Energi Juang News, Jakarta– Lailatul Qadar adalah malam istimewa yang lebih baik dari seribu bulan. Dalam kajian di kanal YouTube Energi Iman, K.H. Helmi Hidayat menegaskan bahwa malam ini adalah bonus luar biasa dari Allah bagi hamba-hamba-Nya.
“Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang. Dia memberikan bonus-bonus agar kita tidak masuk neraka, dan salah satu bonus terbesar adalah Lailatul Qadar,” ujar K.H. Helmi.
Esensi puasa, menurutnya, adalah membatasi keinginan yang tak terbatas. “Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi tentang menahan hawa nafsu dan mendidik diri,” jelasnya.
Keistimewaan Lailatul Qadar tidak bisa disamakan dengan malam-malam lain. “Satu malam ibadah di Lailatul Qadar setara dengan 83 tahun beribadah,” ungkapnya.
Baca juga : Pendakwah Ning Umi Laila Menikah, Siapa Suaminya?
Keistimewaan Lailatul Qadar dan Esensi Puasa
Namun, tidak semua orang mendapat ampunan di malam penuh berkah ini. Ada empat golongan yang tidak akan diampuni:
- Orang yang gemar mabuk-mabukan.
- Orang yang durhaka kepada orang tua.
- Orang yang durhaka kepada sesama manusia.
- Orang yang memutus silaturahim.
“Allah tidak butuh ibadah kita. Salat, puasa, zakat, haji—semua itu untuk kebaikan manusia sendiri,” tegasnya.
Bagaimana meyakini kemuliaan Lailatul Qadar? Menurut K.H. Helmi, pada malam ini, para malaikat turun ke bumi dan mengaminkan setiap doa yang dipanjatkan. “Mereka menjadi saksi siapa saja yang berdoa kepada Allah,” katanya.
Di akhir kajian, ia mengajak umat Muslim untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. “Jangan jadi orang bodoh yang menolak bonus dari Allah. Ini kesempatan emas untuk menghapus dosa dan meraih keberkahan,” pungkasnya.
Redaksi Energi Juang News



