Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisKrakatau Steel Perluas Pasar Global, Siap Kirim 10.000 Ton Baja ke Amerika

Krakatau Steel Perluas Pasar Global, Siap Kirim 10.000 Ton Baja ke Amerika

Energi Juang News, Jakarta– PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terus membuktikan posisinya sebagai pemain utama dalam industri baja nasional melalui ekspansi pasar yang agresif dan strategi kemitraan global. Memasuki pertengahan Juli 2025, Krakatau Steel, melalui anak perusahaannya PT Krakatau Baja Industri dan PT Tata Metal Lestari, akan mengekspor sebanyak 10.000 ton baja ke Amerika Serikat.

Langkah ini bukan sekadar ekspor biasa, melainkan bagian dari rangkaian kemitraan strategis yang dimulai sejak Maret 2025. Di antaranya adalah penandatanganan nota kesepahaman dengan Delong Steel Group serta kolaborasi dengan Xiamen ITG Group Co., Ltd dan PT Dexin Steel Indonesia yang dilakukan dalam ajang BRICS Innovation Base Industry Project Matchmaking Meeting di Beijing, Tiongkok.

Tak hanya itu, Krakatau Steel juga menjalin hubungan dagang dengan Tatarstan Trade House dari Rusia dan sebelumnya telah sukses mengekspor 2.400 ton baja ke Polandia.

Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, menyebutkan bahwa berbagai transformasi dan restrukturisasi yang dilakukan perusahaan mulai menunjukkan hasil nyata. Kinerja positif ini turut tercermin dari kepercayaan pemangku kepentingan dan publik, ditandai dengan meningkatnya harga saham perusahaan.

“Transformasi ini adalah bukti nyata bahwa Krakatau Steel terus berkembang. Kenaikan harga saham menjadi refleksi atas kepercayaan pasar terhadap langkah-langkah strategis kami,” ujar Akbar, Minggu (13/7).

Marolop Alfred Nainggolan, Kepala Riset Praus Capital, mengamini lonjakan saham KRAS beberapa pekan terakhir. Hal ini merupakan respon positif pasar terhadap aksi korporasi Krakatau Steel. Ia menyebut bahwa kerja sama dengan Delong Steel menjadi sinyal kuat bahwa Krakatau Steel makin diperhitungkan di mata industri global.

Krakatau Steel kini berada di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Indonesia (BPI Danantara Indonesia), yang mempercepat restrukturisasi dan mendorong efisiensi investasi serta produksi. Pabrik Hot Strip Mill 1 direaktivasi untuk memproduksi baja berkualitas tinggi. Produksi ini akan mendukung proyek-proyek strategis nasional.

Baca juga :  Pemerintah Akan Ubah Aturan Pungutan Sektor Batu Bara

“Kami berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan industri baja Indonesia. Mari kita perkuat proteksi industri ini melalui kebijakan safeguard, antidumping, dan regulasi yang berpihak pada industri dalam negeri,” tegas Akbar.

Dengan target produksi hingga 3 juta ton per tahun, Krakatau Steel juga melihat kawasan ASEAN sebagai pasar strategis. Melalui inisiatif One ASEAN First, perusahaan optimis menjadikan Indonesia sebagai pusat industri baja regional, melayani sektor konstruksi, energi, hingga pertahanan.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments