Berita Energi Juang, Jakarta– Rowo Bayu di Banyuwangi bukan sekadar tempat wisata bersejarah. Di balik pesonanya, tersembunyi energi gaib yang membuat bulu kuduk berdiri. Konon, danau itu bukan hanya saksi pertempuran masa lalu, tapi juga menjadi “gerbang” antara dunia manusia dan makhluk halus. Banyak yang percaya, tempat ini menjadi sarang macan jadi-jadian yaitu penjelmaan gaib dari makhluk tak kasat mata.
“Sudah biasa kalau malam Jumat, suara auman dari arah hutan sering terdengar… tapi tak pernah terlihat wujudnya,” kata Pak Sukri, warga setempat yang rumahnya hanya berjarak 200 meter dari kawasan Rowo Bayu. Ia menatap langit yang mulai gelap, seolah mengenang kejadian yang tak ingin ia ulangi.
Baca Juga : Tanda-Tanda Disukai Jin: Kisah Mencekam dari Sosok yang Diam-Diam Diikuti
Beberapa peziarah yang datang untuk berdoa di petilasan Raja Tawangalun mengaku mengalami gangguan. Ada yang merasa diawasi, bahkan ada yang kerasukan. “Teman saya sempat kerasukan sosok perempuan, katanya penjaga tempat ini. Matanya merah… tubuhnya dingin seperti bangkai,” ungkap Dian, salah satu peziarah dari Jember.
Yang paling menyeramkan adalah penampakan macan berukuran besar, sering muncul di tepian danau lalu menghilang begitu saja. Tapi warga yakin, itu bukan hewan biasa. “Dia muncul tanpa suara, tanpa jejak. Kadang cuma matanya yang tampak menyala di gelap,” kata Pak Sukri lirih. Ia menambahkan bahwa banyak warga tak berani keluar rumah jika malam sudah turun di Rowo Bayu.
Kisah Rowo Bayu semakin mencuat sejak kemunculan cerita KKN Desa Penari. Banyak netizen berspekulasi bahwa lokasi kisah itu mengarah ke daerah ini. Meski tak ada pernyataan resmi, suasana mistis dan beberapa kemiripan kejadian membuat banyak orang percaya. Terlebih, banyak pengunjung mendengar gamelan mengalun lembut dari tengah hutan, padahal tak ada kegiatan apa pun.
Menurut Bu Lastri, penjual jajanan di pinggir jalan menuju Rowo Bayu, pernah ada mahasiswa yang berkemah di sana dan mendadak hilang kesadaran. “Dia bilang melihat perempuan menari di air, tubuhnya setengah transparan. Setelah itu, dia diam saja sampai dijemput keluarganya,” katanya sambil menyuguhkan kopi.
Bahkan petugas penjaga pun tak luput dari teror. Pak Wahid, penjaga kawasan, pernah mendengar suara-suara orang tertawa di tengah malam, padahal kawasan sudah sepi. “Kadang suara itu berubah jadi raungan, keras sekali, bikin saya tak bisa tidur,” tuturnya. Sejak itu, ia tak pernah lagi berjaga sendirian.
Banyak paranormal percaya bahwa Rowo Bayu dihuni oleh entitas kuat yang bukan dari dunia ini. Ada yang menyebutnya lelembut, ada pula yang bilang itu roh para prajurit yang mati tak wajar. Dan tak sedikit yang percaya, makhluk-makhluk itu bisa berubah wujud menjadi macan, ular, atau bahkan manusia untuk menyesatkan mereka yang tak menghormati tempat ini.
Kini, meski tetap ramai dikunjungi, Rowo Bayu tak pernah benar-benar sepi dari bisikan gaib dan aura menakutkan. Ia berdiri sebagai pengingat bahwa tidak semua tempat indah aman untuk disinggahi. Ada wilayah-wilayah yang harus dihormati… atau dibayar mahal oleh siapa pun yang mengabaikannya.
Redaksi Energi Juang News



