Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaBerita NasionalJutaan Warga Indonesia Masih Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Jutaan Warga Indonesia Masih Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Energi Juang News, Jakarta– Realitas kemiskinan masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 24 juta orang di Tanah Air masih tergolong miskin. Persentasenya mencapai 8,57 persen dari total penduduk, menandakan bahwa jutaan keluarga belum dapat memenuhi kebutuhan dasar secara layak.

Standar Pengeluaran Menunjukkan Realitas Ekonomi

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, dalam kunjungan kerja di Universitas PGRI Semarang pada Selasa (27/5/2025), menyampaikan bahwa pengeluaran per kapita sebesar Rp 600.000 per bulan menjadi indikator batas kemiskinan. Bahkan, 1,13 persen penduduk Indonesia atau 3,17 juta jiwa tergolong dalam kategori miskin ekstrem, yaitu mereka yang hanya mampu membelanjakan Rp 400.000 per bulan.

Langkah Pemerintah Menanggulangi Kemiskinan

Untuk itu, pemerintah telah menginisiasi berbagai program pengentasan kemiskinan. Menurut Agus, kunci keberhasilan Indonesia untuk bangkit adalah menuntaskan kemiskinan secara menyeluruh.

“Indonesia tidak akan bisa maju jika masih banyak rakyatnya hidup miskin. Ini adalah tugas kita bersama,” tegasnya.

Program Berbasis Data Akurat

Upaya ini akan difokuskan melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025. Agus menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial.

Bantuan Pasif dan Pemberdayaan Ekonomi

Pemerintah tidak hanya memberikan bantuan pasif seperti Program Keluarga Harapan (PKH), namun juga mendorong pemberdayaan melalui bantuan usaha. Tujuannya adalah menciptakan masyarakat yang mandiri dan produktif secara ekonomi.

“Kalau ada yang mau bekerja, kita siapkan lapangan kerja. Yang ingin berusaha, kita bantu usahanya agar bisa menghasilkan,” ujar Agus.

Target Penurunan Kemiskinan Nasional

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo telah berhasil menurunkan angka kemiskinan sebanyak 2 persen selama masa pemerintahannya. Sedangkan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, menargetkan angka kemiskinan di Indonesia berada di bawah 5 persen pada tahun 2029, dan menghapus kemiskinan ekstrem pada 2026.

Baca juga :  Misa Yang Dipimpin Paus Dihadiri 90 Ribu Orang, Apa Kata Pemprov DKI?

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments