Senin, Mei 25, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 8

Menjaga Mutis dengan Mengakui Masyarakat Adat

Menjaga Mutis dengan Mengakui Masyarakat Adat

Perubahan status Cagar Alam Mutis Timau menjadi Taman Nasional Mutis Timau melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 964 Tahun 2024 memunculkan persoalan mendasar. Kebijakan tersebut dinilai kembali menempatkan masyarakat adat sebagai objek kebijakan, bukan sebagai pihak utama dalam pengelolaan ruang hidupnya.

Perubahan status kawasan tidak hanya memicu konflik sosial. Kebijakan itu juga memperlihatkan masih lemahnya pemahaman bahwa konservasi lingkungan tidak dapat dipisahkan dari pengakuan hak masyarakat adat yang selama ini menjaga kawasan tersebut.

Bagi masyarakat adat di sekitar Gunung Mutis, Gunung Kekneno, dan Gunung Mollo, kawasan Mutis bukan sekadar bentang alam. Kawasan itu menjadi ruang hidup, sumber mata air, pusat spiritualitas, sekaligus wilayah budaya yang diwariskan turun-temurun.

Kawasan tersebut juga menyimpan mata air yang menopang kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Pulau Timor. Hubungan masyarakat adat dengan wilayah itu tumbuh melalui aturan adat, ritus budaya, serta praktik ekologis yang berlangsung jauh sebelum negara membangun sistem konservasi modern.

Konservasi dan Hak Masyarakat Adat

Penetapan status taman nasional tanpa pelibatan dan persetujuan masyarakat adat dinilai mengabaikan prinsip keadilan ekologis serta hak asasi masyarakat adat.

Prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC) dalam hukum internasional menegaskan bahwa masyarakat adat berhak memberikan persetujuan bebas yang didahului informasi memadai sebelum kebijakan yang memengaruhi wilayah hidup mereka ditetapkan.

Prinsip tersebut juga diakui dalam United Nations Declaration on the Rights of Indigenous Peoples (UNDRIP). Karena itu, ketika negara mengambil keputusan tanpa persetujuan masyarakat adat, pendekatan konservasi berpotensi menjadi eksklusif dan menjauh dari prinsip keadilan sosial.

Pandangan serupa telah lama muncul dalam kajian lingkungan. Ahli politik lingkungan Ramachandra Guha mengkritik model konservasi yang menyingkirkan masyarakat lokal melalui konsep authoritarian conservation. Model tersebut memusatkan kekuasaan pada negara sambil mengabaikan masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam.

Padahal, berbagai penelitian menunjukkan kawasan yang dikelola masyarakat adat justru cenderung lebih terjaga.

Pemikiran Elinor Ostrom mengenai commons juga relevan dalam membaca persoalan Mutis. Ostrom menjelaskan bahwa komunitas lokal memiliki kemampuan mengelola sumber daya bersama secara berkelanjutan melalui aturan sosial yang dibangun sendiri.

Pengelolaan berbasis komunitas tidak identik dengan kerusakan. Sebaliknya, model tersebut dapat menjadi sistem konservasi yang efektif karena masyarakat memiliki keterikatan sosial, budaya, dan ekonomi dengan wilayahnya.

Pengelolaan Mutis Butuh Keadilan Ekologis

Setelah kawasan Mutis ditetapkan sebagai taman nasional dan dibuka untuk aktivitas wisata, masyarakat justru menemukan sejumlah persoalan ekologis.

Beberapa warga melaporkan pencemaran lingkungan di sekitar kawasan gunung dan sumber mata air. Sampah ditemukan berserakan di sejumlah titik. Selain itu, keterbatasan fasilitas sanitasi memicu perilaku buang air sembarangan di kawasan hutan.

Kondisi tersebut tidak hanya merusak kualitas lingkungan. Situasi itu juga dinilai mencederai wilayah yang secara adat dianggap sakral.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan negara tidak selalu lebih efektif dibanding sistem yang dijalankan masyarakat adat. Ketika kawasan dikelola secara birokratis dan berorientasi pada pembukaan akses wisata tanpa kesiapan infrastruktur ekologis, risiko pencemaran dan eksploitasi dapat meningkat.

Di sisi lain, masyarakat adat yang selama ini menjaga kawasan melalui larangan adat, pengawasan kolektif, dan penghormatan terhadap alam justru tersingkir dari proses pengambilan keputusan.

Padahal, Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 menegaskan bahwa negara mengakui dan menghormati masyarakat hukum adat beserta hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai perkembangan masyarakat.

Selain itu, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 juga menegaskan bahwa hutan adat bukan lagi bagian dari hutan negara.

Karena itu, pengelolaan kawasan konservasi perlu dibangun melalui kemitraan yang adil bersama masyarakat adat, bukan melalui pendekatan sepihak.

Penolakan masyarakat adat terhadap perubahan status Cagar Alam Mutis Timau menjadi Taman Nasional Mutis Timau perlu dipahami sebagai kritik terhadap model konservasi yang dinilai meminggirkan masyarakat adat.

Masyarakat adat Mutis justru mempertahankan praktik konservasi yang telah berlangsung selama berabad-abad, yakni menjaga hutan sebagai sumber kehidupan bersama.

Masa depan konservasi Indonesia membutuhkan pendekatan yang lebih partisipatif. Pengelolaan kawasan ekologis yang berkelanjutan hanya dapat tercapai jika masyarakat adat ditempatkan sebagai bagian utama dalam perlindungan lingkungan.

Tanpa pengakuan tersebut, konservasi berisiko kehilangan fondasi sosial yang selama ini menjadi kekuatan utama perlindungan kawasan.

Redaksi Energi Juang News

IHSG Anjlok 4,11%, Sentuh Level Terendah Setahun

IHSG Anjlok 4,11%, Sentuh Level Terendah Setahun

Energi Juang News, Jakarta— Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia kembali bergerak dalam tekanan pada Selasa (19/5/2026). Aksi jual terjadi hampir di seluruh sektor, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap sejumlah saham berkapitalisasi besar dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Kapitalisasi pasar juga menyusut tajam hingga ratusan triliun rupiah. Kondisi itu memperpanjang tren negatif yang sudah terjadi sejak awal pekan.

IHSG Tertekan Saham Big Caps

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 4,11% atau melemah 270,91 poin ke posisi 6.328,28 pada awal sesi kedua perdagangan. Posisi tersebut menjadi level terendah IHSG dalam lebih dari satu tahun.

Nilai kapitalisasi pasar tercatat turun sekitar Rp415 triliun menjadi Rp11.137 triliun dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Mayoritas saham bergerak di zona merah. Sebanyak 661 emiten melemah, 80 saham stagnan, dan hanya 74 saham menguat. Nilai transaksi mencapai Rp17,72 triliun dengan volume perdagangan 33,36 miliar saham dalam 2,04 juta transaksi.

Pelemahan terbesar datang dari sektor bahan baku yang terkoreksi 8,4%. Tekanan terutama berasal dari saham-saham milik grup Prajogo Pangestu.

Saham PT Ekamas Fortuna (MORA) turun 11,41% dan menjadi pemberat utama indeks dengan kontribusi negatif 13,45 poin. Berikutnya ada PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Sebagian saham tersebut sebelumnya diketahui keluar dari indeks MSCI.

FTSE Soroti Saham dengan Konsentrasi Tinggi

Tekanan pasar semakin besar setelah FTSE Russell mengeluarkan peringatan terkait saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

Dalam dokumen “Index Treatment for the June 2026 Index Review” yang dirilis pada 13 Mei 2026, FTSE menyatakan saham yang mendapat peringatan HSC berpotensi dikeluarkan dari indeks.

FTSE menilai saham dengan kepemilikan yang terlalu terkonsentrasi berisiko mengalami penurunan likuiditas. Kondisi itu dinilai menyulitkan investor institusi, terutama pengelola dana pasif, saat ingin keluar dari saham tertentu.

Lembaga tersebut bahkan menegaskan sekuritas terdampak akan dihitung pada harga nol dalam tinjauan indeks Juni 2026. Kebijakan itu efektif berlaku mulai pembukaan perdagangan 22 Juni 2026.

Sebelumnya, MSCI juga lebih dulu mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari indeks globalnya. Langkah dua penyedia indeks dunia itu memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek likuiditas saham domestik.

Rupiah Ikut Melemah

Selain sentimen pasar saham, pelemahan rupiah turut menambah tekanan terhadap IHSG.

Berdasarkan data Refinitiv per pukul 12.49 WIB, rupiah melemah 0,51% ke posisi Rp17.730 per dolar Amerika Serikat. Pada pembukaan perdagangan pagi, mata uang Garuda juga sudah berada di level Rp17.650 per dolar AS atau turun 0,06%.

Kondisi tersebut memperlihatkan tekanan masih membayangi pasar keuangan domestik, baik dari sisi saham maupun nilai tukar.

Redaksi Energi Juang News

Iran Ajukan Proposal Baru ke AS via Pakistan

Iran Ajukan Proposal Baru ke AS via Pakistan

Energi Juang News, Jakarta – Teheran kembali mengirim pesan diplomatik ke Washington di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh. Pemerintah Iran menyerahkan proposal terbaru untuk mengakhiri konflik kepada Amerika Serikat melalui Pakistan sebagai mediator.

Langkah itu muncul saat perundingan damai antara kedua negara berjalan alot. Sejumlah tuntutan utama dari kedua pihak masih belum menemukan titik temu.

Iran Minta Sanksi Dicabut

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan respons Teheran atas proposal terbaru Washington telah disampaikan kepada pihak AS melalui Pakistan.

Dalam konferensi pers yang dikutip Al Jazeera dan Al Arabiya, Selasa (19/5/2026), Baghaei menegaskan Iran tetap mempertahankan tuntutan yang selama ini dibawa dalam setiap putaran negosiasi.

Iran meminta pencairan aset-aset negara yang dibekukan di luar negeri serta pencabutan sanksi dari AS.

“Poin-poin yang diangkat adalah tuntutan Iran yang telah dipertahankan dengan tegas oleh tim negosiasi Iran di setiap putaran negosiasi,” ujar Baghaei.

Selain itu, Teheran juga meminta kompensasi atas kerusakan akibat perang, penghentian blokade AS terhadap pelabuhan Iran, serta penghentian pertempuran di berbagai wilayah, termasuk Lebanon yang menjadi lokasi konflik antara Israel dan Hizbullah.

Negosiasi Damai Masih Mandek

Dalam beberapa pekan terakhir, Washington dan Teheran saling bertukar proposal di tengah masa gencatan senjata yang telah berlangsung sekitar enam minggu. Namun, proses negosiasi yang dimediasi Islamabad disebut masih menemui jalan buntu.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut kondisi gencatan senjata berada dalam situasi “kritis”.

Sumber dari Pakistan menyebut kemajuan menuju perdamaian sulit dicapai karena kedua pihak terus mengubah tuntutan mereka.

“Kita tidak memiliki banyak waktu,” kata sumber tersebut.

AS Desak Iran Soal Program Nuklir

Di sisi lain, AS tetap menekan Iran agar membubarkan program nuklirnya. Washington juga meminta Teheran menghentikan blokade efektif di Selat Hormuz, jalur strategis distribusi minyak dan gas dunia.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Trump terkait proposal terbaru Iran. Namun pada akhir pekan lalu, Trump kembali memberi peringatan keras kepada Teheran lewat media sosial.

Ia mengatakan waktu bagi Iran terus menipis dan meminta Teheran segera mengambil langkah cepat sebelum situasi semakin memburuk.

Redaksi Energi Juang News

Chery Q Dibuka untuk Pre-Booking, Harga Mulai Rp200 Jutaan

Chery Q Dibuka untuk Pre-Booking, Harga Mulai Rp200 Jutaan

Energi Juang News, Jakarta- Chery memperkenalkan mobil listrik terbaru mereka untuk pasar Indonesia. Pabrikan asal Tiongkok itu juga mulai membuka pemesanan awal bagi konsumen yang tertarik membawa pulang kendaraan listrik ringkas tersebut.

Pemesanan dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi perusahaan hingga 15 Juli 2026. Chery memastikan tidak ada batas kuota selama masa pre-booking berlangsung.

Chery Q Dibanderol Sekitar Rp200 Juta

Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania, mengatakan harga Chery Q berada di kisaran Rp200 jutaan. Meski demikian, perusahaan belum mengumumkan harga resmi lengkapnya.

“Chery Indonesia resmi membuka periode pre-booking Chery Q untuk konsumen Indonesia, dan booking ini bisa dilakukan secara online di website resmi kami,” ujar Budi di Jakarta, Senin (18/5).

Konsumen yang melakukan pemesanan selama periode tersebut akan memperoleh paket tambahan bertajuk “Sigma Package”. Paket ini mencakup fitur power tailgate, autonomous parking assist, velg 17 inci dengan desain khusus, serta external communication audio.

Chery menyebut nilai seluruh tambahan fitur tersebut mencapai Rp40 juta.

Produksi Lokal dan Pengiriman Mulai Kuartal Tiga

Pada kesempatan yang sama, Country Director Chery Sales Indonesia (CSI), Zeng Shuo, mengatakan Chery Q akan diproduksi di Indonesia.

Menurut dia, pengiriman unit ke konsumen diperkirakan mulai berjalan pada kuartal ketiga 2026.

“Kita estimasi waktu pengiriman di kuartal tiga. Semua produk Chery semuanya kita sudah produksi di sini termasuk Chery Q ini,” kata Zeng.

Jarak Tempuh Capai 400 Kilometer

Dari sisi desain, Chery Q tampil dengan bodi kompak yang memadukan garis mengotak dan lekukan membulat. Tampilan tersebut membuat mobil ini terlihat modern sekaligus dinamis.

Chery juga menyediakan berbagai aksesori kabin tambahan yang dapat disesuaikan dengan selera pemilik kendaraan.

Untuk performa, mobil listrik ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 400 kilometer dalam kondisi baterai penuh berdasarkan standar NEDC.

Mengacu pada spesifikasi pasar Tiongkok, Chery Q memiliki dimensi 4.195 mm x 1.811 mm x 1.574 mm dengan wheelbase 2.700 mm. Ruang kaki penumpang belakang disebut mencapai 977 mm.

Mobil ini juga menawarkan kapasitas bagasi belakang hingga 1.450 liter serta bagasi depan berukuran 70 liter. Selain mendukung kebutuhan harian, Chery Q dibekali sistem mengemudi pintar dan kabin yang cukup lapang untuk menunjang kenyamanan pengguna.

Redaksi Energi Juang News

Telikung Cinta Jarak Jauh, Berakhir Prahara

Telikung
Telikung

Energi Juang News,Magetan- Telikung cinta jarak jauh Magetan – Taiwan tak menghalangi keduanya untuk sepakat melanjutkan tongkat estafet  istri tetangganya. Bendot, 42, dari Magetan bisa “menyerobot” Peni, 35, bini tetangga yang jadi TKW di Taiwan. Dan dipastikan Paidi,40,suaminya tak terima karena ada yang menelikung tanpa aba aba terlebih dahulu.

Yang bikin Paidi tak habis pikir, baru saja pulang kok minta cerai ternyata nikah dengan Bendot yang ternyata selingkuhan istrinya. Magetan nian nasib suami Peni ini, setelah 2 tahun sentolopnya nganggur tak punya kuota, eeh sentolopnya malah dibuat nganggur selamanya.

HP dan kuota internet memang sangat memudahkan komunikasi, hingga sampai soal komunikasi sambung raga pula. Sebab kini sering terjadi perselingkuhan lewat video call, dengan modal hanya HP.

Cuma suami sahnya tak kontrol tingkah istri, rumah tangga di rumah berakhir prahara karenanya. Walhasil, HP canggih itu memudahkan, tapi juga sangat membahayakan. Banyak lho sekarang orang masuk penjara gara-gara bermain-main di medsos lewat HP pribadi.

Di Magetan Jatim, Ny. Peni yang jadi TKW di Taiwan, bisa menjalin asmara dengan Bendot tetangga sendiri di Pagelaran. Gara-gara HP canggih, saat di Magetan cintanya baru 25 persen, tapi setelah di Taiwan selama beberapa tahun jadi 100 persen dan siap naik ranjang melayani nafsu birahi Bendot. Padahal di kampungnya Peni masih punya suami sah.

Sebelum Peni memutuskan diri sebagai TKW Taiwan, dia memang menjalin cinta dengan Bendot tetangga sebelah rumah. Saat ekonomi terpuruk, diam-diam Bendot sering memberikan belanja dapur buat keluarga Peni. Tentu saja tanpa sepengetahuan suaminya. Bagi Paidi,  ketika istri bisa masak enak dipikirnya dari pinjaman. Padahal itu aslinya BLT dari Bendot.

Namanya juga membantu, kan ala kadarnya. Karenanya keterpurukan ekonomi tetap berlanjut sehingga diputusakannya untuk menjadi TKW di Taiwan. Mestinya setelah ditinggal Peni di Taiwan, Bendot merana kehilangan cintanya.

Ternyata tidak, lewat HP canggih keduanya terus berkomunikasi lengkap dengan video call segala, Justru  Paidi yang jadi suaminya, makin lama makin tersisih. Memang benar tiap bulan selalui dapat kiriman duit dari Taiwan, tapi sentolop tetangga justru yang dialokasikan untuk Peni sepulang jadi TKW.

Tanpa terasa waktu 2 tahun telah berlalu. Tibalah Peni pulanng kampung dan setibaya.Paidi kecewa, karena setibanya di ranjang Peni dingin-dingin saja sikapnya. Bahkan ketika Paidi merapel rindu selama 2 tahun, dia melayani asal-asalan tanpa penuh penghayatan.

Yang bikin kaget, keesokan harinya Peni justru mau gugat cerai dengan suaminya. Tentu saja Paidi pusing, ‘ pulang dari Taiwan kok langsung minta cerai’ kira kira begitu isi hatinya. Dan pertanyaan baru muncul, lalu mau menikah lagi sama siapa? Tanya Paidi.Tapi Peni hanya menjawab, “Ada deh, kok mau tahu saja urusan orang.”

Proses perceraian Peni-Paidi terus berjalan. Dari situ pula Paidi mulai curiga dan bergerak cari info. Sehingga dari isu yang beredar di kalangan emak emak ia jadi tahu bahwa nantinya Peni mau dikawini siapa. Jawabannya mengarah ke satu tersangka: Bendot yang hidup menduda. Pikir Paidi, enak saja aset pejuang rupiah yang bertahun-tahun berada di luar negeri, begitu pulang kok cintanya dialokasikan ke pihak lain.

Tak perlu pikir panjang Paidi langsung ngelabrak Bendot tetangganya itu. Peristiwa yang disaksikan warga itu, sekaligus bagian penutup mahligai rumah tangga yang ia rintis susah payah. Pelajaran penting Paidi kala seorang suami ditinggal istri bekerja, bahwa soal tulang punggung jangan pernah mau digantikan istri, bisa bisa istri cari punggung yang lain.

Redaksi Energi Juang News

 

Saham BBCA Diburu Asing, Laba BCA Sesuai Ekspektasi

Saham BBCA Diburu Asing, Laba BCA Sesuai Ekspektasi

Energi Juang News, Jakarta- Pergerakan saham perbankan kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada awal pekan ini. Salah satu emiten yang mencuri perhatian yakni PT Bank Central Asia Tbk setelah investor asing ramai melakukan aksi beli di tengah publikasi kinerja terbarunya.

Pada perdagangan Senin (18/5/2026), saham PT Bank Central Asia Tbk atau Bank Central Asia (BBCA) ditutup naik 0,4% ke level Rp 6.125 per saham. Kenaikan itu terjadi bersamaan dengan masuknya dana asing ke saham BBCA setelah sebelumnya cukup lama dibayangi aksi jual investor global.

Investor Asing Masuk ke Saham BBCA

Data perdagangan di Bursa Efek Indonesia menunjukkan investor asing mencatat pembelian bersih (net buy) saham BBCA sebesar Rp 107,1 miliar di pasar reguler. Nilai tersebut menjadi yang terbesar dibanding saham lain pada perdagangan hari itu.

Minat investor muncul setelah BCA merilis perkembangan kinerja hingga April 2026. Berdasarkan catatan Stockbit Sekuritas, laba bersih bank only BBCA pada April 2026 mencapai Rp 4,8 triliun. Angka itu tumbuh 6% secara tahunan, meski turun 29% dibanding bulan sebelumnya.

Secara akumulatif, laba bersih bank only BBCA selama Januari-April 2026 mencapai Rp 20,8 triliun atau naik 3% year on year (yoy).

Stockbit Sekuritas menilai capaian tersebut masih sesuai ekspektasi pasar. Realisasi laba itu setara 34% dari estimasi konsensus laba konsolidasi sepanjang 2026.

Pendapatan Nonbunga Jadi Penopang

Kinerja BBCA pada empat bulan pertama tahun ini ditopang pertumbuhan pendapatan nonbunga atau non-interest income yang naik 8% yoy. Tren tersebut melanjutkan capaian positif pada kuartal I-2026.

Di sisi lain, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) tercatat cenderung stagnan. Net interest margin (NIM) turun menjadi 5,2% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 5,7%. Penurunan itu dipengaruhi melemahnya asset yield.

Sementara itu, pertumbuhan kredit BBCA hingga April 2026 tercatat sebesar 5% yoy. Angka tersebut masih berada di bawah target pertumbuhan kredit manajemen tahun ini yang dipatok sekitar 8-10%.

BBCA juga mencatat pembalikan provisi pada April 2026. Kondisi itu membuat beban provisi selama empat bulan pertama 2026 turun 16% yoy setelah sebelumnya sempat naik pada kuartal pertama.

Cost of credit (CoC) bank only BBCA turun menjadi 0,3% dari sebelumnya 0,4%. Posisi tersebut bahkan lebih rendah dibanding panduan manajemen tahun 2026 yang berada di kisaran 0,4-0,5%.

MNC Sekuritas Tetap Rekomendasikan Beli

MNC Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA. Meski demikian, perusahaan sekuritas itu memangkas target harga saham BBCA menjadi Rp 8.700 dari sebelumnya Rp 10.500 per saham.

Dengan harga penutupan saat ini, saham BBCA dinilai masih memiliki potensi kenaikan sekitar 42%.

Target harga tersebut mencerminkan estimasi valuasi price to book value (PBV) 2026 sebesar 3,4 kali dan 2027 sebesar 3 kali. Penyesuaian dilakukan seiring revisi cost of equity (CoE) menjadi 7,5%.

MNC Sekuritas menilai pertumbuhan pre-provision operating profit (PPOP), efisiensi operasional yang terus membaik, serta modal yang kuat akan menjaga ketahanan laba BBCA di tengah tekanan terhadap margin bunga bersih.

Meski begitu, risiko tetap datang dari kemungkinan perlambatan pertumbuhan kredit dan memburuknya kondisi ekonomi makro.

Redaksi Energi Juang News

Dari Harga Tiket Pesawat hingga Nasi Padang: Mengapa 2026 Berbeda dengan 1998?

Dari Harga Tiket Pesawat hingga Nasi Padang: Mengapa 2026 Berbeda dengan 1998?

Rasa was-was mulai menyelimuti kembali ruang publik Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) yang baru-baru ini menyentuh level Rp 17.600 per dolar AS membuat banyak orang bergidik mengingat episode kelam 1998. Kekhawatiran itu makin menjadi ketika harga kebutuhan sehari-hari mulai merangkak naik, seolah mengulang sejarah kelam 28 tahun silam.

Namun, benarkah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan pengulangan krisis moneter 1998? Mari kita bedah data dan fakta di balik kegalauan ini.

Gema 1998: Trauma yang Tak Terlupakan

Tahun 1998 meninggalkan luka mendalam. Diawali dari krisis moneter Asia, Rupiah yang semula stabil di kisaran Rp2.400 per dolar AS harus terpuruk hingga menyentuh titik terendah sekitar Rp16.900 per dolar AS pada pertengahan 1998 . Dampaknya dahsyat: inflasi melonjak tak terkendali hingga 77%, dan ekonomi nasional terkontraksi hingga minus 13% .

Yang lebih parah, krisis ini bukan hanya ekonomi. “Instability social-politic” terjadi setelah setahun Indonesia resesi, seperti yang diingatkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa .

Realita 2026: Mahal, Tapi Bukan Krisis

Saat ini, Rupiah memang tertekan dan harga-harga naik. Tiket pesawat terbang mahal, harga minyak goreng serta daging ayam ikut melambung . Namun, fondasi ekonominya berbeda jauh. Perbedaan paling krusial terletak pada inflasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju inflasi tahunan Indonesia pada April 2026 hanya tercatat sebesar 2,42% . Angka ini sangat jauh dari hiperinflasi 77% tahun 1998, dan bahkan masih dalam kisaran target pemerintah. Pertumbuhan ekonomi pun masih solid di atas 5%.

“Sekarang beda. Kalau rupiah melemah, seolah-olah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda,” tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa (19/5/2026) .

Pelemahan saat ini murni dipicu oleh faktor eksternal global: kebijakan suku bunga tinggi bank sentral AS (The Fed) serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia . Ini berbeda dengan 1998 yang dipicu oleh rapuhnya fundamental domestik seperti rasio hutang swasta yang tinggi dan sistem perbankan yang runtuh. Saat ini, cadangan devisa Indonesia aman di kisaran US$146 miliar dan rasio kredit macet (NPL) perbankan terkendali di 2,17% .

Jalan Keluar: Kembali ke Kemandirian

Meski bukan krisis, tekanan ini menjadi alarm bagi kita untuk serius membangun kemandirian. Ketergantungan pada impor membuat kita rentan terhadap gejolak global.

Pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto pun mulai gecep (gerak cepat) fokus pada ketahanan pangan. Baru-baru ini, dilaksanakan panen raya jagung nasional di Tuban yang dipimpin langsung oleh Presiden sebagai bukti nyata upaya menjaga stok dalam negeri .

“Sekarang, krisis apapun di luar negara kita, kita relatif lebih aman, lebih siap menghadapi cobaan,” ujar Prabowo saat meresmikan Koperasi Merah Putih di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026) .

Untuk masyarakat, langkah kecil seperti memulai berkebun di pekarangan rumah atau beralih ke produk lokal adalah bentuk nyata kemandirian. Indonesia negara kaya; sudah saatnya kita tidak lagi bergantung pada kondisi geopolitik dunia untuk memenuhi kebutuhan pokok sendiri. Jangan panik, tapi waspada dan mandiri.

Oleh: Esteria Tamba
(Penulis, Mahasiswa)

Redaksi Energi Juang News

Turis Malaysia Boikot RM Pagi Sore Usai Salah Tuduh

Turis Malaysia Boikot RM Pagi Sore Usai Salah Tuduh

Energi Juang News, Jakarta- Jakarta kembali menjadi perhatian warganet Malaysia setelah muncul keluhan dari rombongan wisatawan yang merasa dipermalukan saat berkunjung ke salah satu rumah makan terkenal di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Peristiwa itu kemudian ramai dibahas di media sosial dan memicu reaksi luas dari pengguna internet di negeri jiran.

Unggahan tersebut berasal dari akun Threads milik Norain Yunus. Ia mengaku bersama lima rekannya sempat makan di RM Pagi Sore cabang PIK pada Rabu (13/5), sesaat setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bandung.

Menurut cerita Norain, rombongannya memilih makan di restoran tersebut karena dikenal populer di kalangan wisatawan Malaysia yang datang ke Jakarta.

Kronologi Tuduhan Belum Bayar

Norain menyebut mereka memesan sembilan lauk dan menyelesaikan pembayaran senilai Rp907.500 menggunakan kartu pembayaran pada hari yang sama.

Namun beberapa hari setelahnya, tepatnya Sabtu (16/5), sopir dari agen perjalanan yang mendampingi rombongan menghubunginya untuk meminta bukti transaksi pembayaran restoran.

Ia mengaku terkejut setelah mengetahui rombongannya disebut meninggalkan rumah makan tanpa melunasi tagihan. Norain kemudian memeriksa riwayat transaksi dan mencari struk pembayaran yang masih tersimpan di tasnya.

Bukti pembayaran tersebut lalu diserahkan kepada agen perjalanan untuk diteruskan kepada pihak restoran.

Norain juga menyoroti kemungkinan situasi menjadi lebih rumit apabila pembayaran dilakukan secara tunai dan bukti transaksi tidak lagi tersedia.

RM Pagi Sore Sampaikan Klarifikasi

Setelah menerima bukti pembayaran, pihak RM Pagi Sore cabang PIK menyampaikan permintaan maaf melalui video yang dikirimkan kepada agen perjalanan wisatawan tersebut.

Perwakilan restoran menyebut insiden itu terjadi akibat miskomunikasi dan bukan unsur kesengajaan dari pihak mana pun.

Mereka juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami rombongan wisatawan Malaysia tersebut serta berharap hubungan baik tetap terjaga.

Seruan Boikot Muncul di Media Sosial

Meski klarifikasi telah diberikan, polemik tersebut telanjur menyebar di media sosial Malaysia. Salah satu akun agen perjalanan, @tripadukberadik, bahkan menyerukan boikot terhadap RM Pagi Sore.

Akun tersebut mengajak wisatawan Malaysia memilih tempat makan lain saat berkunjung ke Indonesia.

Di sisi lain, sejumlah warganet mempertanyakan sistem verifikasi pembayaran restoran. Mereka menilai pihak rumah makan seharusnya memastikan status transaksi pelanggan sebelum menyebarkan tuduhan.

RM Pagi Sore sendiri dikenal sebagai salah satu rumah makan Padang yang cukup populer di kalangan wisatawan Malaysia, terutama yang berkunjung ke Jakarta dan Bandung.

Redaksi Energi Juang News

KPK Periksa Muhadjir dalam Kasus Kuota Haji

KPK Periksa Muhadjir dalam Kasus Kuota Haji

Energi Juang News, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, pada Senin (18/5/2026). Pemeriksaan dilakukan terkait penyidikan dugaan korupsi pengelolaan kuota haji periode 2023-2024.

Muhadjir hadir sebagai saksi karena pernah menjabat Menteri Agama ad interim pada 2022. KPK meminta penjelasan mengenai penugasan tersebut, termasuk soal tambahan kuota haji pada tahun yang sama.

Muhadjir Datangi Gedung KPK pada Petang Hari

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik menjadwalkan pemeriksaan Muhadjir dalam lanjutan perkara kuota haji.

Sebelumnya, Muhadjir sempat meminta penundaan pemeriksaan karena memiliki agenda lain yang telah terjadwal. Namun, ia akhirnya tetap memenuhi panggilan penyidik pada Senin petang sekitar pukul 17.54 WIB di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Usai diperiksa selama sekitar satu jam 46 menit, Muhadjir mengaku hanya dimintai keterangan terkait posisinya sebagai Menteri Agama ad interim pada 2022.

“Saya kan pernah jadi ad interim Menteri Agama tahun 2022,” ujar Muhadjir kepada wartawan.

Ia juga membantah pemeriksaannya berkaitan dengan mantan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief.

Muhadjir mengaku memilih hadir setelah muncul pemberitaan mengenai penundaan pemeriksaannya. Ia tidak ingin muncul kesan menghindari proses hukum.

KPK Dalami Tambahan Kuota Haji 2022

Secara terpisah, Budi menjelaskan penyidik mendalami informasi mengenai tambahan kuota haji tahun 2022 saat memeriksa Muhadjir.

Menurut KPK, pemeriksaan tersebut penting untuk melengkapi proses penyidikan perkara dugaan korupsi kuota haji yang kini terus berkembang.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. Mereka adalah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, mantan staf khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, mantan Ketua Umum Asosiasi Kesatuan Tour Travel Haji Umrah (Kesthuri) Asrul Azis Taba, serta Direktur Operasional PT Makassar Toraja Tour, Ismail Adham.

Dugaan Aliran Uang dalam Pengaturan Kuota

KPK menduga terjadi pengaturan pengisian kuota haji khusus tambahan yang tidak sesuai aturan. Praktik tersebut diduga disertai pemberian uang kepada sejumlah pihak.

Penyidik menduga Ismail Adham memberikan 30.000 dollar AS kepada Gus Alex terkait pengaturan kuota tambahan. Selain itu, Ismail juga diduga menyerahkan 5.000 dollar AS dan 16.000 riyal Arab Saudi kepada Hilman Latief.

Sementara itu, Asrul Azis Taba diduga memberikan uang sebesar 406.000 dollar AS kepada Gus Alex untuk kepentingan serupa.

KPK menyebut delapan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang terafiliasi dengan Asrul memperoleh keuntungan tidak sah senilai Rp 40,8 miliar pada 2024.

Penyidik juga menduga Gus Alex dan Hilman menjadi representasi dari Yaqut dalam penerimaan uang tersebut.

Redaksi Energi Juang News

Senyum Purbaya Saat Rupiah Melemah ke Rp17.600

Senyum Purbaya Saat Rupiah Melemah ke Rp17.600

Energi Juang News, Jakarta- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga menyentuh level Rp17.600. Meski begitu, pemerintah menilai kondisi ekonomi nasional masih terkendali di tengah tekanan global yang berlangsung.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun menunjukkan sikap optimistis saat menanggapi situasi tersebut. Ia beberapa kali tersenyum ketika menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri agenda di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Senin (18/5/2026).

Pemerintah Klaim Sudah Antisipasi Pelemahan Rupiah

Purbaya mengatakan pemerintah telah memperhitungkan dampak pelemahan rupiah terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk pengaruhnya terhadap subsidi energi.

Menurut dia, perhitungan pemerintah tidak lagi menggunakan asumsi kurs lama yang sebelumnya tercantum dalam APBN. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak khawatir terhadap tekanan yang sedang terjadi pada mata uang domestik.

“Kalau saya senyum ekonominya bagus, rupiahnya juga bagus. Makanya saya senyum terus,” ujar Purbaya.

Ia menegaskan seluruh skenario terkait nilai tukar sudah dihitung pemerintah. Namun, Purbaya enggan mengungkap angka detail yang dipakai dalam simulasi tersebut.

Ia menilai keterbukaan angka secara rinci justru berpotensi memunculkan spekulasi di pasar keuangan terkait target kurs pemerintah.

“Tapi sudah kita hitung jadi enggak usah khawatir,” katanya.

Penjelasan Lengkap APBN Disampaikan Hari Ini

Purbaya menyebut pemerintah akan memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kondisi APBN dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (19/5/2026).

Ia memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan nilai tukar.

Selain membahas rupiah, Purbaya juga menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal masyarakat desa yang disebut tidak menggunakan dolar AS.

Purbaya Jelaskan Pernyataan Prabowo

Menurut Purbaya, pernyataan Presiden harus dipahami sesuai konteks saat disampaikan. Ia menjelaskan ucapan tersebut berkaitan dengan aktivitas koperasi desa, bukan pembahasan pasar valuta asing maupun ekonomi global.

Purbaya menegaskan maksud Presiden adalah operasional desa pada dasarnya tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari.

“Dollar AS tidak dipakai oleh operasional desa,” ujarnya.

Redaksi Energi Juang News