Sabtu, April 18, 2026
spot_img
BerandaSainsWaspada El Nino 'Godzilla'! Ini Kata BMKG

Waspada El Nino ‘Godzilla’! Ini Kata BMKG

Energi Juang News, Jakarta- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan prediksi El Nino kuat yang disebut sebagai El Nino ‘Godzilla’.

“Istilah El Nino ‘Godzilla’ tidak ada dalam khasanah klimatologi yang resmi di dunia dan cenderung hiperbolis. Kategori El Nino hanya El Nino lemah, moderat, dan kuat. Saat ini prediksi resmi BMKG adalah peluang 50-60 persen El Nino lemah hingga moderat setelah semester 2,” ungkap Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan, Rabu (25/3).

BMKG Luruskan Istilah El Nino ‘Godzilla’ dan Prediksi Resmi Musim Kemarau 2026

Sebelumnya, Fenomena iklim ‘Godzilla’ El Nino diprediksi bakal membuat cuaca di Indonesia dan sejumlah negara di dunia semakin panas dalam beberapa bulan ke depan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi potensi terjadinya ‘Godzilla’ El Nino di Indonesia disertai dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada beberapa bulan mendatang. Kombinasi fenomena ini membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering.

“‘Godzilla’ El Niño + IOD Positif, kedengarannya keren, tapi dampaknya nggak main-main. Kemarau bisa jadi lebih panjang, lebih kering, dan hujan makin jarang turun di Indonesia. Awan pun lebih banyak ‘nongkrong’ di Pasifik sedangkan kita kebagian panasnya aja,” tulis BRIN di Instagramnya, Jumat (20/3).

Kombinasi El Nino dan IOD Positif: Risiko Kemarau Lebih Panjang, Kering, dan Panas di Indonesia

El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator. Fenomena ini berdampak pada musim kemarau di Indonesia yang lebih panjang dan kering.

Sementara, pemberian nama ‘Godzilla’ merujuk pada El Nino variasi kuat. Istilah Godzilla yang disematkan pada fenomena El Nino bukan pertama kali muncul.

Baca juga :  Fenomena Cold Moon, Bagaimana Cara Melihatnya?

Baca juga : Pink Moon Muncul Malam Ini, Waktu Terbaik Melihat

Istilah tersebut pertama kali dilontarkan oleh ahli klimatologi NASA Bill Patzert pada 2015. Fenomena ini terjadi akibat suhu sangat tinggi di bagian timur Samudra Pasifik dan memicu serangkaian bencana alam di sejumlah penjuru dunia.

“Ini jelas berpotensi menjadi ‘Godzilla El Nino,'” katanya saat itu.

Dikutip dari ABC, “Godzilla” El Niño bukanlah istilah teknis atau ilmiah, tetapi merupakan cara untuk menggambarkan fenomena El Niño saat itu, karena fenomena tersebut kemungkinan besar akan menjadi salah satu yang terkuat sejak pencatatan dimulai pada 1950.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments