Energi Juang News, Jakarta- Charles Hoskinson, pendiri Cardano, telah menolak tawaran dari El Salvador untuk menggunakan teknologi blockchain Cardano.
Mengapa dia membuat pilihan itu?
Rupanya Hoskinson khawatir anggota geng MS-13, yang oleh pemerintah AS disebut sebagai Organisasi Kriminal Transnasional, dapat memperoleh akses ke dunia mata uang kripto.
Kekhawatiran utama Hoskinson adalah niat El Salvador untuk memberikan aset digital kepada semua penduduk melalui airdrop Bitcoin di seluruh negara bagian. Ia khawatir hal ini dapat secara tidak sengaja memberikan nilai kepada anggota MS-13, yang akan melanggar sanksi AS yang ditetapkan oleh Office of Foreign Assets Control (OFAC).
Menurut Hoskinson, pertemuan dengan pejabat AS di bawah pemerintahan Biden mengungkapkan masalah kepatuhan yang tidak dapat diatasi, yang menyebabkan dia mengakhiri diskusi dalam waktu seminggu.
Selain masalah kepatuhan, Hoskinson mengkritik pendekatan tidak teratur pemerintah Salvador dalam mengintegrasikan blockchain. Ia mengatakan bahwa proses perencanaan berantakan dan para pejabat mendapatkan saran kebijakan dari sumber tidak resmi seperti WhatsApp dan unggahan media sosial.
Salah satu cerita menarik adalah ketika seorang Menteri Energi mengusulkan penggunaan aktivitas vulkanik untuk menggerakkan penambangan Bitcoin geothermal. Hoskinson melihat ini sebagai tanda bahwa pemerintah tidak memiliki rencana yang jelas. Ia bahkan lebih yakin bahwa konsep tersebut tidak akan berhasil karena tidak ada aturan yang jelas untuk kepatuhan.
Meskipun Hoskinson keluar, El Salvador terus melanjutkan rencananya untuk mata uang kripto dan menjadi pemerintah pertama yang menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah pada tahun 2021. Untuk memudahkan transfer, pemerintah meluncurkan dompet Chivo.
Pada tahun 2025, negara tersebut memiliki 6,230 BTC, yang bernilai sekitar $679 juta. Pemerintah Presiden Nayib Bukele terus mendorong penggunaan Bitcoin, tetapi kekhawatiran Hoskinson menunjukkan betapa sulitnya menggunakan mata uang kripto di tingkat nasional tanpa aturan yang kuat.
Kekhawatiran Charles Hoskinson tentang koneksi MS-13 dan kurangnya persiapan yang direncanakan menunjukkan betapa pentingnya memiliki aturan yang jelas untuk mematuhi hukum saat menggunakan mata uang kripto di suatu negara. Penolakannya terhadap perjanjian El Salvador menunjukkan betapa sulitnya menggunakan teknologi blockchain di tempat-tempat yang memiliki banyak bahaya hukum dan kriminal.
El Salvador masih mencoba Bitcoin, tetapi pendekatan hati-hati Hoskinson mungkin menjadi contoh yang baik tentang cara menangani konvergensi inovasi blockchain dan aturan global.
Redaksi Energi Juang News




