Energi Juang News, Jakarta– Kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, diduga kuat menjadi penyebab menurunnya minat wisatawan asing untuk mengunjungi Negeri Paman Sam.
Menurut laporan dari platform pemesanan hotel, Trivago, wisatawan dari negara-negara yang terdampak langsung oleh tarif perdagangan, seperti Kanada, Jepang, dan Meksiko, kini cenderung memilih destinasi lain untuk berlibur. Hal ini menjadi indikasi bahwa kebijakan ekonomi dapat mempengaruhi pola wisata global.
Selain itu, ketidakstabilan ekonomi akibat perang dagang membuat warga Amerika dan Inggris lebih memilih untuk berlibur di dalam negeri. CEO Trivago, Johannes Thomas, menyebut bahwa pemesanan perjalanan dari negara-negara tetangga seperti Kanada dan Meksiko mengalami penurunan dua digit.
“Pola perjalanan mengalami perubahan signifikan. Banyak negara yang terdampak tarif kini mengalihkan dana wisatanya ke destinasi lain,” ujar Thomas, dikutip dari Independent.
Tren Staycation Meningkat di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Tidak hanya wisatawan asing, warga Amerika sendiri pun mulai mengurangi anggaran liburan mereka. Data dari Trivago menunjukkan peningkatan pencarian untuk hotel dengan harga lebih terjangkau dan kategori bintang lebih rendah. Hal ini menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi turut memengaruhi preferensi liburan.
Sementara itu, dari sisi Eropa, ancaman Trump yang ingin menaikkan tarif atas produk Uni Eropa turut memperburuk situasi. Di Jerman, permintaan perjalanan ke AS tercatat menurun, meskipun permintaan dari warga Inggris masih stabil untuk saat ini.
Liburan di Dalam Negeri Jadi Pilihan Favorit
Di Inggris, permintaan akan perjalanan domestik mengalami lonjakan signifikan, terutama pada bulan-bulan musim panas seperti Juli hingga September. Trivago mencatat peningkatan hingga 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. London dan Edinburgh menjadi tujuan favorit para pelancong domestik.
“Saat situasi ekonomi tidak menentu, orang-orang cenderung memilih untuk tetap dekat dengan rumah,” ungkap Thomas.
Tren ini mencerminkan adanya keterkaitan erat antara ketegangan geopolitik dan kebiasaan wisata global. Jika kondisi ekonomi global tidak stabil, maka bukan hal aneh jika destinasi wisata seperti AS mengalami penurunan kunjungan.
Redaksi Energi Juang News



