Energi Juang News, Jakarta- Pemerintah Indonesia tengah memfinalisasi regulasi baru yang akan mengatur batasan usia anak dalam mengakses media sosial.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran akan dampak negatif media sosial terhadap anak-anak, seperti gangguan kesehatan mental, cyberbullying, dan paparan konten yang tidak sesuai usia.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan bahwa aturan ini akan dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) yang sedang disusun.
Kami ingin memastikan ruang digital yang sehat dan produktif bagi semua, terutama generasi muda,” ujar Meutya, dikutip dari situs resmi Komdigi.
Dalam regulasi tersebut, anak-anak di bawah usia 17 tahun diwajibkan untuk mendapatkan persetujuan orang tua sebelum dapat mengakses layanan media sosial. Platform media sosial juga akan diwajibkan untuk menerapkan sistem verifikasi usia yang andal namun tetap menjaga privasi pengguna.
Kami menekankan pentingnya verifikasi usia berbasis teknologi yang efektif untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan platform oleh anak di bawah umur,” kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, yang akrab disapa Lisa.
Pemerintah juga berencana untuk mengklasifikasikan penyelenggara sistem elektronik (PSE) berdasarkan tingkat risiko dan dampak psikologisnya terhadap anak-anak. Hal ini bertujuan agar orang tua dan masyarakat dapat memahami platform yang aman maupun berpotensi berbahaya.
Regulasi ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat, Google. Presiden Prabowo Subianto juga telah memberikan arahan agar aturan ini segera dilaksanakan. “Beliau juga minta di-update mengenai itu, mudah-mudahan dalam waktu dekat nanti Beliau sendiri akan menyampaikan,” ujar Meutya.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi anak-anak di ranah digital, memastikan mereka dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman dan sehat.
Redaksi Energi Juang News



