Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaDaerahDaerah Khusus JakartaWarga Kebon Sayur Bangkit Melawan: 'Kami Enggak Tahu Harus ke Mana'

Warga Kebon Sayur Bangkit Melawan: ‘Kami Enggak Tahu Harus ke Mana’

Energi Juang News, Jakarta– Warga Kampung Kebon Sayur, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, kembali turun ke jalan menolak penggusuran yang mengancam tempat tinggal mereka. Aksi ini merupakan kelanjutan dari serangkaian unjuk rasa yang sebelumnya sempat berujung ricuh di Kantor Wali Kota Jakarta Barat.

Salah satu warga, Siti, mengungkapkan kegelisahannya, “Kami enggak tahu harus ke mana. Kami enggak punya tempat lain. Kami enggak punya uang untuk ngontrak.” Pernyataan ini mencerminkan ketidakpastian yang dirasakan oleh banyak warga yang telah menetap di kawasan tersebut selama puluhan tahun.

Penggusuran yang dilakukan oleh pemilik lahan, Sri Herawati, telah menyebabkan sebagian warga kehilangan tempat tinggal. Alat berat yang digunakan untuk membongkar rumah-rumah warga masih berada di lokasi, menambah ketegangan di antara masyarakat.

Warga menuntut agar proses penggusuran dihentikan sementara hingga ada mediasi yang melibatkan semua pihak terkait. Mereka juga meminta agar alat berat ditarik dari lokasi dan tidak ada lagi intimidasi terhadap warga.

Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, menyatakan bahwa pihaknya akan memfasilitasi mediasi antara warga dan pemilik lahan. “Ya kita akan mediasi. Saya minta kepada pemilik lahan, yang punya gitu kan, untuk diajak diskusi, dialog langsung. Itu kan urusan internal antara pemilik lahan dengan yang penghuni,” ujarnya.

Pendamping warga, Saiful Watoni, menyebutkan bahwa pihak kelurahan telah menjanjikan mediasi di kantor lurah antara warga dan pihak Sri Herawati pada Rabu (19/3). “Warga sepakat, mau gak sepakat. Dan tadi aktifitas penggusuran sudah dihentikan sampai ada mediasi,” ujarnya.

Aksi unjuk rasa ini merupakan bagian dari perjuangan warga untuk mempertahankan hak atas tempat tinggal mereka. Mereka berharap mediasi yang akan dilakukan dapat menghasilkan solusi yang adil dan tidak merugikan pihak manapun.

Baca juga :  Pramono Anung Naikkan Tarif Parkir Jakarta untuk Biayai Transportasi Gratis

Situasi di Kampung Kebon Sayur menjadi sorotan publik, mengingat pentingnya perlindungan hak-hak warga dalam menghadapi konflik lahan. Warga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius dan solusi yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments