Energi Juang News, Jakarta– Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta, akan mewakili Indonesia dalam konklaf pemilihan Paus baru di Vatikan yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei 2025.
Sebagai satu-satunya kardinal Indonesia yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam konklaf, Suharyo memiliki hak untuk memilih dan dipilih sebagai Paus baru.
“Saya hanya ikut saja,” ujar Suharyo kepada wartawan di Jakarta. Ia menambahkan, “Saya sudah bisa membayangkan siapa nanti yang akan banyak berbicara, siapa nanti yang akan banyak mengemukakan gagasan-gagasan sehingga dapat memperkaya para kardinal yang ikut di dalam konklaf untuk menentukan pilihannya.
Suharyo menekankan bahwa proses konklaf bukanlah ajang perebutan kekuasaan atau tempat praktik suap. “Tidak ada rebutan kekuasaan, tidak ada suap menyuap di situ pasti.
Semua kita percaya, umat Katolik percaya bahwa ini semua dalam bimbingan Roh Kudus,” tegasnya. Ia juga menambahkan, “Roh Kudus itu akan membimbing gereja seperti apa dalam diskusi bahkan dalam pemungutan suara. Jadi ini bukan pemungutan suara seperti pemilihan umum.”
Konklaf ini diadakan menyusul wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025. Sesuai aturan, konklaf dimulai 15 hari setelah wafatnya Paus. Suharyo menyatakan bahwa para kardinal akan berdiskusi mengenai masa depan Gereja Katolik dan arah kepemimpinan yang akan diambil oleh Paus terpilih.
Sebagai informasi, Suharyo lahir di Bantul, Indonesia, pada 9 Juli 1950. Ia telah menjabat sebagai Uskup Agung Jakarta sejak 29 Juni 2010 dan diangkat sebagai kardinal oleh Paus Fransiskus pada 5 Oktober 2019.
Dengan pengalaman dan dedikasinya, partisipasi Suharyo dalam konklaf ini menjadi kebanggaan bagi umat Katolik Indonesia.
Kehadiran Suharyo dalam konklaf ini tidak hanya mewakili Indonesia, tetapi juga mencerminkan peran aktif Gereja Katolik Indonesia dalam kancah global. Ia berharap bahwa proses konklaf akan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa Gereja Katolik menuju masa depan yang lebih baik.
Redaksi Energi Juang News



