Energi Juang News, Jakarta— Mulai tanggal 3 Juli 2025, pemegang paspor dari Brasil dan Turki kini dapat masuk ke Indonesia tanpa visa. Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia sebagai bagian dari penguatan hubungan antarnegara.
Menurut Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, kebijakan ini merupakan hasil koordinasi lintas kementerian serta evaluasi mendalam terhadap aspek diplomatik, keamanan, dan ekonomi. Langkah ini diputuskan berdasarkan prinsip timbal balik, mengingat Brasil dan Turki sebelumnya telah memberikan fasilitas bebas visa bagi warga negara Indonesia.
“Penerapan kebijakan ini tidak hanya melihat potensi wisatawan dari kedua negara tersebut, tetapi juga potensi kontribusi terhadap ekonomi nasional melalui sektor bisnis dan investasi,” ujar Yuldi.
Mekanisme bebas visa ini memungkinkan warga Brasil dan Turki untuk tinggal di Indonesia selama maksimum 30 hari. Namun, masa tinggal ini tidak dapat diperpanjang maupun dialihkan ke jenis izin tinggal lain. Fasilitas bebas visa ini hanya berlaku untuk kunjungan wisata, urusan bisnis terbatas, serta keperluan medis tertentu.
Yuldi menambahkan bahwa meskipun Indonesia membuka akses ini, pelaksanaan di lapangan akan dilakukan secara selektif dan diawasi secara ketat. Tujuannya adalah untuk memastikan hanya wisatawan asing yang memenuhi kriteria dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional yang dapat memanfaatkan kebijakan ini.
Direktorat Jenderal Imigrasi juga akan tetap memantau pergerakan warga asing dan secara berkala melakukan evaluasi terhadap kebijakan ini untuk menyesuaikan dengan dinamika global dan kepentingan dalam negeri. Fokus utamanya adalah tetap menjaga keseimbangan antara mendukung sektor ekonomi dan menjaga keamanan negara.
Dengan diberlakukannya kebijakan bebas visa ini, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kerja sama internasional, khususnya dengan negara-negara mitra seperti Brasil dan Turki, demi membuka peluang lebih luas di sektor pariwisata dan ekonomi ke depannya.
Redaksi Energi Juang News



