Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaPolitikTNI dan OPM Terlibat Kontak Tembak, 18 Anggota OPM Tewas

TNI dan OPM Terlibat Kontak Tembak, 18 Anggota OPM Tewas

Energi Juang News, Jakarta- Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) terlibat kontak tembak di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah pada Rabu, 14 Mei 2025 kemarin.

Kontak tembak itu menyebabkan sebanyak 18 orang anggota OPM tewas.

Kontak tembak ini terjadi saat Satuan Tugas (Satgas) Habema TNI melaksanakan operasi pengamanan sejumlah wilayah di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Operasi berlangsung sejak pukul 04.00 hingga 05.00 WIT, dengan menyasar Kampung Titigi, Ndugusiga, Jaindapa, Sugapa Lama, dan Zanamba.

Operasi gabungan yang dilaksanakan secara profesional dan terukur ini berhasil mensterilkan wilayah Sugapa Lama dan Kampung Bambu Kuning dari kelompok OPM yang dipimpin oleh Daniel Aibon Kogoya, Undius Kogoya, dan Josua Waker.

Dalam operasi itu, sebanyak 18 anggota OPM tewas. TNI juga mengamankan sejumlah senjata api dari tangan para anggota OPM.

“Operasi ini dilakukan secara terukur, profesional, dan mengutamakan keselamatan warga sipil. Kami tidak akan membiarkan rakyat Papua hidup dalam ketakutan di tanah kelahirannya,” ujar Kapuspen TNI, Mayjen Kristomei Sianturi.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Media Koops Habema, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono menyampaikan bahwa seluruh personel TNI dalam kondisi aman dan lengkap pasca-operasi. Saat ini, pasukan masih disiagakan di sejumlah sektor strategis guna mengantisipasi kemungkinan pergerakan kelompok sisa.

Dalam operasi ini, TNI juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu pucuk senjata organik AK-47, satu senjata rakitan, puluhan butir munisi, busur dan anak panah, serta bendera Bintang Kejora dan alat komunikasi.

Iwan menyebut, bahwa kelompok ini kerap melakukan kekerasan terhadap warga sipil, termasuk pembakaran rumah, penyanderaan guru, dan tenaga kesehatan, hingga penyerangan terhadap fasilitas umum dan proyek pembangunan.

Iwan juga menyebut, kehadiran TNI untuk memberikan pelayanan kesehatan, edukasi, dan pengamanan pembangunan jalan ke Hitadipa justru dimanipulasi oleh kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang menjadikan warga sebagai tameng dan menyebarkan narasi ancaman terhadap masyarakat.

Baca juga :  Fraksi PDI Perjuangan Dukung MPR Soal TAP MPR Soeharto Dan Gus Dur

Pernyataan ini juga dikonfirmasi Kepala Suku Kampung Sugapa, Melianus Wandegau. Dia mengungkapkan bahwa masyarakat selama ini telah disesatkan oleh propaganda OPM.

“Kami dijanjikan kesejahteraan oleh mereka (OPM), namun kenyataannya kami hanya dijadikan alat dan pelindung dari serangan. Warga dijadikan tameng untuk melawan TNI,” ujarnya.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Kristomei Sianturi menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam melindungi rakyat Papua dan mendukung kelangsungan pembangunan di wilayah timur Indonesia.

“TNI hadir bukan untuk menakut-nakuti rakyat, tetapi untuk melindungi mereka dari kekerasan dan intimidasi yang dilakukan kelompok bersenjata. Operasi ini dilakukan secara terukur, profesional, dan mengutamakan keselamatan warga sipil. Kami tidak akan membiarkan rakyat Papua hidup dalam ketakutan di tanah kelahirannya,” katanya di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments