Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaInternasionalPemerintah Jepang Angkat Bicara Soal Tren #KaburAjaDulu yang Populer di Indonesia

Pemerintah Jepang Angkat Bicara Soal Tren #KaburAjaDulu yang Populer di Indonesia

Energi Juang News, Jakarta- Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, akhirnya angkat bicara mengenai tren ajakan bekerja di luar negeri yang viral di media sosial dengan tagar #KaburAjaDulu.

Pernyataannya disampaikan kepada awak media dalam acara peringatan Ulang Tahun Kaisar Jepang atau National Day Reception di Hotel St. Regis, Jakarta Selatan, Kamis (20/2) malam.

“Di Jepang kita menghadapi masalah demografi. Jadi, kita menyambut pekerja yang punya keahlian dari banyak negara,” kata Masaki.

Dia lalu menyebut, “Warga Indonesia sangat istimewa. Karena, kita punya tradisi persahabatan yang panjang dan banyak pekerja di Indonesia merupakan pekerja keras di Jepang.”

Dia menjawab pertanyaan soal tren ajakan ke luar negeri saat Jepang membutuhkan ribuan pekerja asing.

Lebih lanjut, Masaki mengatakan warga Indonesia yang bekerja di Jepang berada di berbagai sektor seperti layanan medis, manufaktur, perikanan, hingga layanan jasa.

Dia juga menyebut warga RI yang bekerja di Negeri Sakura sangat dihargai masyarakat Jepang.

“Jadi, misi saya meningkatkan jumlah orang-orang itu,” kata Masaki.

Di kesempatan itu, Masaki juga menjawab pertanyaan soal persyaratan khusus bagi WNI yang ingin bekerja di Jepang mengingat perbedaan bahasa.

Dia mengatakan warga RI yang ingin bekerja di Negeri Sakura “harus bisa” sedikit bahasa Jepang.

Masaki juga mengatakan tak ada perbedaan signifikan jika ingin bekerja di sana.

“Mungkin, satu-satunya perbedaan adalah agama. Kebanyakan dari mereka, beragama Islam,” ungkap dia.

Namun, masyarakat Jepang saat ini sangat memahami Islam dan menghormati kepercayaan tersebut.

“Jadi, menurut saya, kami mampu memiliki lebih banyak pekerja terampil dari Indonesia,” ujar Masaki.

Pada Januari lalu, pemerintah Jepang mengumumkan mereka membuka lowongan hingga 820 ribu tenaga kerja asing untuk kurun waktu 2024 hingga 2029.

Baca juga :  Inggris Hentikan Perundingan Dagang dengan Israel dan Panggil Dubes Zionis di Tengah Krisis Gaza

Di Jepang, jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) naik hampir tiga kali lipat atau 192 persen menjadi 121.507 dibanding 2018.

Sejumlah media asing melaporkan angka yang tinggi itu dipicu upah rendah dalam negeri. Jepang menawarkan gaji yang lebih tinggi sekitar Rp18,7 juta per bulan.

Sementara itu, belakangan tren #KaburAjaDulu menguat di media sosial karena situasi sosial dan ekonomi yang tak sesuai harapan.

Tren tersebut sekaligus menjadi protes warga karena lapangan pekerjaan yang tak memadai, gaji tak layak, pendidikan tak sesuai harapan, dan pemberian jaminan sosial atau kesejahteraan yang masih dianggap kurang di Indonesia.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments