Energi Juang News, Jakarta- Anggota DPR-RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menyatakan, desakan Ketua DPR-RI Puan Maharani kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus teror paket ke kantor Media Tempo, adalah bukti Puan memperjuangkan kebebasan pers.
Gus Falah menegaskan, Puan sangat menyadari bila aksi teror terhadap kantor media massa adalah ancaman terhadap kebebasan pers.
“Mbak Puan itu lahir dari rahim seorang pejuang demokrasi rakyat, yakni Ibu Megawati Soekarnoputri. Beliau sudah tertempa oleh gemblengan sang ibu dalam perjuangan demokrasi di negeri ini,” tegas Gus Falah, Rabu (26/3/2025).
Karena itu, lanjut Politisi PDI Perjuangan tersebut, Puan sangat memahami bahwa kebebasan pers adalah bagian tak terpisahkan dari demokrasi.
Sehingga, sambung Gus Falah, ancaman atau teror dalam berbagai bentuk terhadap media, adalah juga ancaman terhadap kebebasan pers.
Karena itu, aparat penegak hukum hendaknya menindaklanjuti permintaan mbak Puan itu. Jangan sampai kebebasan pers di negeri ini rusak oleh ancaman atau teror,” tegas Gus Falah.
Baca Juga : Sepakati IPNU, Gus Falah Ingatkan Pentingnya Bukti Dalam Boikot Produk Israel
Sikap Puan Maharani dan Kronologi Teror Paket ke Kantor Tempo
Sebelumnya Ketua DPR Puan Maharani meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus teror paket yang dikirimkan ke kantor Media Tempo.
Aparat penegak hukum agar menindaklanjutinya dan menyelidikinya dengan sebaik-baiknya,” kata Puan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.
Dia menuturkan jika ada pihak yang merasa keberatan dengan pemberitaan yang dimuat Tempo, sebaiknya melaporkan kepada Dewan Pers.
Seperti diketahui, Kantor Tempo menerima kiriman kepala babi dalam sebuah kotak kardus yang dilapisi styrofoam pada Rabu, (19/3). Paket tersebut ditujukan kepada seseorang dengan nama ‘Cica’ yang di lingkungan Tempo dikenal sebagai panggilan bagi Francisca Christy Rosana, seorang wartawan bidang politik yang juga menjadi pembawa acara siniar Bocor Alus Politik.
Setelah kiriman kepala babi, dua hari kemudian kantor Tempo kembali menerima teror berupa paket berisi enam bangkai tikus.
Redaksi Energi Juang News



