Jumat, Mei 29, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 79

Meski WFH Satu Hari, Gaji Karyawan BUMN dan BUMD Harus Dibayar Penuh

Energi Juang News, Jakarta— Gaji karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) wajib dibayar penuh meski menerapkan work from home (WFH) satu hari dalam seminggu. Demikian ditegaskan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli.

Dia menegaskan hal itu sebagai bentuk perlindungan terhadap hak pekerja agar tidak disalahgunakan oleh perusahaan yang berpotensi mengurangi pendapatan karyawan selama masa penerapan WFH.
Kami sampaikan pengaturan WFH itu tidak boleh mengurangi hak-hak (gaji) karyawan,” kata Menaker di Jakarta, Rabu.

Menurut Menaker, pengaturan WFH tidak boleh dijadikan alasan untuk menerapkan skema pengupahan seperti “no work no pay” yang merugikan pekerja dan bertentangan dengan prinsip perlindungan tenaga kerja.

WFH Satu Hari Tak Boleh Jadi Alasan Pemotongan Gaji dan Skema ‘No Work No Pay’

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga telah menyiapkan mekanisme pengawasan melalui kanal pengaduan Lapor Manaker yang dapat dimanfaatkan pekerja untuk melaporkan pelanggaran terkait kebijakan tersebut.

Laporan yang masuk nantinya akan ditindaklanjuti oleh pengawas ketenagakerjaan guna memastikan perusahaan mematuhi ketentuan serta tidak mengurangi hak pekerja dalam penerapan kebijakan itu.

Menaker menyebut penerapan WFH diharapkan menjadi momentum nasional untuk mendorong pola kerja baru yang lebih adaptif, efisien, serta mendukung produktivitas tanpa mengabaikan kesejahteraan pekerja.

Baca juga : Sanksi ASN DKI WFH Jumat Jika WFC

Kebijakan itu juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengoptimalkan penggunaan energi melalui pengurangan mobilitas harian, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional secara berkelanjutan di berbagai sektor.

Jadi, kita ingin menjadikan momentum saat ini sebagaimana arahan dari Pak Presiden (Prabowo Subianto) cara baru, cara lebih bijak dalam optimalisasi pemanfaatan energi menuju kepada ketahanan energi nasional,” ucapnya.

Momentum WFH sebagai Cara Baru Optimalkan Energi tanpa Mengorbankan Hak Pekerja

Meski begitu, penerapan WFH diserahkan kepada masing-masing perusahaan dengan fleksibilitas pengaturan, namun tetap harus mengacu pada prinsip utama yaitu perlindungan hak pekerja.

Menaker menegaskan pula pengawasan akan diperketat dan sanksi dapat diberikan apabila ditemukan pelanggaran, sehingga kebijakan WFH dapat berjalan efektif, adil dan memberikan manfaat bagi pekerja serta perusahaan.

“Sanksi, tentu kita berbicara nanti adalah ketika WFH ini dilaksanakan tapi hak-hak pekerja atau buruh dikurangi,” kata Menaker.

Yassierli mengimbau pemimpin perusahaan swasta, BUMN hingga BUMD untuk menerapkan kegiatan WFH kepada karyawan sehari dalam seminggu. Perusahaan tersebut dapat menerapkan WFH yang berlaku efektif sejak hari ini per 1 April 2026.

“Kami ingin tanggal 1 April ini menjadi momentum nasional bersama. Jadi himbauan ini untuk bisa dipedomani untuk dilaksanakan efektif mulai hari ini,” tutur Menaker.

Imbauan itu menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, yang ditindaklanjuti dengan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/6/HK.04/III/2026 tentang Work From Home dan Program Optimasi Pemanfaatan Energi di Tempat Kerja.

Redaksi Energi Juang News

Kawasan Legislatif dan Yudikatif Jadi Prioritas Pembangunan di IKN

Energi Juang News, Jakarta—Kawasan legislatif dan yudikatif menjadi prioritas pembangunan IKN, ibu kota negara baru Indonesia di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur pada 2026. Demikian ditegaskan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif salah satu prioritas pada tahun ini,” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Kamis.

Pembangunan gedung perkantoran legislatif dan yudikatif beserta sarana prasarana, lanjut dia, serta pembangunan sosial superhub ekonomi dan pengelolaan lingkungan IKN menjadi prioritas pada 2026.

Otorita IKN juga terus menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk hunian dan infrastruktur dasar di IKN, sebagai kesiapan proses pemindahan aparatur sipil negara (ASN) secara bertahap dari Jakarta ke ibu kota negara baru Indonesia di sebagian wilayah Provinsi Kalimantan Timur tersebut.

“Kegiatan pada 2026 juga fokus pada perencanaan pembangunan kawasan dan pembinaan ASN,” katanya.
“Target pemindahan ASN tidak hanya untuk tahun ini, melainkan berlangsung secara bertahap hingga 2028,” tambahnya.
Pemerintah pusat menargetkan jumlah ASN yang dipindahkan ke IKN bakal terus bertambah, diperkirakan mencapai sekitar 4.000 ASN sampai 2028.

Hingga kini ASN yang telah bertugas di ibu kota negara baru Indonesia tercatat 2.000 orang, jelas dia, 1.100 ASN Otorita IKN dan 900 ASN Kementerian Pekerjaan Umum, Kesehatan dan Kementerian Perhubungan.

Pemerintah pusat menargetkan proses pemindahan ASN ke ibu kota negara baru Indonesia terus berjalan, sebagai salah satu upaya mempercepat fungsi IKN yang dibangun di sebagian wilayah Provinsi Kalimantan Timur itu menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia, demikian Basuki Hadimuljono.

Redaksi Energi Juang News

Beli Pesawat Tempur Turki, Pemerintah Pakai Skema Pinjaman

Energi Juang News, Jakarta—Skema pembelian pesawat tempur KAAN dari Turkish Aerospace Industries dilakukan melalui pinjaman luar negeri. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah menegaskan hal itu.

Hal tersebut dikatakan pihak Kemenhan menanggapi kabar Indonesia membeli pesawat tempur generasi ke lima tersebut dari Turki.

Untuk KAAN, sudah ada kontrak awal dalam jumlah terbatas yang saat ini masih dalam proses aktivasi melalui mekanisme pinjaman luar negeri (PLN) bersama Kementerian Keuangan,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi  di Jakarta, Kamis.

Hal tersebut sekaligus membenarkan bahwa Indonesia secara resmi telah meneken kontrak awal untuk rencana pembelian pesawat tempur KAAN.

Menurut informasi yang beredar, Indonesia akan membeli 48 unit pesawat jet tempur KAAN dan dikabarkan mulai dikirim pada 2032 mendatang.
Saat ditanya hal terkait hal tersebut, Rico belum bisa menjelaskan secara rinci. Dia juga tidak menjelaskan berapa anggaran yang dikeluarkan untuk membeli pesawat tempur itu.

“Pengadaan akan dilakukan bertahap sesuai kesiapan anggaran dan kebutuhan TNI,” tutup dia.

Beredar informasi bahwa Indonesia menyepakati pembelian 48 pesawat tempur KAAN. Informasi itu diunggah akun instagram khusus informasi bidang pertahanan @isds.indonesia.

Unggahan akun instagram tersebut, dijelaskan bahwa kontrak pembelian pesawat tempur itu diteken pihak Kementerian Pertahanan dan Turkish Aerospace Industries saat gelaran pameran IDEF, Istanbul pertengahan 2025 lalu.

Akun instagram itu menyebut nilai kontrak pembelian pesawat tempur sebesar 15 miliar dolar AS atau Rp251 triliun.

Redaksi Energi Juang News

Lanjut, Iran Serang Fasilitas Militer AS di Tiga Negeri Arab

Energi Juang News, Teheran— Angkatan bersenjata Iran menyerang target di Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Kuwait.

“Dalam gelombang ke-89 operasi tersebut … serangan rudal dan UAV dilakukan terhadap wilayah Eilat, Tel Aviv, dan Bnei Brak,” kata juru bicara markas pusat Khatam Al-Anbiya dari komando militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, Rabu (1/4).

Zolfaghari menambahkan bahwa serangan juga dilancarkan ke lokasi yang menampung personel militer AS di Bahrain. Serangan tersebut mengakibatkan sekitar 80 orang terdampak, sebagian besar tewas atau terluka.

Pasukan Iran, lanjutnya, juga menyerang kelompok helikopter Angkatan Darat AS di pangkalan Al-Adiri di Kuwait, dengan satu helikopter dilaporkan hancur dan beberapa lainnya mengalami kerusakan serius. Dua sistem radar peringatan dini milik AS yang berada di wilayah maritim dan di pulau-pulau milik UEA juga dihancurkan.

“Sejak pagi hari, tentara Iran telah menyerang konsentrasi pesawat pengisian bahan bakar udara milik AS yang ditempatkan di Bandara Ben Gurion menggunakan UAV serang dan menargetkan stasiun radar yang digunakan untuk mendeteksi dan mencegat rudal dan drone,” ucapnya.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Redaksi Energi Juang News

Pengamat Sosial Hizkia Darmayana: Pembocoran Pernyataan Aksandri, Upaya Rusak Halmahera dengan Konflik SARA

Energi Juang News, Jakarta— Pengamat Sosial Hizkia Darmayana menilai bocornya pernyataan Ketua DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Halmahera Utara (Halut), Aksandri Kitong, dari ruang grup WhatsApp internal ke ruang publik, merupakan upaya merusak perdamaian di Halmahera Utara (Halut), pasca insiden pawai takbiran di Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, pada 20 Maret 2026.

Tenaga Ahli Anggota DPR RI itu menyatakan, apa yang terjadi di Halut menunjukkan indikasi bahwa konflik tidak lagi bersifat spontan, melainkan mulai diproduksi dan direproduksi melalui strategi diseminasi informasi yang manipulatif, termasuk membocorkan pernyataan internal yang rentan disalahartikan.

“Membocorkan pernyataan Aksandri Kitong ke publik dalam situasi yang masih sensitif jelas bukan tindakan netral. Ia berpotensi menjadi ‘trigger’ baru yang memperpanjang ketegangan,” tegas Hizkia, Kamis (2/4/2026).

Distorsi Komunikasi dan Bahaya Politisasi Identitas dalam Kasus Aksandri Kitong

Hizkia melanjutkan, dalam kerangka teori komunikasi politik, Jürgen Habermas mengingatkan pentingnya ruang publik yang rasional dan bebas distorsi. Ketika informasi yang seharusnya berada dalam ruang internal dipaksa masuk ke ruang publik tanpa konteks yang utuh, maka yang terjadi adalah “distorsi komunikasi”.

“Distorsi ini bukan hanya menyesatkan persepsi publik, tetapi juga membuka ruang bagi politisasi identitas yang berbahaya,” tegasnya.

Baca juga : Waspadai Upaya Merusak Halmahera Utara dengan Konflik SARA

Hizkia mengingatkan, Halmahera Utara bukanlah wilayah yang steril dari pengalaman konflik berbasis SARA. Sejarah panjang Maluku Utara pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an seharusnya menjadi pengingat kolektif betapa mahalnya harga yang harus dibayar ketika konflik komunal  membesar.

Halmahera Utara dan Rekam Jejak Konflik SARA: Pelajaran dari Masa Lalu

“Oleh karena itu, setiap upaya yang berpotensi memantik kembali sentimen identitas harus dibaca secara kritis dan dilawan oleh seluruh elemen masyarakat,” tegas Hizkia.

“Upaya-upaya provokasi, termasuk melalui kebocoran informasi yang tendensius, harus dilawan dengan kesadaran kolektif bahwa masa depan Halut jauh lebih penting daripada kepentingan kelompok tertentu,” pungkasnya.

Redaksi Energi Juang News

Waspadai Upaya Merusak Halmahera Utara dengan Konflik SARA

Oleh Hizkia Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

Bocornya pernyataan Ketua DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Halmahera Utara, Aksandri Kitong, dari ruang grup WhatsApp internal ke ruang publik, tidak bisa dilihat sebagai peristiwa komunikasi biasa. Ia harus dibaca sebagai gejala sosial-politik yang lebih dalam: adanya upaya sistematis untuk meretakkan kembali tenun perdamaian di Halmahera Utara (Halut), pasca insiden pawai takbiran di Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, pada Jumat malam, 20 Maret 2026.

Dalam perspektif sosiologi konflik, Lewis A. Coser menegaskan bahwa konflik dapat berfungsi memperkuat kohesi internal suatu kelompok, tetapi pada saat yang sama juga berpotensi destruktif ketika dimobilisasi secara sengaja oleh aktor-aktor tertentu untuk kepentingan sempit.

Apa yang terjadi di Halut menunjukkan indikasi bahwa konflik tidak lagi bersifat spontan, melainkan mulai diproduksi dan direproduksi melalui strategi diseminasi informasi yang manipulatif—termasuk membocorkan pernyataan internal yang rentan disalahartikan.

Distorsi Ruang Publik dan Politisasi Identitas dalam Kasus Kebocoran Pernyataan Aksandri Kitong

Lebih jauh, dalam kerangka teori komunikasi politik, Jürgen Habermas mengingatkan pentingnya ruang publik yang rasional dan bebas distorsi. Ketika informasi yang seharusnya berada dalam ruang deliberatif internal dipaksa masuk ke ruang publik tanpa konteks yang utuh, maka yang terjadi adalah “distorsi komunikasi” (communicative distortion). Distorsi ini bukan hanya menyesatkan persepsi publik, tetapi juga membuka ruang bagi politisasi identitas yang berbahaya.

Halmahera Utara bukanlah wilayah yang steril dari pengalaman konflik berbasis SARA. Sejarah panjang Maluku Utara pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an menjadi pengingat kolektif betapa mahalnya harga yang harus dibayar ketika konflik komunal dibiarkan membesar.

Oleh karena itu, setiap upaya yang berpotensi memantik kembali sentimen identitas harus dibaca secara kritis dan direspons secara tegas oleh seluruh elemen masyarakat.

Conflict Entrepreneurship dan Bahaya ‘Penunggang Konflik’ di Halmahera Utara

Membocorkan pernyataan Aksandri Kitong ke publik dalam situasi yang masih sensitif jelas bukan tindakan netral. Ia berpotensi menjadi “trigger” baru yang memperpanjang ketegangan.

Dalam teori konflik kontemporer, tindakan semacam ini dapat dikategorikan sebagai “conflict entrepreneurship”, yaitu praktik memanfaatkan atau bahkan menciptakan konflik demi keuntungan politik, ekonomi, atau simbolik tertentu.

Di sinilah pentingnya mengedepankan etika kolektif dan tanggung jawab sosial. Semua pihak—baik tokoh agama, pemuda, organisasi kemasyarakatan, maupun elite lokal—harus menahan diri dari narasi-narasi provokatif.

Kepercayaan kepada aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian, menjadi kunci untuk memastikan bahwa penanganan insiden pawai takbiran berlangsung objektif, transparan, dan berkeadilan.

Lebih dari itu, upaya mengobarkan konflik SARA sesungguhnya adalah bentuk penistaan terhadap nilai-nilai Pancasila. Sebagai dasar negara, Pancasila menegaskan prinsip kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial.

Baca juga : Pengamat Sosial Hizkia Darmayana: Pembocoran Pernyataan Aksandri, Upaya Rusak Halmahera dengan Konflik SARA

Setiap tindakan yang dengan sengaja memecah belah masyarakat atas dasar identitas primordial berarti mengingkari konsensus kebangsaan yang telah dibangun dengan susah payah.

Dalam kerangka Ilmu Sosial, perdamaian bukanlah kondisi yang terjadi secara otomatis, melainkan hasil dari proses panjang yang membutuhkan komitmen, kepercayaan, dan kerja kolektif. Johan Galtung menyebutnya sebagai “positive peace”, yaitu kondisi di mana tidak hanya ketiadaan kekerasan, tetapi juga hadirnya keadilan sosial dan harmoni struktural.

Karena itu, menjaga perdamaian di Halmahera Utara bukan sekadar tugas aparat keamanan, melainkan tanggung jawab seluruh warga. Upaya-upaya provokasi, termasuk melalui kebocoran informasi yang tendensius, harus dilawan dengan kesadaran kolektif bahwa masa depan Halut jauh lebih penting daripada kepentingan sesaat kelompok tertentu.

Sudah saatnya semua komponen masyarakat menutup ruang bagi para “penunggang konflik” dan membuka kembali ruang dialog yang sehat, jernih, dan berorientasi pada rekonsiliasi. Hanya dengan cara itulah Halmahera Utara dapat terus melangkah sebagai wilayah yang damai, inklusif, dan berkeadaban.

Redaksi Energi Juang News

Pink Moon Muncul Malam Ini, Waktu Terbaik Melihat

Pink Moon Muncul Malam Ini, Waktu Terbaik Melihat

Energi Juang News, Jakarta- Fenomena Pink Moon atau bulan purnama April akan muncul di langit Jakarta pada Rabu (1/4/2026) malam.

Profesor astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Thomas Djamaluddin, mengatakan bahwa fenomena ini merupakan fase bulan purnama yang terjadi pada awal April.

“Purnama pink tahun ini pada Rabu, malam Kamis, 1-2 April 2026,” ujar Thomas, Selasa (31/3/2026), dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, masyarakat dapat mulai mengamati Pink Moon sejak setelah terbenam matahari, Rabu (1/4/2026) hingga sebelum matahari terbit, Kamis (2/4/2026).

Waktu Terbaik Mengamati Pink Moon

Berdasarkan informasi dari situs astronomi Time and Date, waktu terbaik untuk menyaksikan Pink Moon adalah sesaat setelah bulan terbit, atau bertepatan dengan waktu setelah terbenam matahari.

Pada momen ini, bulan berada di posisi rendah dekat cakrawala. Posisi tersebut memicu efek ilusi optik.

Efek atmosfer membuat bulan tampak lebih besar. Cahaya yang terlihat juga cenderung keemasan dan lebih jelas dibandingkan saat bulan berada tinggi di langit.

Baca juga : Waspada El Nino ‘Godzilla’! Ini Kata BMKG

Fenomena ini dapat diamati hingga dini hari, selama langit tidak tertutup awan tebal.

Bisa Dilihat Tanpa Alat

Thomas menegaskan, Pink Moon dapat diamati secara langsung tanpa alat bantu.

“Dapat diamati tanpa alat atau dengan teleskop plus kamera,” kata dia.

Fenomena ini aman untuk disaksikan dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

Kondisi yang terjadi juga sama seperti bulan purnama lainnya, termasuk peningkatan pasang air laut akibat posisi Bulan dan Matahari yang hampir segaris dengan Bumi.

Pink Moon Bukan Berwarna Pink

Meski disebut “Pink Moon”, warna bulan tidak berubah menjadi merah muda.

“Warnanya bukan pink, sama dengan purnama umumnya, putih kekuningan,” ujarnya.

Istilah tersebut berasal dari tradisi penamaan bulan purnama di Amerika Serikat.

Nama “Pink Moon” merujuk pada bunga liar berwarna merah muda, yaitu phlox (Phlox subulata), yang mekar pada musim semi bulan April di Amerika Utara.

Dengan demikian, istilah tersebut berkaitan dengan penanda musim, bukan warna bulan yang terlihat dari Bumi.

Redaksi Energi Juang News

Krisis Energi Asia, Jepang Gandeng Indonesia

Krisis Energi Asia, Jepang Gandeng Indonesia

Energi Juang News, Tokyo- Jepang dan Indonesia sepakat mempererat koordinasi untuk menjaga stabilitas sektor energi di tengah situasi global yang kian tidak menentu.

Konflik Timur Tengah Picu Ketidakpastian Energi Global

Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus memicu kekhawatiran banyak negara. Konflik bermula dari serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu. Iran kemudian membalas dan menutup Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi sekitar 20 persen minyak dunia.

Penutupan jalur strategis tersebut langsung mengguncang rantai pasok minyak dan gas, khususnya di kawasan Asia yang sangat bergantung pada impor energi.

Kesepakatan kerja sama ini dicapai dalam pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden RI Prabowo Subianto di Tokyo, Selasa (31/3/2026).

Indonesia Jadi Mitra Strategis Jepang

Takaichi menilai situasi global saat ini memaksa banyak negara meninjau ulang strategi ketahanan energi mereka. Dalam kondisi tersebut, Indonesia dipandang memiliki peran penting.

Baca juga : Agenda Prabowo di Jepang-Korsel 2026

“Mengingat situasi Iran, kepentingan strategis sumber daya dan keamanan energi sekali lagi diakui secara global. Indonesia adalah negara kaya sumber daya yang utama,” ujar Takaichi dalam konferensi pers bersama Prabowo.

