Energi Juang News, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Gresik menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian pinjam pakai aset daerah, dalam hal ini penggunaan gedung SMPN 30 Sidayu, sebagai lokasi sementara program Sekolah Rakyat (SR).
Acara penandatanganan dilakukan di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat. Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan memperluas akses pendidikan di seluruh penjuru negeri. Kabupaten Gresik termasuk salah satu dari 100 titik pelaksanaan program ini di Indonesia.
Baca Juga : Berantas Kemiskinan, Prabowo Akan Luncurkan 3 Program
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, dr. Ummi Khoiroh, mengungkapkan bahwa Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani secara resmi telah menandatangani kesepakatan pinjam pakai gedung SMPN 30 Sidayu untuk kegiatan belajar-mengajar tahun ajaran 2025–2026.
“Penggunaan gedung SMPN 30 ini bersifat sementara. Gedung tetap untuk Sekolah Rakyat sedang dalam proses pembangunan di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu,” jelas dr. Ummi, Kamis (10/7/2025).
Saat ini tercatat sebanyak 75 siswa tingkat SMA telah terdaftar dan siap mengikuti proses belajar mulai akhir Juli 2025. Pemerintah juga memastikan pembangunan gedung baru oleh Kementerian PUPR terus dikejar agar rampung tepat waktu.
Bupati Gresik menyampaikan harapannya agar lulusan Sekolah Rakyat bisa diterima di perguruan tinggi ternama. Ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai sarana mengangkat taraf hidup keluarga miskin.
“Semoga lulusan SR bisa kuliah di kampus terbaik dan nantinya mampu membantu keluarganya keluar dari garis kemiskinan,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani.
Redaksi Energi Juang News



