Senin, Mei 25, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 9

Senyum Purbaya Saat Rupiah Melemah ke Rp17.600

Senyum Purbaya Saat Rupiah Melemah ke Rp17.600

Energi Juang News, Jakarta- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga menyentuh level Rp17.600. Meski begitu, pemerintah menilai kondisi ekonomi nasional masih terkendali di tengah tekanan global yang berlangsung.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun menunjukkan sikap optimistis saat menanggapi situasi tersebut. Ia beberapa kali tersenyum ketika menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri agenda di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Senin (18/5/2026).

Pemerintah Klaim Sudah Antisipasi Pelemahan Rupiah

Purbaya mengatakan pemerintah telah memperhitungkan dampak pelemahan rupiah terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk pengaruhnya terhadap subsidi energi.

Menurut dia, perhitungan pemerintah tidak lagi menggunakan asumsi kurs lama yang sebelumnya tercantum dalam APBN. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak khawatir terhadap tekanan yang sedang terjadi pada mata uang domestik.

“Kalau saya senyum ekonominya bagus, rupiahnya juga bagus. Makanya saya senyum terus,” ujar Purbaya.

Ia menegaskan seluruh skenario terkait nilai tukar sudah dihitung pemerintah. Namun, Purbaya enggan mengungkap angka detail yang dipakai dalam simulasi tersebut.

Ia menilai keterbukaan angka secara rinci justru berpotensi memunculkan spekulasi di pasar keuangan terkait target kurs pemerintah.

“Tapi sudah kita hitung jadi enggak usah khawatir,” katanya.

Penjelasan Lengkap APBN Disampaikan Hari Ini

Purbaya menyebut pemerintah akan memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kondisi APBN dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (19/5/2026).

Ia memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan nilai tukar.

Selain membahas rupiah, Purbaya juga menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal masyarakat desa yang disebut tidak menggunakan dolar AS.

Purbaya Jelaskan Pernyataan Prabowo

Menurut Purbaya, pernyataan Presiden harus dipahami sesuai konteks saat disampaikan. Ia menjelaskan ucapan tersebut berkaitan dengan aktivitas koperasi desa, bukan pembahasan pasar valuta asing maupun ekonomi global.

Purbaya menegaskan maksud Presiden adalah operasional desa pada dasarnya tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari.

“Dollar AS tidak dipakai oleh operasional desa,” ujarnya.

Redaksi Energi Juang News

Gus Falah Nilai Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Langkah Tepat Perkuat Kepolisian

Gus Falah Nilai Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Langkah Tepat Perkuat Kepolisian

Jakarta, Energi Juang News – Anggota Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menilai kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) atau jenderal bintang tiga merupakan langkah yang tepat dalam memperkuat institusi kepolisian, khususnya di wilayah strategis nasional seperti DKI Jakarta dan daerah penyangganya.

Menurut politisi yang akrab disapa Gus Falah itu, status Polda Metro Jaya sebagai etalase keamanan nasional membutuhkan kepemimpinan dengan kapasitas komando yang kuat, cepat dalam pengambilan keputusan, serta memiliki daya koordinasi lintas sektor yang lebih efektif.

“Polda Metro Jaya memiliki tantangan yang sangat kompleks karena tidak hanya menangani persoalan keamanan ibu kota, tetapi juga kawasan penyangga yang menjadi pusat aktivitas politik, ekonomi, dan sosial nasional. Karena itu, kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya menjadi Komjen adalah langkah yang tepat dan strategis,” ujar Gus Falah dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Perkuat Kewibawaan dan Koordinasi Lintas Lembaga

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR itu mengatakan, kepemimpinan jenderal bintang tiga akan memperkuat kewibawaan institusi dan mempercepat proses koordinasi dengan kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum lainnya.

Ia menilai, dalam konteks metropolitan sebesar Jakarta, kebutuhan terhadap respons keamanan yang cepat dan terukur menjadi sangat penting. Apalagi, wilayah hukum Polda Metro Jaya kerap menjadi pusat perhatian nasional dalam berbagai isu strategis, mulai dari pengamanan agenda kenegaraan, penanganan kriminalitas, konflik sosial, hingga stabilitas investasi dan ekonomi.