Indonesia dikenal sebagai eksportir batu bara termal terbesar di dunia dengan kontribusi hampir setengah dari total ekspor global. Selain itu, Indonesia juga menjadi pemasok utama gas alam cair (LNG), di mana sekitar seperempat pengirimannya menuju Jepang.

Selat Hormuz Jadi Titik Rawan Pasokan

Perhatian dunia kini tertuju pada Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi global. Gangguan di wilayah ini berpotensi memperparah krisis energi.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Jepang mengizinkan perusahaan utilitas untuk meningkatkan penggunaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara mulai bulan depan.

Selain itu, Jepang juga membuka cadangan minyak nasional, memberikan subsidi bahan bakar, serta mencari alternatif pasokan energi di luar Timur Tengah.

Komitmen Dorong Perdamaian dan Kerja Sama Ekonomi

Di sisi lain, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia dan Jepang untuk turut meredakan konflik yang terjadi.

“Jepang dan Indonesia akan melakukan upaya terbaik untuk meyakinkan semua pihak (di Timur Tengah) agar meredakan ketegangan,” tutur Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mendorong penguatan kerja sama ekonomi. Ia mengajak Jepang untuk berinvestasi di berbagai sektor strategis.

Saya mengundang partisipasi Jepang dalam ekonomi Indonesia, termasuk di sektor mineral kritis, tanah jarang (rare earths), industrialisasi, dan energi nuklir,” tambah Prabowo.

Meski demikian, kedua negara belum merinci mekanisme teknis terkait koordinasi keamanan ekonomi yang akan dijalankan ke depan.

Redaksi Energi Juang News

Solo Perketat Aturan Sampah, Tipiring Mengintai

Solo Perketat Aturan Sampah, Tipiring Mengintai

Energi Juang News, Solo- Pemerintah Kota Solo bersiap menerapkan aturan baru yang lebih ketat untuk menekan persoalan sampah. Kebijakan ini dirancang sebagai langkah serius dalam memperbaiki sistem pengelolaan lingkungan di wilayah tersebut.

Pemkot Solo Siapkan Aturan Khusus Pengelolaan Sampah

Pemerintah Kota Solo akan menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang secara khusus mengatur kewajiban pengelolaan sampah bagi seluruh elemen masyarakat. Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan, aturan ini menyasar berbagai pihak, mulai dari rumah tangga hingga pelaku usaha dan perkantoran.

Saat ini, regulasi tersebut masih dalam tahap kajian dan sosialisasi. Pemerintah menargetkan aturan segera berlaku dalam waktu dekat. Kebijakan ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib dan efektif.

“Dalam aturan ini akan dijelaskan secara rinci tanggung jawab masing-masing pihak dalam mengelola sampahnya. Tujuannya agar penanganan sampah di Solo bisa berjalan lebih optimal,” ujarnya saat ditemui di Solo, Rabu (1/4/2026).

Sanksi Tipiring Disiapkan untuk Pelanggar

Pemkot Solo tidak hanya menetapkan kewajiban, tetapi juga menyiapkan sanksi tegas. Respati menegaskan, pelanggar aturan tidak hanya dikenai sanksi administratif, tetapi juga dapat diproses melalui tindak pidana ringan (tipiring).

Langkah ini diambil untuk memperkuat disiplin masyarakat. Pemerintah masih menemukan praktik pembuangan sampah sembarangan di sejumlah titik kota. Penegakan hukum dinilai penting agar kebiasaan tersebut bisa dihentikan.

Baca juga : Joget dikala Operasi, Perawat RSUD Datu Beru Dinonaktifkan

“Penegakan hukum menjadi penting mengingat masih ditemukannya praktik pembuangan sampah sembarangan di sejumlah titik,” katanya.

Kasus di Jalan Slamet Riyadi Jadi Sorotan

Salah satu kasus yang mendapat perhatian terjadi di kawasan Jalan Slamet Riyadi. Satuan Polisi Pamong Praja Kota Solo mengungkap praktik pembuangan sampah liar di area tersebut.

Respati menyayangkan kejadian itu. Ia menilai perilaku membuang sampah sembarangan dapat merusak wajah kota sekaligus mengancam kesehatan lingkungan.

“Perilaku tidak bertanggung jawab dalam membuang sampah, dapat merusak wajah kota dan berdampak pada kesehatan lingkungan,” ujar dia.

Edukasi dan Sistem Pengelolaan Diperkuat

Selain penindakan, Pemkot Solo juga akan memperkuat edukasi kepada masyarakat. Pemerintah akan menggandeng perangkat wilayah, komunitas, dan pelaku usaha untuk membangun kesadaran kolektif.

Upaya lain yang disiapkan meliputi penguatan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik, serta peningkatan fasilitas seperti tempat pembuangan sementara (TPS) dan layanan pengangkutan.

Dengan sistem yang lebih terintegrasi, pemerintah berharap volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dapat ditekan.

“Kami sangat menyayangkan masih adanya pembuangan sampah liar. Ke depan, pelanggaran seperti ini akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.

Harapan Perubahan Perilaku Masyarakat

Melalui Perwali ini, Pemkot Solo ingin membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah. Pemerintah mengajak masyarakat untuk terlibat aktif menjaga kebersihan kota.

Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci agar kebijakan ini berjalan efektif dan berkelanjutan.

Redaksi Energi Juang News

Misteri Makam Mbah Klemuk di Jalur Kematian Batu

hantu nenek
hantu nenek

Energi Juang News,Malang- Kabut turun perlahan menyelimuti jalur alternatif Klemuk saat malam mulai menelan sisa cahaya senja. Jalan yang menurun tajam itu terlihat seperti pita hitam yang membelah hutan, sunyi dan dingin. Bagi pengendara yang melintas, suasana di sana selalu terasa berbeda—lebih berat, seolah ada mata tak kasatmata yang mengawasi setiap langkah roda yang bergulir.

Mardi (26) perantau yang sedang mencari jati diri tiba di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, tepat saat langit berubah gelap. Warga setempat sudah terbiasa dengan cerita-cerita yang beredar, namun tetap saja, mereka tidak pernah benar-benar menganggapnya biasa.

“Mas mau ke makam itu?” tanya seorang pria tua bernama Poyo (63), sambil menatap jalan menurun yang menghilang di balik pepohonan.

Mardipun mengangguk, Tampak Pak Poyo menghela napas panjang.
“Kalau malam, jangan lama-lama di sana. Banyak yang datang, tapi gak semua pulang dengan perasaan yang sama.”

Menurut Poyo, makam yang kini dikenal sebagai makam Mbah Klemuk sudah ada sejak ia kecil. Namun tak ada satu pun warga yang benar-benar tahu siapa yang dimakamkan di sana.

“Katanya sih, dulu ada nenek tua,” ujar Poyo pelan.
“Dia bukan orang sini. Setiap hari jalan kaki, bawa dagangan, lewat hutan ini.”

Nenek itu, katanya, hidup sederhana. Berangkat pagi, pulang sore, menyusuri jalur yang saat itu masih berupa jalan kecil sejak sekitar tahun 1904.

Hingga suatu hari, takdirnya berakhir tragis.

“Dia pulang naik cikar,” lanjut Poyo.
“Tapi pas di tikungan itu… cikar terguling. Neneknya meninggal di tempat.”

Warga yang menemukan jasadnya kebingungan. Tak ada yang mengenali wajahnya, tak ada keluarga yang datang mencari.

“Akhirnya dikubur di situ juga,” katanya sambil menunjuk arah gelap di kejauhan.
“Ya, jadi makam yang sekarang itu.”

Ketika jalur Klemuk mulai diaspal sekitar tahun 2014, makam tersebut tidak dipindahkan. Anehnya, pekerja proyek pun konon enggan menyentuh area itu.

“Katanya ada yang coba ganggu makamnya,” kata seorang warga lain yang ikut bergabung, Pak Roni.
“Besoknya langsung sakit. Ada juga yang kecelakaan.”

Sejak saat itu, makam tersebut dibiarkan tetap berdiri di pinggir jalan, di antara semak dan pohon besar yang menaungi.

Namun yang membuat kisah ini semakin mencekam adalah rentetan kecelakaan yang terjadi di jalur tersebut. Penyebab kecelakaan yang beragam, semisal Rem blong, mobil terguling bahkan motor terseret hingga jurang. Dan hampir semuanya terjadi selalu di sekitar titik makam itu.

“Orang sini percaya,” ujar Pak Roni sambil menatap serius,
“Setiap kecelakaan itu… ada kaitannya sama penunggunya.”

Mardi terdiam. lanjut berkata “Penunggu?” tanya Mardi pelan.

Pak Ronipun mengangguk, “Bukan cuma nenek. Ada juga yang bilang… ular besar.”

Seiring waktu, makam tersebut justru menjadi tempat yang didatangi banyak orang. Bukan untuk sekadar melihat, tapi untuk bertapa.

Orang-orang datang di malam tertentu—malam Jumat Kliwon, atau saat bulan purnama.

“Kalau mereka berhasil ketemu, hidupnya bisa berubah” kata Pak Poyo, “Ketemu siapa?” Mardi bertanya. Pak Poyo menatap Mardi dalam-dalam.
“Kadang nenek itu… kadang ular.”

Konon, sosok ular astral sering muncul melingkar di sekitar makam. Ukurannya besar, matanya menyala dalam gelap.

Namun yang paling sering dilihat adalah sosok nenek tua.

Punggungnya bungkuk yang sedang membawa pikulan sedang berjalan pelan di pinggir jalan.

Seorang pemuda desa, Ardi (38), pernah mengalami langsung kejadian itu.

“Saya pulang malam, naik motor,” ceritanya dengan suara bergetar.
“Tiba-tiba ada nenek di depan. Jalan pelan banget.”

“Saya klakson berkali-kali, tapi dia gak minggir.”

“Pas saya dekat… dia hilang.”

Ardi berhenti sejenak, lalu menelan ludah.

“Setelah itu… motor saya langsung mati.”

Karena itulah, hingga sekarang, banyak pengendara yang membunyikan klakson saat melintas di jalur Klemuk.

Menyalakan klakson bukan sekadar kebiasaan. Tapi itu bentuk permisi pengendara yang melintasi tempat tersebut.

“Kalau gak klakson, rasanya kayak ada yang ngikutin,” kata seorang ojek online yang sering melintas.
“Minimal kita kasih tanda lah… biar selamat.”

Bahkan beberapa pengemudi mengaku melihat bayangan di kaca spion setelah melewati makam.Namun ia melihat bayangan yang tidak seharusnya ada.

Makam Mbah Klemuk kini sudah memiliki bangunan sederhana—dinding bata, atap seng, dan bendera merah putih yang berkibar di depannya.

Yang merawatnya, kata Poyo, adalah seseorang yang pernah “mendapatkan” sesuatu dari sana.

“Dia pernah bertapa,” ujar Poyo.
“Dan katanya… berhasil.”

“Berhasil gimana?” tanya saya.

Poyo hanya tersenyum tipis.
“Hidupnya berubah. Dari susah jadi berkecukupan.”

Namun sejak saat itu, orang tersebut tidak pernah meninggalkan makam.

Seolah ada ikatan yang tak terlihat.

Mardi memutuskan untuk melihat langsung makam itu.

Langkah terasa berat saat mendekat. Udara dingin menusuk, dan suara serangga malam terdengar seperti bisikan panjang.

Di depan makam, Mardi berdiri diam.

Tak ada apa-apa.
Hanya batu nisan berwarna hijau, sunyi, dan sederhana.

Namun entah kenapa, dada terasa sesak.

Seperti ada sesuatu yang berdiri di belakang Mardi. Perlahan, ia menoleh namun tak terlihat apapun.

Tapi saat Mardi kembali menatap makam…ia melihat bayangan.

Seorang nenek bungkuk yang sedang membawa pikulan, ia berdiri tepat di samping nisan.

Mardi membeku.

“Sudah dibilang… jangan lama-lama di sini.”

Suara itu tiba-tiba terdengar di belakang saya.

Mardi menoleh cepat.

Poyo berdiri di sana, menatap nya dengan wajah serius.

“Kalau dia sudah menampakkan diri,” katanya pelan,
“artinya kamu sudah diperhatikan.”

Misteri Mbah Klemuk bukan sekadar cerita lama yang dilupakan waktu. Ia hidup di antara jalan sunyi, di antara tikungan tajam yang sering merenggut nyawa.

Bagi sebagian orang, itu hanya mitos.
Namun bagi warga sekitar, itu adalah kenyataan yang harus dihormati.

Karena di jalur itu, bukan hanya manusia yang melintas.

Dan tidak semua yang terlihat… benar-benar hidup.

Redaksi Energi Juang News