Kamis, Juni 4, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaMalam Satu Suro, Petaka Bagi yang Melanggar Larangan

Malam Satu Suro, Petaka Bagi yang Melanggar Larangan

Energi Juang News, Jakarta– Malam itu, masyarakat Jawa di beberapa daerah mengenai bulan Suro diartikan sebagai bulan yang Sakral namun juga menyeramkan, seperti bulan penuh bencana dan bulannya para makhluk gaib bagi yang melanggar pantangan.

Dikisahkan di daerah pinggiran Madiun sedang diselimuti kabut tipis yang tak biasa. Angin berembus pelan namun membawa aroma yang menusuk, seperti tanah basah yang bercampur dengan bunga kenanga dan melati layu.

Malam Satu Suro bertepatan dengan Jumat Kliwon, momen yang oleh masyarakat Jawa dikenal sebagai malam paling keramat dalam setahun. Namun di tengah keheningan ada sekelompok pemuda sedang mabuk mabukan diperbatasan desa yang sepi. Melihat hal yang tak semestinya dilakukan didepan rumahnya, Mbah Wo yang kebetulan sesepuh desa memperingatkan,

“Ndak bagus kalian mabuk mabukan, malam ini malam Suro lo,” Mendengar wejangan Mbah Wo mereka malah menyalakan motornya sehingga suara Mbah Wo tertelan raungan motor. Ia hanya bisa menggeleng pelan, merasa firasat buruk merayapi tulang punggungnya.

Malam itu, beberapa warga memilih berkumpul di langgar tua, membaca doa agar desa dijauhkan dari mara bahaya. Tapi bagi mereka yang meremehkan dan bertindak sembrono di malam keramat ini, takdir kelam telah menunggu.

Benar saja saat mereka melaju kencang salah satu pemuda, Aris namanya, kehilangan kendali dan menabrak pohon randu besar yang angker dan dikenal angker. Tubuh Aris ditemukan terjepit di antara motor dan batang pohon, matanya membelalak lebar sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir. Sejak malam itu malam malam warga desa sering ditemui sosok arwah Aris yang berlumuran darah meminta tolong dengan suara serak yang menyeramkan. Hal ini yang membuat warga takut dan menghindar ketika harus melewati jalan itu.

Baca juga :  Jejak Sunyi Bayu: Menyibak Misteri Makam Mbah Sambo Yang Terlupakan

“Masya Allah… iki wis dudu manungsa maneh,” ujar Bu Suminem yang menyaksikan langsung hantu Aris yang gentayangan. Sejak kejadian itu, warga desa sering mengalami kejadian aneh tapi tak pernah sama. Ayam jago sering berkokok tengah malam, dan suara gamelan terdengar dari arah hutan, padahal tak ada yang tinggal di sana. Warga mulai takut keluar rumah selepas magrib. Bahkan anak-anak pun berhenti bermain petak umpet, karena kabarnya ada yang melihat sosok pemuda ikut bermain tapi hanya diam tanpa kata kata.

Mendengar berbagai laporan warga Mbah Wo akhirnya mengadakan selamatan besar. Ia memimpin doa dan meminta ampun kepada leluhur dan penghuni gaib desa. “Ampunilah kami yang lalai, dan lindungi yang belum tahu pantangan adat ,” doanya. Setelah itu, suasana mulai mereda. Namun, warga tetap percaya bahwa dosa yang dibuat pada malam Satu Suro akan terus membekas, dan hukuman akan datang, cepat atau lambat.

Beberapa orang tua di desa mulai kembali mengajarkan pantangan kepada anak cucu mereka. Jangan keluar rumah lewat tengah malam. Jangan bicara sembarangan di dekat makam. Dan yang paling penting, jangan pernah menganggap enteng malam Satu Suro, karena itu bukan malam biasa, melainkan malam di mana batas antara dunia manusia dan makhluk tak kasat mata menjadi sangat tipis. Menghabiskan malam satu Suro dengan berdzikir meminta ampun kepada Alloh SWT.

Kini, setiap kali Satu Suro tiba, langgar desa selalu penuh. Warga berdzikir, membakar kemenyan, dan menyuguhkan sesajen di tempat-tempat yang dianggap keramat. Mereka tahu, melupakan malam Satu Suro adalah mengundang malapetaka. Seperti yang terjadi pada Aris, kenangan itu menjadi pelajaran pahit. Tak ada yang berani melawan larangan lagi, karena malam Suro bukan untuk dijadikan pesta, melainkan untuk merenung dan menjaga harmoni dengan yang tak terlihat.

Baca juga :  Misteri Sosok Gayatri: Penjaga Gaib Alas Purwo

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments