Energi Juang News, Jakarta– Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, menilai langkah Bareskrim Polri yang menyita koran pengumuman hasil ujian masuk Universitas Gadjah Mada (UGM) Presiden Jokowi pada tahun 1980 sebagai tindakan yang tidak wajar. Menurutnya, koran tersebut seharusnya menjadi arsip publik, bukan barang bukti kejahatan.
Roy Suryo mengungkapkan bahwa koran Kedaulatan Rakyat (KR) edisi Jumat Kliwon, 18 Juli 1980, yang memuat pengumuman kelulusan ujian Jokowi, telah diambil oleh pihak Bareskrim dari Perpustakaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ia menyayangkan penyitaan ini karena dokumen tersebut dinilai penting bagi masyarakat.
“Kami menemukan bundel koran KR edisi tahun 1980. Tapi edisi Juni, Juli, Agustus 1980 tidak ada. Petugas perpustakaan bilang, ‘Itu sudah diambil kemarin oleh Bareskrim.’ YouTube-nya beredar,” ungkap Roy dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Senin (16/6/2025).
Roy menegaskan bahwa koran tersebut bukan barang bukti tindak kejahatan sehingga menurutnya tidak pantas disita.
“Kalau itu barang bukti kejahatan, silakan disita. Tapi ini bukan barang bukti kejahatan,” tegasnya.
Selain itu, Roy menyoroti adanya kejanggalan pada dokumen koran KR yang pernah ditampilkan Bareskrim saat jumpa pers sebelumnya. Ia mempertanyakan keakuratan penulisan hari, pasaran, tanggal Masehi, dan kalender Jawa yang tercantum dalam koran tersebut.
“Coba cek, pada bulan Agustus itu puasa. Tapi di KR tertulis pasa, bukan puasa. Kalau ada yang berusaha menyebarkan versi digital bertuliskan puasa, kami akan mempertanyakan,” jelas Roy.
Ia juga menegaskan hanya akan menerima bukti fisik, bukan dokumen digital, sebagai bahan yang sah dalam pembuktian.
“Kalau hanya versi digital, kami tidak akan terima. Kami mau buktinya analog. Kenapa bundel koran yang jadi hak rakyat di perpustakaan bisa dibawa oleh petugas? Ini sungguh tidak adil,” tutupnya.
Roy Suryo berharap agar dokumen penting seperti arsip koran tetap menjadi milik publik dan tidak disalahgunakan dalam polemik yang tengah berkembang.
Redaksi Energi Juang News