“Dengan kepemimpinan jenderal bintang tiga, pengambilan keputusan akan lebih cepat dan koordinasi lintas instansi menjadi lebih kuat,” katanya. Menurutnya, stabilitas politik dan ekonomi nasional juga dapat lebih terjaga.

Keamanan sebagai Fondasi Kepercayaan Publik

Gus Falah juga menegaskan bahwa keamanan dan penegakan hukum merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik. Ia menilai kondisi tersebut penting untuk menciptakan iklim investasi yang sehat. Karena itu, penguatan kelembagaan Polda Metro Jaya harus dipandang sebagai bagian dari kepentingan nasional.

“Ketika keamanan terpelihara, hukum tegak, dan masyarakat merasa terlindungi serta terayomi, maka stabilitas nasional akan semakin kokoh. Ini penting bagi keberlangsungan pembangunan dan aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Falah berharap penguatan struktur dan kepemimpinan di Polda Metro Jaya terus berlanjut. Ia juga menekankan perlunya peningkatan profesionalisme, pelayanan publik yang humanis, serta komitmen penegakan hukum yang adil dan transparan.

“Kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian harus terus dijaga. Penguatan kepemimpinan harus berjalan seiring dengan penguatan integritas dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Redaksi Energi Juang News

Wagub Sumbar Vasco Ruseimy Mengalami Kecelakaan Mobil

Padang, Energi Juang News-Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar) Vasco Ruseimy mengalami kecelakaan mobil di Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok. Musibah itu terjadi saat Wagub dalam perjalanan dari Solok Selatan menuju Padang.

Vasco mengaku mengalami terkilir hingga luka-luka akibat kecelakaan tersebut.

“Kondisi aman, sehat. Kita sekarang langsung bertugas lagi. Kita mau berangkat ke Jakarta bertemu dengan Pak Menteri Bappenas untuk persiapan perencanaan pembangunan Sumbar ke depan,” kata Vasco, Senin (18/5/2026).

Vasco bercerita sebelum kejadian, dirinya baru selesai melakukan agenda bersama Dinas Perhubungan di Kabupaten Solok Selatan. Kegiatan itu baru selesai pukul 01.00 WIB dini hari.

“Namanya kecelakaan itu musibah. Risiko pasti ada di perjalanan. Allah masih menyelamatkan kita. Masih sayang (Allah) sama kita. Habis kegiatan Dinas Perhubungan di Solok Selatan sampai jam 1 malam. Dari situ kami pulang menuju Padang. Di pertengahan jalan kebetulan mengalami kejadian kecelakaan itu,” jelasnya.

Vasco mengaku saat kejadian dirinya dalam kondisi sadar dan duduk di kursi depan mobil. “Saya sadar kok. Saya duduk di depan dan benturannya kencang sekali. Untung masih ada airbag mobil, jadi bisa terlindungi,” katanya.

Meski mengalami luka dan cedera ringan, Vasco memastikan kondisinya masih aman usai menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

“Ya biasa lah, ada terkilir, ada memar, luka-luka. Tapi aman lah, Insyallah aman. Saya minta doa masyarakat, jangan khawatir. Kita masih banyak PR dan tugas ke depan, nggak boleh ada waktu buat istirahat,” ujarnya.

 

Redaksi Energi Juang News

Kejagung Melelang Replika Kursi Firaun

Jakarta, Energi Juang News-Kejagung melelang replika kursi Firaun. Ya, replika itu serta sejumlah barang unik lainnya merupakan rampasan hasil penyitaan sejumlah perkara.

Replika kursi Firaun itu dilelang oleh Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejagung. Berdasarkan situs BPA Fair, barang yang dilelang itu bernama ‘patung kursi Firaun Gold ‘King Tutankhamen’s Egyptian Throne Chair’ Replica. Harga limitnya Rp 43.917.000.

Untuk calon pelelang yang berminat, dapat menyetor uang jaminan Rp 9 juta. Penawaran dimulai secara daring pada Selasa (12/5) dan berakhir pada Kamis (21/5). Kursi tersebut merupakan aset rampasan dari terpidana kasus korupsi ASABRI, Jimmy Sutopo.

“Miniatur singgasana Raja Firaun dari Mesir,” demikian tertulis di situs tersebut.

Replika kursi Firaun itu tampak berwarna warna kuning keemasan, berukir khas Mesir yang menyerupai relief pada makam Firaun. Ada juga ukiran mirip kepala singa di bagian lengan kursi tersebut. Ada sepasang kursi yang dipajang di area pameran.

Berdasarkan informasi dari panitia, hanya satu unit kursi yang akan dilelang ke publik pada BPA Fair kali ini. Tidak ada informasi spesifik terkait bahan kursi tersebut.

 

Patung hingga Lukisan Dilelang
Kejagung juga melelang patung kapal naga jade besar atau Carved Jade Ship Dragon Ancient Chinese, harga limitnya Rp 194.576.000. Berikutnya, Kejagung melelang sejumlah lukisan berbahan emas karya seniman Korea Selatan Kim Tae Il. Lukisan-lukisan itu dijual dengan harga limit mulai Rp 1,3 miliar hingga Rp 8,7 miliar.

“Miniatur kapal dari batu giok,” tertulis di situs tersebut.

Nilai jual barang ditentukan langsung oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPNL), bukan ditentukan secara sepihak oleh pihak BPA. Selain replika patung kursi ini, Kejagung juga merampas aset lain milik Jimmy Sutopo. Mayoritas asetnya merupakan barang seni, seperti lukisan emas, alat musik, hingga patung.

“Penyajian pelelangan pun kami desain sedemikian rupa sehingga barang-barang ini bukan hanya dipandang sebagai benda biasa, tapi sebagai sebuah karya seni,” ujar Kepala BPA Kejagung, Kuntadi, kepada wartawan.

Kuntadi menjelaskan barang yang dilelang dalam BPA Fair 2026, termasuk replika kursi ini, telah melalui proses penilaian profesional. Dia menjamin masyarakat yang memenangi lelang akan mendapatkan kepastian hukum atas aset tersebut.

“Membeli barang kami itu bukan membeli barang bermasalah, tapi barang yang sudah selesai masalahnya. Ada kepastian bagi masyarakat bahwa membeli barang kami itu sama artinya dengan membantu negara,” ujar Kuntadi.

Masyarakat dapat memantau proses lelang melalui situs resmi BPA Fair atau datang ke Kantor BPA Kejaksaan RI di Jalan Kebagusan Raya, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

BPA Kejagung turut melelang minyak mentah atau crude oil dari kapal tanker MT Arman yang berbendera Iran. Minyak mentah sebanyak 1,2 juta barel itu laku Rp 900 miliar.

“Kalau yang paling fantastis kami jual tentunya crude oil ya. Di awal pra-event sudah kita jual itu harga limitnya di Rp 800 miliar sekian dan sudah laku di angka Rp 900 miliar sekian,” kata Kuntadi.

“Pertamina Patra Niaga (yang beli),” sambungnya.

Minyak mentah itu awalnya dilelang bersamaan dengan kapal supertanker MT Arman dengan nilai limit mencapai Rp 1,1 triliun. Namun, lelang gabungan tersebut tidak laku hingga tiga kali penawaran.

“Sekarang dipisah. Kemarin kan tidak laku dua, tiga kali, kita pisah. (Rp 900 miliar) itu hanya minyaknya saja, angkutannya saja,” jelas Kuntadi.

Redaksi Energi Juang News

Percekcokan Antar Pengemudi Mobil Terjadi di Gunungputri

Bogor, Energi Juang News-Percekcokan antar pengemudi mobil terjadi di Jalan Alternatif Cibubur-Cileungsi, Gunungputri, Kabupaten Bogor. Penyebabnya sepele: suara klakson.

Keributan itu terjadi pada Minggu (17/5) sekitar pukul 00.33 WIB. Satu pengemudi dipukul gara-gara klakson sampai membuat laporan polisi.

“Iya sudah (lapor polisi). (Pelaku) Masih lidik,” kata Kapolsek Gunung Putri, Kompol Aulia Robby Kartika Putra, Senin (18/5/2026).

Momen keributan berujung pemukulan sempat terekam kamera dan viral di media sosial. Pelaku turun dari mobil dan langsung memukul korban dan merusak mobilnya.

“Pelapor melihat pelaku turun dari kendaraannya seorang diri dan langsung melakukan penganiayaan dan perusakan. Dengan cara pelaku memukul kepada pelapor menggunakan tangan kanan mengepal sebanyak dua kali, secara kencang ke arah bibir pelapor. Kemudian (pelaku) memukul kembali ke arah rahang sebelah kanan pelapor sebanyak dua kali,” kata Robby.

Tak hanya memukul, pelaku juga merusak mobil korban. Pelaku memukul spion kanan dan mematahkan wipper mobil korban serta menendang pintu depan.

“Kemudian pelaku melakukan perusakan terhadap satu unit mobil yang pelapor kendarai, dengan cara memukul spion sebelah kanan sebanyak tiga kali, kemudian mematahkan wipper depan sebelah kanan, dan juga menendang pintu depan sebelah kanan sebanyak satu kali dan menendang bumper belakang mobil sebanyak satu kali,” ujarnya.

Robby mengatakan insiden tersebut dipicu klakson mobil. Korban merasa kaget saat pelaku tiba-tiba keluar dari gang hingga ia membunyikan klakson panjang.

“Mobil terlapor tersebut keluar dari Jl Masjid At Taqwa menuju Jalan Alternatif Cibubur langsung mengambil jalur tengah dan pelapor pun spontan kaget dan pelapor membunyikan klakson panjang sebanyak satu kali,” jelasnya.

Saat itu, korban terus melanjutkan perjalanan. Namun pelaku turun dari mobil dan memukul korban.

“Akan tetapi, karena tidak terjadi hal apa pun, pelapor tetap melanjutkan perjalanan,” kata Robby.

Pelaku sempat mengancam korban. Pelaku mengancam akan menembak korban.

“Kemudian juga pelaku mengatakan kepada pelapor, ‘Gua tembak lu! Mau gua tembak?’ dan juga pelaku mengatakan juga ‘Gua bawa bayi!’,” ucap Robby menirukan ucapan pelaku.

“Setelah terjadi hal tersebut dan tidak ingin terjadi hal yang lebih buruk, pelapor pun melanjutkan perjalanan ke arah pulang,” kata Robby.

 

Redaksi Energi Juang News

Tindakan Tentara Israel Yang Menangkap Jurnalis Indonesia Dikecam DPR

Jakarta, Energi Juang News – Tindakan tentara Israel yang menangkap jurnalis Indonesia yang ikut kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional, dikecam Wakil Ketua Komisi I DPR Fraksi PKS, Sukamta.

Dia meminta pemerintah Republik Indonesia (RI) mengambil langkah diplomatik yang lebih tegas.

“Saya mengecam ulah Israel ini. Saya mendukung pemerintah RI lebih tegas untuk mendesak DK PBB dan AS melobi Israel agar membebaskan para aktivis dan jurnalis Republika tersebut,” kata Sukamta dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Dia menilai tindakan Israel bertentangan dengan upaya internasional untuk meredam konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik dengan Palestina dan ketegangan bersama Iran.

Menurutnya, Israel seharusnya menghormati berbagai proses perdamaian yang tengah diupayakan oleh banyak pihak dan tidak melakukan langkah yang justru memperkeruh situasi.

“Israel memang memiliki track record yang buruk soal kepatuhan terhadap perjanjian dan hukum internasional. Tapi dengan adanya Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden Trump, seharusnya sikap Israel juga setidaknya sejalan dengan upaya BoP untuk mewujudkan perdamaian di Palestina,” ujar doktor lulusan Manchester tersebut.

Sukamta menegaskan aktivitas jurnalistik dan misi kemanusiaan tetap mendapatkan perlindungan berdasarkan hukum internasional, termasuk dalam situasi perang dan konflik bersenjata. Dia mendesak Israel segera membebaskan para aktivis dan jurnalis.

“Instrumen hukum internasional yang ada sudah seharusnya sudah cukup untuk mendesak Israel membebaskan para aktivis dan jurnalis serta membuka blokade bantuan kemanusiaan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengumumkan lima orang warga negara Indonesia (WNI) diculik dalam misi Global Sumud Flotilla. Mereka diculik oleh tentara zionis Israel saat sedang berlayar di laut lepas Mediterania menuju Gaza, Palestina.

Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy, mengatakan per Senin, (18/5/2026) pukul 21.20 WIB sejumlah kapal telah diintersep oleh tentara Israel. Kelima WNI yang ditangkap Israel yaitu aktivis Andi Angga di kapal Josef, jurnalis Republika Bambang Noroyono di Kapal Bolarize, lalu 3 WNI di kapal Ozgurluk, yakni jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo, jurnalis Republika Thoudy Badai, dan jurnalis iNews Heru Rahendro.

“Terkini 5 delegasi diculik, 4 (WNI) masih berlayar,” kata Harfin kepada wartawan di Kantor Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (18/5).

Sementara itu, saat ini masih empat WNI yang kapalnya masih berlayar sampai malam ini. Keduanya ialah Asad Aras dan Hendro Prasetyo dengan kapal Kasri Sadabad. Kemudian Zefiro, dua WNI juga masih berlayar di perairan Mediterania. Mereka ialah Herman Budianto dan Ronggo Wirsanu.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI turut mengecam tindakan Israel yang mencegat kapal dan menangkap aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla. Kemlu terus berkomunikasi untuk memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi kemanusiaan itu.

“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” kata juru bicara 1 Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangannya, Senin (18/5).

Kemlu saat ini juga masih menghubungi kapal yang membawa jurnalis Republika. Kemlu meminta Israel membebaskan kapal dan semua aktivis yang ikut dalam misi kemanusiaan itu. Kemlu mendesak agar bantuan sampai ke Palestina.

“Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” jelasnya.

Redaksi Energi Juang News

Rindam XXI Radin Inten: Reforma Agraria yang Tergeser Moncong Pembangunan

Rencana pembangunan Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) XXI Radin Inten di wilayah Lampung dan Bengkulu layak dikritisi secara serius. Bukan karena publik anti terhadap penguatan pertahanan negara, melainkan karena proyek tersebut berpotensi bertabrakan dengan agenda reforma agraria dan keberlanjutan hidup masyarakat desa.

Lokasi pembangunan yang berada di Desa Kemukus dan Desa Sri Pendowo—dua desa yang masuk kategori Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA)—memunculkan pertanyaan mendasar: apakah negara sedang membangun pertahanan nasional dengan mengorbankan hak-hak agraria rakyat?

Rencana pembangunan Rindam seluas 155 hektar dari total 1.296 hektar wilayah dua desa tersebut menunjukkan skala intervensi ruang yang besar. Dalam konteks desa agraris, angka itu bukan sekadar statistik tanah, melainkan ruang produksi pangan, sumber penghidupan, serta basis sosial masyarakat.

Risiko penggusuran lahan pertanian warga menjadi persoalan nyata yang tidak dapat dipandang sebagai efek samping biasa pembangunan.

Secara teoritis, reforma agraria bukan hanya agenda redistribusi tanah, tetapi proyek keadilan sosial. Pemikir agraria seperti James C. Scott melalui karya The Moral Economy of the Peasant menjelaskan bahwa tanah bagi petani bukan semata aset ekonomi, melainkan fondasi keberlangsungan hidup. Ketika akses atas tanah terganggu, maka yang terancam bukan hanya pendapatan, tetapi juga stabilitas sosial masyarakat desa.

Dalam perspektif lain, Karl Polanyi dalam The Great Transformation mengingatkan bahaya ketika tanah diperlakukan sekadar komoditas pembangunan. Negara yang terlalu mengedepankan logika pembangunan fisik tanpa perlindungan sosial berpotensi menciptakan “dislokasi sosial”, yakni kondisi ketika masyarakat tercerabut dari ruang hidupnya sendiri. Situasi seperti ini kerap melahirkan konflik agraria berkepanjangan.

Ironisnya, pembangunan Rindam justru dilakukan di wilayah yang telah ditetapkan sebagai LPRA. Status LPRA seharusnya menjadi penanda bahwa negara mengakui adanya ketimpangan penguasaan tanah dan pentingnya perlindungan terhadap akses agraria masyarakat. Reforma agraria dalam kerangka itu tidak hanya berbicara sertifikasi tanah, tetapi juga keberpihakan negara terhadap petani kecil.

Apabila kawasan LPRA justru dialihkan untuk pembangunan institusi berskala besar, publik berhak mempertanyakan konsistensi kebijakan negara. Di satu sisi pemerintah berbicara tentang pemerataan agraria dan perlindungan petani, namun di sisi lain membuka ruang konversi lahan produktif yang berpotensi melemahkan ekonomi desa. Kontradiksi semacam ini dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap agenda reforma agraria itu sendiri.

Lebih jauh, pembangunan sektor pertahanan semestinya tidak diposisikan berhadap-hadapan dengan kepentingan rakyat kecil. Konsep human security yang berkembang dalam studi keamanan modern menegaskan bahwa keamanan negara tidak hanya diukur dari kekuatan militer, tetapi juga kemampuan negara menjamin keamanan ekonomi, pangan, dan ruang hidup masyarakat. Negara yang kuat bukan hanya negara dengan barak militer besar, melainkan negara yang mampu melindungi petaninya dari kehilangan tanah.

Dalam konteks Indonesia, konflik agraria akibat proyek strategis maupun pembangunan institusi negara telah berulang kali terjadi. Banyak kasus memperlihatkan masyarakat desa berada pada posisi lemah ketika berhadapan dengan proyek negara.

Relasi kuasa yang timpang membuat proses musyawarah sering kali berubah menjadi formalitas administratif semata. Padahal prinsip reforma agraria menuntut partisipasi rakyat secara substantif, bukan sekadar pemberitahuan sepihak.

Karena itu, pemerintah dan TNI perlu membuka seluruh proses pembangunan Rindam XXI Radin Inten secara transparan kepada publik. Kajian dampak sosial dan agraria harus diumumkan secara terbuka.

Negara wajib memastikan tidak ada pemaksaan, intimidasi, maupun penghilangan hak masyarakat atas tanah yang selama ini menjadi sumber kehidupan mereka.

Alternatif lokasi pembangunan seharusnya juga dipertimbangkan secara serius, terutama lahan yang tidak produktif atau tidak berada dalam kawasan LPRA. Pendekatan pembangunan yang sensitif terhadap reforma agraria akan menunjukkan bahwa negara memiliki komitmen terhadap keadilan sosial sekaligus pertahanan nasional.

Konstitusi Indonesia melalui Pasal 33 UUD 1945 telah menegaskan bahwa bumi dan tanah dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Makna “kemakmuran rakyat” tidak boleh direduksi hanya menjadi pembangunan fisik negara, tetapi harus mencakup perlindungan terhadap ruang hidup petani dan masyarakat desa.

Jika pembangunan Rindam XXI Radin Inten justru melahirkan ketakutan petani kehilangan lahan, maka negara sedang mempertaruhkan wajah reforma agraria di hadapan rakyatnya sendiri. Pertahanan nasional memang penting, tetapi keadilan agraria adalah fondasi yang tidak kalah penting bagi keberlangsungan republik ini.

 

Oleh Hizkia Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

Redaksi Energi Juang News

Viral Kursi Xi Jinping Lebih Tinggi dari Trump

Viral Kursi Xi Jinping Lebih Tinggi dari Trump

Energi Juang News, Jakarta- Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing menjadi sorotan publik. Bukan hanya isi pembicaraan kedua pemimpin, perhatian warganet juga tertuju pada detail visual dalam rekaman pertemuan mereka yang viral di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan Xi dan Trump duduk berdampingan saat agenda bilateral berlangsung pada Jumat (15/5). Sejumlah pengguna media sosial menilai kursi yang digunakan Xi tampak lebih tinggi dibanding milik Trump.

Video Pertemuan Xi dan Trump Ramai Dibahas

Perdebatan soal posisi kursi itu ramai muncul di platform X dan media sosial lainnya. Banyak pengguna menduga ada unsur kesengajaan dalam penataan tempat duduk kedua kepala negara tersebut.

“Sofa itu pasti dibuat khusus. Sofa yang diduduki Xi Jinping jelas lebih tinggi daripada sofa yang diduduki Trump,” tulis salah satu pengguna X dalam unggahannya.

Unggahan lain menyebut perbedaan tinggi kursi sengaja dibuat agar Xi terlihat lebih dominan saat duduk bersama Trump. Klaim itu kemudian menyebar luas dan memicu berbagai spekulasi di internet.

Namun, ada juga warganet yang memberikan penjelasan berbeda. Mereka menilai perubahan posisi duduk terjadi karena Trump disebut meminta bantal tambahan di kursinya disingkirkan.

“Trump memerintahkan bantal itu untuk dipindahkan, sehingga ia terlihat lebih pendek saat duduk,” tulis unggahan lain yang ikut viral.

Kunjungan Trump ke China Jadi Sorotan

Trump melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari ke China atas undangan Xi Jinping. Agenda tersebut menjadi kunjungan pertama presiden AS yang masih aktif menjabat ke China dalam hampir satu dekade terakhir.

Selama berada di Beijing, Trump dan Xi membahas sejumlah isu penting, termasuk kerja sama ekonomi dan hubungan bilateral kedua negara.

Usai pertemuan, Trump mengeklaim banyak persoalan berhasil dibahas bersama pemerintah China.

“Kami telah menyelesaikan banyak masalah berbeda yang tidak akan mampu diselesaikan oleh orang lain,” ujar Trump setelah pertemuan di Beijing.

Di sisi lain, pemerintah China juga mengingatkan Washington agar berhati-hati dalam menangani isu Taiwan. Beijing turut mengkritik kebijakan militer AS terkait perang Iran.

Muncul Video Lain Saat Xi dan Trump Berjalan

Selain soal kursi, media sosial juga ramai membahas video lain dari kunjungan tersebut. Dalam rekaman itu, Xi terlihat berhenti sejenak saat berjalan bersama Trump menaiki tangga Aula Besar Rakyat di Beijing.

Sejumlah akun media sosial mengaitkan momen itu dengan kondisi Trump yang disebut tampak kelelahan saat menaiki tangga.

“Xi Jinping berhenti sejenak dan memberi penjelasan singkat agar Trump punya waktu mengatur napas,” tulis salah satu unggahan yang menyertai video tersebut.

Meski begitu, tidak ada pernyataan resmi dari pihak China maupun Amerika Serikat terkait berbagai spekulasi yang beredar di media sosial tersebut.

Redaksi Energi Juang News

Dandim Kediri Bantah Video Dugaan Fee KDMP

Dandim Kediri Bantah Video Dugaan Fee KDMP

Energi Juang News, Jakarta – Kepolisian dan jajaran TNI di Kediri menyoroti beredarnya video di media sosial yang memicu perhatian publik. Rekaman itu menampilkan percakapan yang diduga membahas pembagian komisi pembangunan program pemerintah di wilayah Kediri Raya.

Video tersebut viral di platform X dan memperlihatkan seorang perempuan berseragam ASN berbincang dengan pria yang disebut sebagai anggota TNI menggunakan bahasa Jawa. Isi percakapan itu kemudian dikaitkan dengan dugaan jual beli titik pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Dandim Tegaskan Video Tidak Benar

Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah membantah isi video yang beredar. Ia memastikan tudingan mengenai praktik jual beli titik maupun pembagian komisi program KDMP tidak benar.

“Tidak ada praktik jual beli titik KDKMP di wilayah Kediri Raya. Saya nyatakan video itu tidak benar,” ujar Dhavid, Senin (18/5/2026).

Dhavid menyampaikan klarifikasi tersebut melalui video yang diterima detikJatim. Ia menegaskan seluruh pelaksanaan program berjalan sesuai aturan pemerintah pusat.

Menurutnya, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan kebijakan nasional yang mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Pemerintah daerah bertugas menyediakan lahan, sementara pembangunan dikerjakan Kodim dengan dukungan anggaran dari Agrinas.

Pengerjaan Disebut Terbuka

Dhavid mengatakan proses pembangunan dilakukan secara terbuka dengan sistem padat karya. Pengawasan juga melibatkan jajaran Kodim hingga Babinsa di lapangan.

“Ini bukan proyek. Ini program Presiden untuk masyarakat. Tidak ada intervensi ASN maupun pihak lain,” katanya.

Ia juga menyatakan keberatan karena nama pribadi dan institusi TNI dicatut dalam video tersebut tanpa konfirmasi lebih dulu. Dhavid mengaku tidak pernah terlibat dalam praktik seperti yang dituduhkan selama menjabat sebagai Dandim 0809 Kediri.

Siapkan Langkah Hukum

Kodim 0809 Kediri kini menyiapkan langkah hukum terkait penyebaran video tersebut. Dhavid menyebut pihaknya telah mengumpulkan staf, para danramil, serta awak media untuk memberikan penjelasan mengenai video yang disebut hoaks itu.

“Kami melaporkan bahwa video itu tidak benar. Untuk pembuat video akan kami tindak tegas melalui langkah hukum,” tegasnya.

Dhavid turut mengimbau masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial. Ia meminta publik tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Redaksi Energi Juang News

Pengantin Pria di Bandung Ditangkap Usai Akad Nikah

Pengantin Pria di Bandung Ditangkap Usai Akad Nikah

Energi Juang News, Jakarta – Momen pernikahan seorang pria di Kabupaten Bandung mendadak berubah tegang. Polisi menangkap pria berinisial H (24) sesaat setelah prosesi akad nikah berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Penangkapan dilakukan jajaran Polsek Ibun bersama Polres Garut. H kemudian dibawa ke Mapolsek Ibun untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi Tangkap Pelaku Usai Akad Nikah

Kapolsek Ibun Iptu Deny Fourtjahjanto membenarkan penangkapan tersebut. Menurut dia, H diduga terlibat kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di wilayah Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

“Benar, pada Sabtu 16 Mei 2026 kami mengamankan pelaku pencurian motor berinisial H bekerja sama dengan Polres Garut,” kata Deny, Senin (18/5/2026).

Kasus itu bermula ketika korban memarkir sepeda motornya di garasi rumah di Kampung Babakan Panyingkuran, Desa Dukuh, Kecamatan Ibun, Rabu, 13 Mei 2026. Tak lama kemudian, motor tersebut hilang.

Korban lalu melapor ke Polsek Ibun. Polisi segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan.

Rekaman CCTV Jadi Petunjuk

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan sejumlah saksi. Polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.

“Kami langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi di lapangan, termasuk memeriksa rekaman CCTV,” ujar Deny.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi pelaku mengarah kepada H, warga Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.

Pelaku Diburu hingga Hari Pernikahan

Setelah mengantongi identitas terduga pelaku, Unit Reskrim Polsek Ibun bergerak mencari keberadaan H. Polisi akhirnya mengetahui lokasi H saat tengah melangsungkan resepsi pernikahan.

Petugas kemudian mendatangi lokasi acara dan mengamankan H tanpa perlawanan. Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut.

Redaksi Energi Juang News