Energi Juang News, Jakarta- Anggota DPR-RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menyatakan, ditetapkannya Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai Presiden Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau Forum Uni Parlemen negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), membuktikan ketokohan Puan diakui dunia Islam.
Puan, sambung Gus Falah, selama ini istikamah memperjuangkan sejumlah isu yang terkait dengan dunia Islam. Salah satunya memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Mbak Puan istikamah memperjuangkan kemerdekaan Palestina di forum-forum global, dan komitmen itu beliau tunjukkan lagi ketika sesi Transition Ceremony of Presidency di DPR kemarin,” ungkap Gus Falah, Kamis (15/5/2025).
Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, sudah sejak lama juga Puan sebagai Ketua DPR-RI mengembangkan hubungan erat dengan negeri-negeri Muslim seperti Qatar dan Uzbekistan.
Baca juga : Gus Falah: Video AI Soal Neraka, Bukti Mewabahnya Liberalisme
Jadi, sambung Gus Falah, putri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri itu memang punya rekam jejak menjalin hubungan erat dengan negeri-negeri Muslim untuk kepentingan dunia Islam.
Sehingga sangat layak bila Puan menjadi Presiden Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC).
Makna Penetapan Puan Maharani sebagai Presiden PUIC bagi Dunia Islam dan Indonesia
Mbak Puan akan selalu berkomitmen memperjuangkan kepentingan dunia Islam di forum internasional. Ini akan memperkuat juga kekuatan OKI dalam konstelasi politik dunia,” ujar Gus Falah, yang juga tokoh muda NU itu.
Penyerahan presidensi PUIC kepada Puan dilakukan dalam sesi Transition Ceremony of Presidency yang digelar di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (14/5/2025).
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh anggota PUIC kepada Indonesia untuk memimpin PUIC,” kata Puan dalam keterangannya.
Puan dinobatkan sebagai Presiden ke-19 PUIC setelah secara simbolis dilakukan serah terima palu sidang dari President Parliament of Cote D’Ivoire atau Ketua Majelis Nasional Republik Pantai Gading, Adama Bictogo.
Redaksi Energi Juang News



