanjutkan ceritanya dengan suara sedikit bergetar.

“Kami bertiga bingung. Saya, ayah, dan sopir cuma saling pandang. Mana mobil kami yang asli?”

“Lalu?” tanyaku.

“Ayah ambil batu,” katanya. “Dilempar ke salah satu mobil. ‘Kleeng!’ suara logam biasa. Tapi waktu dilempar ke mobil satunya lagi…” Ia berhenti sejenak.

“Bukan suara besi. Tapi… suara orang mengaduh.”

Aku merasakan bulu kudukku ikut berdiri.

“Itu bukan mobil,” bisiknya. “Itu leak…”

Kisah Ayu bukan satu-satunya.

Seorang pria yang meminta namanya disamarkan, Ngurah Alit—seorang anggota kepolisian—juga pernah mengalami hal serupa.

“Saya pernah lihat motor keluar dari rerimbunan pohon,” katanya. “Tapi tidak ada pengendara.”

“Kosong?” tanyaku.

“Iya. Jalan sendiri. Pelan… lalu hilang.”

Ia yakin itu bukan halusinasi. “Saya dilatih untuk membedakan realita dan ilusi. Itu… sesuatu yang lain.” Fenomena lain bahkan lebih aneh.

“Di kamar saya, pernah ada api kecil… seperti lilin,” kata seorang warga perempuan.

“Berapa banyak?” tanyaku. “Banyak,berputar-putar seperti menari.”

Api itu tidak membakar apa pun. Hanya berputar, lalu menghilang begitu saja.

Menurut Ngurah Harta, seorang guru silat yang memahami ilmu tradisional Bali, pangleyakan adalah ilmu tingkat tinggi.

“Leak itu bukan sekadar hantu,” jelasnya. “Itu manusia yang menguasai ilmu perubahan wujud.” Ia menambahkan bahwa dulu, perubahan hanya terbatas pada binatang.

“Sekarang? Bisa jadi apa saja. Mobil, motor… bahkan mungkin sesuatu yang lebih besar.” Aku teringat cerita Ayu saat di mobil yang mengaduh.

Cerita lain datang dari tiga pemuda desa.

Mereka menemukan seekor ayam tersesat di jalan malam.

“Kami bawa pulang,” kata salah satu dari mereka. “Dipotong, dibersihkan, dibumbui.”

Namun keesokan paginya, mereka menemukan sesuatu yang membuat mereka trauma seumur hidup.

“Mayat manusia,” katanya pelan.“Di tempat ayam itu ditemukan.”Isi perutnya hilang. Tapi tubuhnya… penuh dengan bumbu dapur.

Fenomena leak juga sering muncul dalam bentuk energi.

Made Artadi (33) pernah melihat dua bola api saling bertabrakan di langit malam di Pantai Padang Galak.

“Merah dan kuning,” katanya. “Berkejaran… lalu tabrakan. Ada suara ledakan.”

Pengalaman serupa juga dialami Komang Jepri dan Ketut Prasetya di Karangasem.

“Seperti perang di udara,” kata mereka.

Menurut cerita yang beredar, pernah terjadi pertempuran besar antara dua leak sakti di Bali—sekitar tahun 1988. Walau tidak semua orang melihat langsung, dampaknya terasa.

“Sejak itu, kekuatan leak di wilayah tertentu melemah,” ujar seorang tetua desa.

Namun yang paling menarik adalah cara melawannya.

“Yang penting jangan takut,” kata Ngurah Harta tegas.

Ia menjelaskan tentang konsep kanda pat—empat unsur yang lahir bersama manusia.

“Kalau kita percaya diri, kita memanggil kekuatan itu.”

“Dan leak?” tanyaku.“Mereka justru takut.”

Malam terakhir sebelum aku meninggalkan desa, aku duduk sendiri di luar penginapan kecil.

Angin berhembus pelan tiba-tiba… aku melihat sesuatu di kejauhan.

Sebuah cahaya kecil bergerak.

Satu… lalu dua… lalu tiga, aku terdiam.

Suara Ngurah Harta terngiang di kepalaku: jangan takut.

Namun jujur saja—ada rasa yang sulit dijelaskan.

Karena di dunia ini, ada hal-hal yang tidak hanya hidup dalam cerita.

Mereka ada dan mengamati.

Dan kadang… menyamar di depan mata kita tanpa kita sadari.

Redaksi Energi Juang News

103 Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026

103 Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026

Energi Juang News, Jakarta- Pemerintah Provinsi Jakarta mengeluarkan kebijakan baru yang membuka akses pendidikan lebih luas bagi masyarakat. Melalui Pergub No. 34 Tahun 2025 tentang Bantuan Biaya Pendidikan pada Satuan Pendidikan Swasta, kini sejumlah sekolah swasta dapat menyelenggarakan pendidikan tanpa memungut biaya.

Kebijakan ini mulai berdampak signifikan pada 2026 dengan hadirnya ratusan sekolah gratis di berbagai jenjang pendidikan.

103 Sekolah Swasta Gratis Resmi Dibuka Tahun 2026

Pada 2026, tercatat ada 103 sekolah swasta gratis yang tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta. Program ini mencakup jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB.

Data tersebut bersumber dari Dinas Pendidikan (Disdik) Jakarta yang dipublikasikan melalui media sosial resmi mereka.

Baca juga : Polandia Blokir HP di Sekolah Anak di Bawah 16 Tahun

Daftar Sekolah Gratis di Jakarta Barat

Jenjang SMP

  1. SMP Muhammadiyah 32
  2. SMP Al Inayah
  3. SMP Al Hasanah
  4. SMP Cindera Mata Indah
  5. SMP Garuda
  6. SMP Melania I
  7. SMP Kembangan

Jenjang SMA/SMK
8. SMA Lamaholot
9. SMAS Budi Murni 2
10. SMAS YP BDN
11. SMKS Citra Utama
12. SMKS Maarif Jakarta
13. SMKS Permata Bunda
14. SMKS Benteng Gading Jakarta
15. SMKS Prima Wisata
16. SMKS Al Hamidiyah
17. SMKS Kebon Jeruk Jakarta

Jenjang SLB
18. SLB B-C Alfiany
19. SLB C Bina Insan Kamil
20. SLB B-C Kasih Bunda

Daftar Sekolah Gratis di Jakarta Pusat

Jenjang SMP

  1. SMP Triwibawa
  2. SMP Trisula Perwari 2
  3. SMP At-Taqwa
  4. SMP Strada Pelita Pejompongan
  5. SMP Islam Al-Ihsan
  6. SMP Paskalis 1
  7. SMP Islam Meranti
  8. SMP YWPM
  9. SMP PSKD 1
  10. SMP Muhammadiyah 16

Jenjang SMA/SMK
11. SMAS At-Taqwa Jakarta
12. SMAS Taman Madya I Jakarta
13. SMKS YP IPPI Petojo
14. SMKS At-Taqwa Jakarta
15. SMKS Taman Siswa 2
16. SMK Katolik Sint Joseph
17. SMK Al-Ihsan

Jenjang SLB
18. SLB BC Harapan Ibu

Daftar Sekolah Gratis di Jakarta Selatan

Jenjang SD

  1. SD Bhakti Luhur

Jenjang SMP
2. SMP Trisula Perwari I Jakarta
3. SMP Yayasan Pendidikan Mulia
4. SMP Teladan
5. SMP Plus Khadijah Islamic School
6. SMP Putra Satria
7. SMP Al Falah
8. SMP Perguruan Rakyat 02
9. SMP Islam Terpadu Arrahman
10. SMP PSKD IV Bulungan
11. SMP Yapimda Jakarta

Jenjang SMA/SMK
12. SMA Plus Khadijah Islamic School
13. SMKS PGRI 15 Jakarta
14. SMKS YPK-Kesatuan
15. SMKS Cyber Media
16. SMKS Bina Putra Jakarta
17. SMK Gapura Merah Putih
18. SMK Jagakarsa

Jenjang SLB
19. SLB Khrisna Murti
20. SLB B-C Sumber Budi
21. SLB C Bhakti Luhur
22. SLB Autis Mutiara

Daftar Sekolah Gratis di Jakarta Timur

Jenjang SMP

  1. SMP Al Washliyah
  2. SMP Pembangunan
  3. SMP Taman Harapan
  4. SMP Yaspia

Jenjang SMA/SMK
5. SMA Budi Mulia Utama
6. SMA Teladan 1 Jakarta
7. SMAS Wijaya Kusuma
8. SMAS Muhammadiyah 12 Jakarta
9. SMKS Cahaya Sakti Jakarta
10. SMKS Laboratorium Jakarta
11. SMKS Bina Medika Jakarta
12. SMKS Cipta Karya Jakarta
13. SMK Bina Nusa Mandiri
14. SMK PGRI 16 Jakarta

Jenjang SLB
15. SLB A & A+ (Ganda) Elsafan
16. SLB C Sinar Kasih
17. SLB Karya Mulya
18. SLB B-C Bina Karya Insani
19. SMP Era Pembangunan Umat
20. SLB BC Abdi Pratama
21. SLB C Surya Wiyata
22. SLB C Frobel Montessori
23. SLB B-C As-Syafiyah

Daftar Sekolah Gratis di Jakarta Utara

Jenjang SD

  1. SDS Bina Pusaka

Jenjang SMP
2. SMP Jayakarta
3. SMP Darul Maarif
4. SMP Sejahtera
5. SMP YAKPI I DKI Jaya
6. SMP Plus Al-Fudhola
7. SMP Tugu Bhakti
8. SMP Al-Irsyad Al-Islamiyah
9. SMP Sari Putra
10. SMP Fatahilah Jaya

Jenjang SMA/SMK
11. SMAS Gita Kirti 2
12. SMAS Katolik Diakonia Jakarta
13. SMAS Bunga Hati Bangsa
14. SMAS Al Khairiyah Jakarta
15. SMKS Raudhatul Jannatunnaim
16. SMKS Al-Khairiyah Bahari
17. SMKS Sari Putra
18. SMKS Fajar Indah
19. SMK Al-Muttaqin

Jenjang SLB
20. SLB B-C Cahaya Jaya

Upaya Perluas Akses Pendidikan

Program ini menjadi langkah konkret Pemprov Jakarta dalam memperluas akses pendidikan yang merata. Dengan pembiayaan dari pemerintah, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan sekolah tanpa terbebani biaya.

Kebijakan ini juga diharapkan mampu mengurangi kesenjangan pendidikan, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Redaksi Energi Juang News

Musik Djaduk Ferianto dan Warisan Ngayogjazz

Djaduk Feriyanto
Djaduk Feriyanto

Energi Juang News,Yogyakarta- Di era ketika musik sering terasa eksklusif—dipisahkan oleh tiket mahal dan venue megah—ada pendekatan lain yang justru membumi. Musik bisa hadir di halaman rumah warga, di antara kandang sapi, atau di lereng gunung. Ia bisa dekat, hangat, dan terasa milik bersama.

Pendekatan seperti ini bukan kebetulan. Ia lahir dari pemikiran panjang tentang bagaimana seni seharusnya hidup di tengah masyarakat, bukan hanya untuk segelintir orang.

Lahir pada 19 Juli 1964, Djaduk Ferianto bukan sekadar musisi. Ia adalah kurator rasa, perancang pengalaman, dan jembatan antara tradisi dan masa kini.

Terlahir dari keluarga seni—anak dari Bagong Kussudiardja—Djaduk sudah akrab dengan dunia kreatif sejak kecil. Ia mulai bermain kendang sejak 1972, lalu mendirikan kelompok musik Rheze yang bahkan sempat menjuarai kompetisi musik humor nasional.

Namun perjalanan Djaduk tidak berhenti di sana. Bersama kakaknya, Butet Kartaredjasa, ia mendirikan Kua Etnika pada 1995—kelompok seni yang dikenal karena eksplorasi musik etnik yang segar dan eksperimental.

Tak lama kemudian, lahir Orkes Sinten Remen yang mengolah keroncong menjadi lebih ringan dan dekat dengan telinga generasi baru.

Karya Djaduk tidak hanya berhenti di Indonesia. Bersama berbagai kelompoknya, ia telah tampil di Jerman, Denmark, Swedia, Belanda, hingga Turki dan Perancis.

Ia juga sempat belajar musik di Jepang dan mengikuti program seni di New York. Di sana, ia banyak terinspirasi oleh street art—seni jalanan yang hidup, dinamis, dan dekat dengan masyarakat.

Pengalaman ini kemudian ia bawa pulang ke Yogyakarta. Ia ingin menciptakan ekosistem seni yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga inklusif.

Salah satu warisan terbesar Djaduk adalah Ngayogjazz, yang ia gagas sejak 2007.

Konsepnya sederhana tapi revolusioner: membawa musik jazz—yang sering dianggap elit—ke tengah masyarakat desa.

Bayangkan ini:

  • Musisi jazz internasional tampil di halaman rumah warga
  • Penonton duduk lesehan di dekat kandang sapi
  • Tidak ada sekat antara panggung dan audiens

Ini bukan sekadar festival musik. Ini adalah pernyataan budaya: bahwa musik adalah milik semua orang.

Selain Ngayogjazz, Djaduk juga terlibat dalam Jazz Gunung Bromo—festival yang menggabungkan keindahan alam dengan eksplorasi bunyi.

Salah satu hal yang paling ditekankan Djaduk adalah regenerasi. Ia percaya bahwa seni tidak akan hidup tanpa keterlibatan anak muda.

Dalam setiap proyeknya, ia selalu membuka ruang bagi talenta baru:

  • memberi panggung bagi musisi muda
  • mengajak kolaborasi lintas generasi
  • menciptakan ekosistem yang suportif

Bagi Djaduk, seni bukan hanya soal karya, tapi juga tentang komunitas.

Menjelang kepergiannya pada 13 November 2019, Djaduk masih aktif bekerja. Bahkan, tiga jam sebelum wafat, ia masih mengikuti rapat persiapan Ngayogjazz.

Ia juga tengah menyiapkan berbagai proyek:

  • pementasan “Para Pensiunan 2049”
  • rencana tampil di Cape Town Jazz Festival
  • komposisi musik kolaborasi yang ia rekam di Puncak Table Mountain

Dedikasi ini menunjukkan satu hal: bagi Djaduk, musik bukan pekerjaan—ia adalah panggilan hidup.

Dari perjalanan Djaduk Ferianto, ada satu pelajaran penting: musik tidak harus megah untuk bermakna.

Ia bisa hadir:

  • di desa kecil
  • di panggung sederhana
  • di antara orang-orang biasa

Dan justru di situlah ia menjadi paling jujur.

Bagi generasi muda, warisan Djaduk adalah pengingat bahwa kreativitas tidak harus mengikuti arus. Kita bisa menciptakan ruang sendiri—yang lebih inklusif, lebih manusiawi, dan lebih relevan.

Musik Djaduk Ferianto dan warisan Ngayogjazz bukan hanya tentang bunyi, tetapi tentang cara berpikir. Tentang bagaimana seni bisa menjadi alat untuk menyatukan, bukan memisahkan.

Meski sosoknya telah tiada, semangatnya tetap hidup—di setiap panggung desa, di setiap nada yang dimainkan anak muda, dan di setiap upaya untuk menjaga musik tetap dekat dengan manusia.

Karena pada akhirnya, musik terbaik bukan yang paling keras terdengar—melainkan yang paling dalam terasa.

Redaksi Energi Juang News

Legislator Disangka Tenaga Ahli di Kantin DPR, Ini Respons Santai Syafruddin

Legislator Disangka Tenaga Ahli di Kantin DPR, Respons Santai Syafruddin.

Energi Juang News, Jakarta– Sebuah video yang memperlihatkan momen canggung di lingkungan DPR RI mendadak viral. Dalam rekaman itu, seorang pria yang belakangan diketahui sebagai anggota dewan justru disangka tenaga ahli saat berada di kantin Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Momen Disangka Tenaga Ahli di Kantin DPR

Sosok dalam video tersebut adalah Syafruddin, anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa. Ia mengaku sedang bersantai di kantin tanpa mengenakan atribut resmi DPR.

Dalam video yang beredar, seorang staf tenaga ahli terlihat mengira Syafruddin sebagai rekan sejawatnya. Bahkan, staf tersebut sempat berbicara dengan nada percaya diri seolah memiliki kewenangan tertentu.

“Lagi ngumpul-ngumpul biasa karena kebiasaan saya itu kalau nggak ada jadwal rapat kan suka nongkrong di kantin. Dan tiba-tiba teman kami yang saya juga nggak kenal, orang itu saya nggak kenal. Ya dia ceritanya banyak lah seakan-akan menunjukkan dia itu ya, dia pengatur lah kira-kira gitu,” kata Syafruddin saat dihubungi, Sabtu (11/4/2026).

Percakapan Berujung Canggung

Syafruddin memilih diam dan tidak menyela pembicaraan tersebut. Situasi berubah ketika staf itu mulai bertanya soal identitasnya.

“Saya nggak berani juga nyeletuk, diam aja. Nah tiba-tiba kebetulan dia berinisiatif nanya, ‘Abang dari mana?’ Ya saya jawab ‘Saya dari Kaltim’ Ya dia nanya,” kata Syafruddin.

“Dia nanya lagi ‘Abang kerja di mana?’, ‘Saya kerja di DPR’ Nah, dia ini langsung nyeletuk, ‘Abang TA-nya siapa?’. Ya, saya jawab langsung ‘Anu, Bang, saya anggota, Bang,” tambahnya.

Baca juga : DPR Dukung Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Jawaban itu langsung mengubah suasana. Percakapan yang sebelumnya santai mendadak terasa kaku.

“Nah, itu mulai, mulai terkaget dia kan. Ya aku ya enjoy aja, nggak juga saya tanggapin, ya anggap omong biasa aja. Ya, di situlah terlihat ya ada suasana yang nggak enak. Perasaan nggak enak kan, karena memang ya mungkin, ya kasarnya mungkin dia malu mungkin ya. Udah terlanjur cerita-cerita gitu,” ungkapnya.

Pilih Santai, Tak Tersinggung

Ia menegaskan tidak selalu tampil formal saat berada di lingkungan DPR. Baginya, penampilan bukan hal utama, terutama saat sedang tidak bertugas.

“Ya karena memang saya itu kan ya nggak bisa juga berpenampilan harus perlente, harus apa eksklusif gitu kan. Ya memang saya biasa aja gitu kan. Ya nggak tersinggung lah, biasa aja. Karena memang kita banyak berinteraksi dengan banyak orang yang memang karakternya berbeda-beda,” kata Syafruddin.

“Ada yang suka cerita tinggi-tinggi, ada yang suka cerita rendah-rendah, ada yang sedang-sedang. Jadi bagi kita udah biasa aja kalau bertemu, berjumpa dengan orang yang ceritanya tinggi-tinggi tuh, udah biasa aja gitu,” tambahnya.

Pengalaman Serupa Pernah Terjadi

Pengalaman serupa rupanya bukan yang pertama bagi Syafruddin. Ia mengaku pernah mengalami kejadian hampir sama saat berada di Kalimantan Timur.

“Dulu, waktu masih awal-awal jadi ketua PKB Kaltim itu, ya kan saya suka kalau potong rambut itu ya minta dipotong cepak. Kadang-kadang tukang cukurnya nanya ‘Abang security ya?’ Ya, saya iya kan aja gitu. Artinya udah biasa gitu,” kata Syafruddin.

“Udah sering kali, sering kali. Direndahkan orang juga biasa. Apalagi ya awal-awal mula kita nyaleg gitu loh kan. Ya kita biasa aja. Artinya, suasana dan kondisi seperti itu bagi anggota DPR yang memang senang berinteraksi, senang bertemu masyarakat, ya biasa aja,” imbuhnya.

Redaksi Energi Juang News

Misi Panas di Islamabad: JD Vance Ultimatum Iran, “Jangan Mainkan AS!”

Misi Panas di Islamabad: JD Vance Ultimatum Iran, “Jangan Mainkan AS!”

Energi Juang News, Islamabad – Wakil Presiden Amerika Serikat menjalankan misi krusial di tengah konflik yang terus memanas. Upaya diplomasi ini hadir saat gencatan senjata berada di titik rapuh dan berisiko runtuh kapan saja.

Misi Diplomatik Berisiko Tinggi

Wakil Presiden AS, JD Vance, terbang ke Pakistan dengan mandat langsung dari Presiden Donald Trump. Ia ditugaskan mengubah gencatan senjata sementara dengan Iran menjadi kesepakatan damai jangka panjang.

Langkah ini menjadi sorotan besar. Selain karena skala konfliknya, peran Vance juga dinilai tidak biasa. Jarang sekali seorang wakil presiden memimpin langsung negosiasi formal tingkat tinggi.

“Saya tidak ingat ada contoh di mana wakil presiden memimpin negosiasi formal seperti ini,” kata Aaron Wolf Mannes, dosen di University of Maryland School of Public Policy, kepada AFP.

“Ini berisiko tinggi, tetapi juga berpotensi memberi keuntungan besar.”

Format Negosiasi Masih Misterius

Gedung Putih belum mengungkap detail teknis perundingan. Belum jelas apakah dialog akan berlangsung secara langsung atau melalui perantara.

Namun, kehadiran Vance menandai momentum langka dalam hubungan AS dan Iran. Kontak langsung kedua negara sangat terbatas sejak Revolusi Islam 1979.

Salah satu interaksi penting sebelumnya terjadi pada September 2013. Saat itu, Presiden Barack Obama melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran Hassan Rouhani terkait isu nuklir.

Perbedaan Tajam Jadi Hambatan

Sejak pengumuman gencatan senjata pada Selasa (07/04), perbedaan sikap langsung muncul.

Iran menilai penghentian serangan Israel di Lebanon harus menjadi bagian dari kesepakatan. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Trump menolak hal itu. Operasi militer Israel tetap berjalan.

Di sisi lain, AS mendesak Iran membuka kembali Selat Hormuz. Jalur strategis itu ditutup Iran sebagai respons atas eskalasi serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon.

Situasi ini membuat jalan menuju kesepakatan semakin terjal.

Posisi Serba Sulit bagi Vance

JD Vance dikenal sebagai politisi dengan pandangan antiintervensi. Ia kerap menolak keterlibatan AS dalam konflik luar negeri, termasuk perang Irak, tempat ia pernah bertugas sebagai marinir.

Namun, sikap itu kini diuji. Ia justru berada di garis depan diplomasi setelah Trump melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari.

Selama ini, Vance cenderung menghindari sorotan publik. Bahkan saat gencatan senjata diumumkan, ia berada di Hungaria untuk mendukung kampanye Viktor Orbán.

Kini, perannya berubah drastis menjadi ujung tombak diplomasi AS.

Tim Inti dan Taruhan Politik

Dalam misi ini, Vance didampingi utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner. Ia juga bekerja erat dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Gedung Putih menyebut Vance memiliki “peran yang sangat signifikan dan kunci sejak awal.”

“Presiden optimistis bahwa kesepakatan dapat dicapai yang akan membawa perdamaian jangka panjang di Timur Tengah,” ujar Anna Kelly kepada AFP.

Di sisi lain, dinamika politik dalam negeri ikut membayangi. Vance disebut-sebut sebagai kandidat kuat pemilu presiden 2028. Namun, ia juga berpotensi bersaing dengan Rubio.

Gaya Diplomasi yang Tak Selalu Lembut

Meski sempat melunak dengan menyebut adanya kemungkinan “kesalahpahaman”, Vance dikenal tidak selalu diplomatis.

Ia pernah memicu ketegangan dalam perdebatan antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Februari 2025.

Kini, pendekatan keras kembali ia tunjukkan. Vance memperingatkan Teheran agar tidak “mempermainkan” Amerika Serikat dalam negosiasi yang sedang berlangsung.

Taruhan Besar di Meja Perundingan

Keberhasilan misi ini bisa menjadi batu loncatan besar bagi karier politik Vance. Sebaliknya, kegagalan akan membuka ruang kritik terhadap kapasitasnya.

“Kalau dia bisa menghasilkan sesuatu yang sekadar meredakan situasi tanpa menyentuh masalah inti, itu mungkin sudah cukup,” kata Mannes.

“Namun, kalau tidak ada hasil yang baik, itu akan menimbulkan pertanyaan tentang kompetensinya.”

Redaksi Energi Juang News

Tol Bitcoin Selat Hormuz, DPR Minta Mitigasi Kapal RI

Tol Bitcoin Selat Hormuz, DPR Minta Mitigasi Kapal RI

Energi Juang News, Jakarta— Dua kapal tanker milik Pertamina yang masih tertahan di kawasan Teluk Persia memicu kekhawatiran baru. Situasi ini mencuat di tengah kebijakan terbaru Iran yang mewajibkan kapal membayar tarif lintasan menggunakan mata uang kripto.

DPR Soroti Risiko Baru bagi Kapal Indonesia

Kapoksi NasDem Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Amelia Anggraini, menilai kondisi tersebut perlu segera ditangani secara serius. Ia menegaskan pemerintah harus sigap membaca potensi risiko terhadap kapal nasional.

“Saya memandang situasi dua kapal tanker milik Pertamina yang saat ini masih tertahan di kawasan Teluk Persia harus menjadi perhatian serius bersama terutama pemerintah,” kata Amelia kepada wartawan, Sabtu (10/4/2026).

Sebagai anggota Komisi I DPR RI, Amelia mengungkapkan pihaknya belum menerima kepastian terbaru terkait kondisi kedua kapal tersebut. Namun, ia mengingatkan potensi penerapan pungutan kripto tetap terbuka.

“Hingga saat ini Kami di Komisi 1 DPR RI belum mendapatkan informasi dan kepastian tentang kedua kapal tersebut akan dikenai pungutan, namun dengan adanya kebijakan baru Iran, potensi itu tetap terbuka. Karena itu, langkah mitigasi harus segera dilakukan, baik melalui jalur diplomasi maupun koordinasi keamanan maritim internasional,” katanya.

Keselamatan Awak dan Energi Jadi Prioritas

Amelia menekankan perlindungan terhadap awak kapal dan keamanan distribusi energi nasional harus menjadi fokus utama. Selain itu, kepastian jalur pelayaran juga dinilai krusial di tengah situasi geopolitik yang dinamis.

“Terkait pertemuan dengan Kemlu, pada kesempatan pertama, kami di Komisi I DPR RI akan meminta penjelasan resmi dari Kementerian Luar Negeri terkait perkembangan situasi ini dalam waktu dekat,” kata Amelia.

Baca juga : Selat Hormuz Ditutup, Indonesia Masih Punya Jalur Pasokan Migas Alternatif

“Kami di DPR juga perlu memastikan bahwa negara hadir dalam melindungi kepentingan nasional, termasuk aset strategis seperti kapal energi dan keselamatan WNI. Selain itu, kami juga akan mendorong adanya langkah diplomasi aktif Indonesia, baik secara bilateral maupun melalui forum internasional, untuk menjaga stabilitas kawasan dan menjamin kebebasan pelayaran,” tambahnya.

Iran Terapkan Tarif Kripto untuk Kapal Melintas

Iran diketahui mulai memberlakukan kebijakan baru bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz. Setiap kapal diwajibkan membayar tarif menggunakan aset kripto dengan nilai setara US$ 1 atau sekitar Rp 17.122 per barel muatan minyak, selama masa gencatan senjata dua minggu dengan Amerika Serikat (AS).

Juru bicara Serikat Eksportir Minyak, Gas, dan Produk Petrokimia Iran, Hamid Hosseini, menyebut kebijakan ini sebagai strategi untuk menghindari sanksi internasional.

Dalam praktiknya, kapal yang hendak melintas harus mengirimkan e-mail berisi detail muatan kepada otoritas Iran. Setelah itu, tarif akan ditentukan sebelum kapal diizinkan melanjutkan perjalanan.

“Begitu email tiba dan Iran menyelesaikan penilaiannya, kapal-kapal diberi waktu beberapa detik untuk membayar dengan bitcoin, untuk memastikan mereka tidak dapat dilacak atau disita karena sanksi,” kata Hosseini, dikutip Jumat (10/4/2026).

Redaksi Energi Juang News

Kedekatan Tanpa Jarak Pak Kades Dan Bu Guru Berujung Bui

Bu Guru dan Kades
Bu Guru dan Kades

Energi Juang News,Kebumen,- Peni(35) guru SD di Magelang, kencan di hotel Kebumen bersama PIL-nya seorang Kades,  agar prosesi tunggang sentolop  tidak mudah ketahuan.Peni pernah ngaku ke temannya “Bila tak dibuang di perut,mungkin sekarang sudah PAUD” katanya.

Tapi Pairan(38) kan bukan suami gaptek, hobi kutak katik perangkat elektronik sudah lama dikuasainya. Bahkan sekarang ia sudah mengikuti anjuran upgrade jaman 2.0..kira kira begitulahh.

Lewat jejak digital, aksi perselingkuhan istrinya dengan Pak Kades Jemat (40) berhasil dilacak cukup dengan hapenya.

Bekerjasama dengan Polres Kebumen, Pairan layaknya detektif Conan skandal Bu Guru istrinya dengan Kades itu terbongkar.

Pak Kades akrab dengan guru-guru yang mengajar di SD di desanya, merupakan hal lumrah. Guru-guru itu di sela jam mengajarnya sering juga mampir ke rumah Pak Kades dan ngobrol ngalor ngidul, Pak Kades yang istrinya suka keluyuran belanja dana desa, tentu sentolopnya jarang terasah.

Ketika pembentukan BP3 atau POMG di sekolah tersebut,  Pak Kades juga diundangnya dan kasih sambutan. Jika putra-putri Pak Kades masih ada yang sekolah di SD dimaksud, tidak jarang Pak Kades didaulat jadi Ketuanya. Hal itu menambah keakraban dan sara PDKT dengan Bu Guru Peni, yang dimata pak Kades guru yang menonjol luar dalam.

Tapi kedekatan Peni dengan Kades Jemat di Kecamatan Kajoran Magelang, ternyata lebih dari guru dengan pejabat negara tingkat desa. Sudah dikategorikan nyerempet dengan pergaulan bebas tanpa batas.

Soalnya kedekatan itu sudah tanpa jarak, bahkan jika di ranjang sudah nol sentimeter, tanpa sekat sama sekali baik baju maupun selimut. Kehangatan yang selama ini jarang dinikmati dengan Bu Kades istrinya.

Ya, saking dekatnya Pak Kades berani berbuat mesum dengan Peni yang cantik, muda nan renyah itu. Guru yang boleh dibilang punya gaya berbeda saat urusan luar maupun urusan dalam.

Gara-gara hubungan keduanya, Peni sampai pisah ranjang dengan suami. Tapi selama ini Pairan hanya tahu perubahan sikap istrinya, termasuk hati-hati sekali pegang HP-nya.

Tapi secermat-cermatnya Peni menyimpan skandalnya, sekali waktu terkuak juga lewat HP-nya saat lepas dari badan. Di situ Pairan menemukan info WA istrinya hendak kencan ke Kebumen bersama Kades Jemat.

Pairan pun membuntuti istrinya dengan sepeda motor. Magelang – Kebumen berjarak kurang lebih 80-an Km, sementara Kades Jemat – Peni pakai mobil bak
Rama dan Sinta.

Begitu jelas istrinya masuk sebuah hotel, Pairansegera kontak Polres Kebumen. Benar saja, ketika digerebek dalam kamar, terlihat Peni hanya pakai kain jarik saja, sementara Kades Jemat ngumpet di kamar mandi.

Padahal menurut pengakuan Peni, “Habis 69 itu 70, eh ternyata habis 69 Pak Kades Jemat langsung kabur ngumpet di kamar mandi”.

Amarah Pairan ke istrinya sudah memuncak, melihat kelakuan Peni yang begitu mudahnya jatuh di pelukan laki laki lain. Peni tak sadar HPnya sudah disadap Pairan.“Memangnya kalau ngamar di luar kota nggak ketahuan?” ujar Pairan pada istrinya.

Setelah proses interograsi dan penindakan aparat Polres itu, Pairan akhirnya menggugat cerai istrinya itu. Dan Kades Jemat pun tak berselang lama juga bernasib sama.

Kedua insan yang sudah berkeluarga itu seharusnya berpikir seribu kali untuk melakukan Tindakan yang melanggar agama dan norma masyarakat itu. Kini mereka tinggal menanggung malu didepan masyarakat, dan minta ampun kepada Tuhan.

Redaksi Energi Juang News

Gunungan Rp 11,4 T di Kejagung, Negara Selamatkan Rp 31,3 T

Gunungan Rp 11,4 T di Kejagung, Negara Selamatkan Rp 31,3 T

Energi Juang News, Jakarta – Tumpukan uang sitaan kembali dipamerkan di Kejaksaan Agung. Nilainya tak main-main, mencapai puluhan triliun rupiah hasil penyelamatan keuangan negara dari berbagai kasus.

Sejak Oktober 2025, tren pengembalian uang negara dalam jumlah jumbo terus terjadi. Namun kali ini, skala dan pesan politiknya terasa semakin kuat.

Kejagung Kembali Setor Rp 11,4 Triliun ke Negara

Kejaksaan Agung menyerahkan uang sebesar Rp 11,4 triliun ke kas negara pada Jumat (10/4/2026). Dana tersebut berasal dari perkara tindak pidana korupsi dan denda administratif terkait penyalahgunaan kawasan hutan.

Jika ditotal, sejak Oktober 2025 hingga April 2026, negara telah menerima Rp 31,3 triliun dari hasil penindakan hukum.

Sebelumnya, pada Oktober 2025, Kejagung menyita Rp 13 triliun dari kasus korupsi persetujuan ekspor crude palm oil (CPO) periode 2021–2022. Lalu pada Desember 2025, diserahkan kembali Rp 6,6 triliun ke negara.

Tumpukan Uang Jadi Sorotan di Lokasi Acara

Pemandangan mencolok terlihat di lokasi acara. Uang Rp 11,4 triliun itu disusun dalam bundelan plastik bening berisi pecahan Rp100 ribu.

Jumlahnya yang sangat besar membuat susunan uang tersebut membentuk latar menyerupai piramida di bagian depan acara. Di bagian atasnya, terpampang papan bertuliskan total nilai Rp 11.420.104.815.858.

Prabowo: Ini Bukti Nyata Kerja Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Ia menilai penyelamatan keuangan negara ini menjadi bukti nyata kinerja pemerintahannya.

“Kita hari ini hadir dalam acara penyerahan hasil penyelamatan keuangan, dan aset negara serta penagihan denda administratif tahun 2026 sebesar Rp 11.420.104.815.858, saudara-saudara sekalian, ini adalah sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi saya, bahwa hal ini terjadi berkali-kali di dalam pemerintahan yang saya pimpin baru 1,5 tahun ini,” ujar Prabowo dalam pidatonya di Kejagung, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, dana tersebut bisa langsung berdampak bagi masyarakat luas.

“Ini angka yang sangat besar dengan kalau kita punya bayangan, dengan uang ini kita bisa memperbaiki 34 ribu sekolah-sekolah kita di seluruh Indonesia, tahun yang lalu kita baru berhasil memperbaiki 17 ribu sekolah, berarti uang ini bisa dua kali lipat APBN,” katanya.

Selain itu, ia menyebut dana tersebut juga berpotensi memperbaiki ratusan ribu rumah rakyat.

“Bisa juga dibayangkan kalau membantu renovasi rumah untuk rakyat berpenghasilan rendah, ini dapat memperbaiki 500 ribu rumah lebih, berarti bisa memberi manfaat kepada 2 juta rakyat kita berpenghasilan rendah,” katanya.

Prabowo Perintahkan Penegakan Hukum Tanpa Ragu

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memberikan instruksi tegas kepada Kejaksaan Agung untuk tidak ragu menindak pelanggar hukum.

“Saya perintahkan Jaksa Agung, tegakkan hukum. Yang tak mau kerja sama, pidanakan. Kita tak mau ragu-ragu dan kita tak gentar,” ujar Prabowo.

Ia mengingatkan bahwa penegakan hukum yang tegas akan menghadapi perlawanan.

“Semakin kita tegas, semakin kita teguh, semakin kita membela rakyat, semakin kita akan dilawan, semakin kita akan diserang, jangan khawatir,” sambungnya.

Menurut Prabowo, pelaku kejahatan bisa saja menggunakan uang hasil korupsi untuk melawan aparat. Namun ia menegaskan negara tidak akan mundur.

“Berapa puluh kali lagi kita akan buktikan bahwa kita ingin mengamankan dan menyelamatkan uang rakyat, berapa puluh kali lagi akan kita buktikan, kita tak akan berhenti, kita tak akan gentar, kita maju terus membela bangsa negara,” ujarnya.

Satgas PKH Klaim Selamatkan Rp 371 Triliun

Jaksa Agung ST Burhanuddin turut memaparkan capaian Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Sejak dibentuk pada Februari 2025, Satgas tersebut telah menyelamatkan keuangan negara hingga Rp 371 triliun.

“Perlu kami sampaikan bahwa Satgas PKH sejak dibentuk pada Februari 2025 hingga saat ini telah berhasil melakukan penyelamatan keuangan aset negara yang mencapai Rp 371.100.411.043.235,” kata Burhanuddin saat membacakan laporan di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).

Ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Oleh karena itu, negara bertanggung jawab secara konstitusional untuk mewujudkan kesejahteraan sosial melalui peran aktif mengelola pelindungan dan kepentingan nasional,” imbuh Burhanuddin.

Redaksi Energi Juang News

Bupati Tulungagung Diciduk KPK Usai OTT

Bupati Tulungagung Diciduk KPK Usai OTT

Energi Juang News, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa seorang kepala daerah dari Jawa Timur ke ibu kota setelah operasi tangkap tangan yang digelar pada malam sebelumnya. Penindakan ini langsung menjadi sorotan karena melibatkan pejabat aktif di tingkat kabupaten.

Bupati Tulungagung Tiba di Gedung KPK

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pagi hari. Ia sampai sekitar pukul 06.50 WIB setelah diamankan dalam operasi tangkap tangan.

“Pagi ini, tim membawa Bupati Tulungagung ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bupati tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 06.50 WIB,” jelas Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Sabtu (11/4/2026).

Pemeriksaan Intensif Langsung Dilakukan

Setibanya di Jakarta, penyidik langsung memeriksa Gatut secara intensif. KPK juga masih mendalami keterlibatan sejumlah pihak lain dalam kasus yang sama.

“Langsung dilakukan pemeriksaan intensif. Sedangkan untuk pihak-pihak lainnya, saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Mapolresta Tulungagung,” kata Budi.

OTT KPK Jaring 16 Orang

Operasi tangkap tangan dilakukan di wilayah Tulungagung, Jawa Timur. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan total 16 orang, termasuk kepala daerah setempat.

“Benar (OTT di Tulungagung),” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto ketika dihubungi, Jumat (10/4).

“Ya (Bupati diamankan),” tambahnya.

Status Hukum Masih Didalami

KPK belum mengungkap detail perkara yang menjerat para pihak. Lembaga antirasuah itu masih memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka yang diamankan dalam operasi ini.

Redaksi Energi Juang News