Energi Juang News, Jakarta– Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menanggapi kisruh antara mitra dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan yayasan berinisial MBN di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalibata, Jakarta Selatan. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut murni merupakan persoalan internal di antara kedua pihak yang bermitra.
“Sebetulnya apa yang terjadi di satuan pelayanan pemenuhan gizi di Kalibata itu murni masalah internal mitra,” ujar Dadan saat ditemui usai memediasi kedua pihak di kantor BGN, Jakarta Selatan, Selasa, 16 April 2025.
Perselisihan bermula dari belum dibayarkannya biaya bahan baku dan operasional oleh yayasan MBN kepada Ira Mesra, pihak pengelola dapur MBG di SPPG Kalibata. Ira diketahui menyediakan makanan untuk para siswa, namun belum mendapatkan pembayaran sejak dapur mulai beroperasi pada Februari 2025.
Dadan mengaku baru mengetahui bahwa yayasan dan pemilik fasilitas dapur merupakan dua entitas berbeda. Padahal selama ini BGN bekerja sama dengan yayasan yang juga menjadi pemilik fasilitas. Namun, kondisi di Kalibata menunjukkan pola kemitraan berbeda, di mana yayasan menggandeng pihak luar sebagai pelaksana dapur.
Menurut Dadan, situasi seperti itu bukanlah hal baru dalam dunia usaha. “Sekarang Badan Gizi Nasional pun demikian. Kami kan pilih yayasan, tidak mau ambil risiko dengan perorangan atau dengan kelompok masyarakat. Maka yayasan yang didaftarkan ke kami harus clear. Dia fasilitasnya milik sendiri atau bermitra dengan orang,” ungkap Guru Besar IPB University itu.
Ia juga memastikan bahwa persoalan anggaran sudah diselesaikan dan operasional MBG akan kembali berjalan. Dana untuk 10 hari ke depan telah ditransfer ke rekening yayasan. Dadan juga menjelaskan adanya penyesuaian pola pendanaan, dari sistem reimburse menjadi sistem langsung cair sejak tanggal 14 setiap bulan.
“Jadi mitra itu tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk menalangi seluruh program,” tegasnya.
Dalam mediasi tersebut, disepakati bahwa SPPG Kalibata akan kembali beroperasi pada Kamis, 17 April 2025. “Jadi apa pun yang terjadi di Kalibata itu murni urusan internal. Tidak ada hubungannya dengan Badan Gizi Nasional. Dan kami tadi sudah minta agar besok SPPG Kalibata sudah operasional kembali,” tutur Dadan.
Sebelumnya, dapur MBG Kalibata sempat berhenti beroperasi sebelum libur Lebaran karena tidak ada pembayaran dari pihak yayasan kepada mitra. Dalam pertemuan tersebut, Ira Mesra hadir bersama kuasa hukumnya, Danna Harly Putra.
“Tadi kami sudah bicara panjang lebar dengan Pak Dadan, Alhamdulillah ditemukan solusi yang cukup baik. Jadi mulai besok pun dapur di Kalibata sudah mulai beroperasi kembali. Jadi sudah clear, nanti masalah sisa pembayaran itu memang kita akan tempuh jalur hukum sendiri,” ujar Harly.
Ia menyampaikan bahwa pembiayaan dapur selanjutnya akan ditopang oleh bantuan dari BGN serta modal pribadi Ira. Meskipun mekanismenya masih akan dibahas lebih lanjut, pihaknya sudah menyatakan komitmen untuk melanjutkan program.
“Tapi yang jelas, kita sudah komitmen. Sudah tadi sudah bisa untuk melanjutkan. Ibu Ira nanti modal lagi. Untuk sistemnya semua sudah dijelaskan tadi, sudah jelas. Teknisnya akan dibahas lebih lanjut,” katanya.
Harly juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum terhadap yayasan MBN karena belum membayar sepeser pun sejak dapur beroperasi. Kerugian ditaksir mencapai Rp975.375.000 berdasarkan 65.025 porsi makanan yang telah disediakan dalam dua tahap.
“Maka terhadap tindakan yayasan yang tidak membayarkan sepeser pun hak klien kami dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis ini, kami akan mengambil langkah hukum,” ujar Harly dalam konferensi pers di Kalibata pada Selasa, 15 April 2025.
Selain kerugian operasional, Ira juga mengalami kesalahan informasi soal harga porsi. Ia sempat menyediakan makanan untuk jenjang PAUD hingga SD kelas III dengan porsi senilai Rp15.000, padahal semestinya hanya Rp13.000 per porsi. Informasi ini baru ia ketahui setelah dapur berjalan.
Di sisi lain, setiap porsi makanan juga dikenakan potongan Rp2.500, yang semakin menambah beban biaya. Ira turut menanggung seluruh kebutuhan dapur mulai dari bahan pangan, sewa tempat, listrik, hingga gaji juru masak.
Redaksi Energi Juang News



