Energi Juang News,Jakarta- Dalam sebuah insiden yang mengejutkan, rudal yang diluncurkan oleh kelompok Houthi di Yaman hampir mengenai jet tempur siluman F-35 dan F-16 milik Amerika Serikat. Menurut laporan dari The Aviationist, beberapa pejabat AS mengonfirmasi bahwa “beberapa F-16 Amerika dan satu jet tempur F-35 hampir terkena oleh pertahanan udara Houthi, menjadikan kemungkinan korban jiwa Amerika menjadi nyata.”
Insiden ini terjadi dalam 30 hari pertama Operasi Rough Rider, kampanye serangan udara yang dipimpin oleh AS terhadap target Houthi di Yaman. Selama operasi ini, Houthi berhasil menembak jatuh tujuh drone MQ-9 Amerika, masing-masing bernilai sekitar \$30 juta, yang menghambat kemampuan Komando Pusat untuk melacak dan menyerang kelompok militan tersebut.
Salah satu pejabat AS mengonfirmasi kepada Task & Purpose bahwa rudal yang ditembakkan oleh Houthi mendekati F-35 Joint Strike Fighter selama operasi di Yaman, memaksa pilot untuk melakukan manuver menghindar.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius tentang kemampuan pertahanan udara Houthi yang, meskipun dianggap “sederhana”, mampu mengancam pesawat tempur canggih seperti F-35. Menurut The War Zone, sistem pertahanan udara Houthi yang sangat mobile dan menggunakan sensor inframerah pasif menghadirkan masalah yang membingungkan bahkan bagi pesawat tempur AS yang canggih.
Dengan insiden ini, terlihat bahwa ancaman dari kelompok non-negara seperti Houthi tidak bisa diremehkan, bahkan oleh kekuatan militer sebesar Amerika Serikat. Kemampuan mereka untuk hampir menembak jatuh pesawat tempur tercanggih menunjukkan bahwa teknologi canggih tidak selalu menjamin keselamatan di medan perang yang kompleks dan dinamis.
Redaksi Energi Juang News



