Energi Juang News, Jakarta- Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta membentuk satuan tugas untuk mengantisipasi praktik keberangkatan jemaah haji ilegal pada musim haji tahun ini. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Pembentukan Satgas Respons Kasus Tahun Lalu
Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Priya Kartika Perdhana mengungkapkan, temuan tahun sebelumnya menjadi dasar pembentukan tim khusus ini.
“Secara keseluruhan Dirjen Imigrasi mengagalkan 1.300 jemaah haji ilegal pada musim haji tahun lalu, 700 di antaranya di Bandara Soekarno Hatta,” ujar Priya dalam acara Coffe Morning dan Halal Bihalal di Kota Tangerang, Kamis, 16 April 2026.
Sebagian besar calon jemaah yang gagal berangkat diketahui menggunakan visa yang tidak sesuai, seperti visa kerja dan visa ziarah. Temuan tersebut dominan terjadi di Terminal 3 yang melayani penerbangan internasional non-haji reguler.
Fokus Pemeriksaan dan Penguatan Pengawasan
Satgas akan menitikberatkan pemeriksaan pada dokumen perjalanan dan jenis visa yang digunakan. Selain itu, koordinasi lintas instansi juga diperkuat untuk mempercepat penanganan jika ditemukan indikasi pelanggaran.
Petugas imigrasi juga akan ditambah, termasuk optimalisasi fasilitas di area pemeriksaan.
“Salah satu fungsi Satgas melakukan pencegahan dan melindungi masyarakat dari potensi masalah di luar negeri akibat keberangkatan yang tidak sesuai prosedur,” kata Galih.
Jadwal Keberangkatan dan Jumlah Jemaah
Pemberangkatan calon jemaah haji melalui Bandara Soekarno-Hatta dijadwalkan mulai 22 April 2026. Tahun ini, bandara tersebut akan melayani 35.285 jemaah dari Embarkasi Pondok Gede, Bekasi, dan Cipondoh.
“Jemaah akan diterbangkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines,” kata Galih.
Sistem Terpusat dan Layanan Mekahrut
Pemeriksaan keimigrasian dilakukan secara terpusat di Asrama Haji sebelum keberangkatan. Setelah itu, jemaah diberangkatkan menggunakan bus yang telah disegel dan dikawal petugas menuju bandara.
Setibanya di bandara, jemaah diarahkan ke fasilitas Mekahrut di Terminal 2 untuk menjalani pemeriksaan oleh otoritas Arab Saudi. Skema ini memungkinkan jemaah langsung menuju pemondokan saat tiba tanpa pemeriksaan ulang.
“Dengan skema ini, proses keberangkatan menjadi lebih cepat, lebih teratur, dan lebih nyaman bagi seluruh calon jemaah haji,” kata Galih.
Redaksi Energi Juang News



