Energi Juang News, Jakarta– Peristiwa keracunan massal diduga terjadi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang melibatkan sebanyak 140 siswa setelah menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa mereka kini sedang menunggu laporan resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai hasil pemeriksaan sampel makanan yang dimaksud.
“Kami sedang menunggu hasil kajian BPOM yang mengambil sampel makanan Senin,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana saat dihubungi, Kamis (24/7/2025).
Menurut keterangan Dadan, makanan yang didistribusikan pada Senin (21/7) diberikan kepada ratusan siswa. Beberapa siswa mulai merasakan gejala mual, muntah, hingga pusing keesokan harinya. Perkembangan ini membuat pihak sekolah menghentikan sementara penyajian MBG sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut.
Makannya Senin, Selasa pagi diketahui ada yang sakit dan makanan (MBG) Selasa belum dimakan,” ujarnya.
Sebelumnya, 140 siswa SMP Negeri 8 Kupang mengalami keluhan serupa setelah mengonsumsi menu MBG. Kepolisian pun turun tangan untuk menelusuri sumber dugaan keracunan tersebut. Berdasarkan laporan, kejadian terjadi Selasa (22/7) sekitar pukul 07.30 Wita, saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Kepala sekolah, Maria Theresia Lana, menyampaikan bahwa banyak siswa izin ke toilet karena diare dan sakit perut hingga memenuhi ruang UKS.
“Jadi proses KBM sekitar jam 07.30 pagi, sudah ada siswa kami yang bolak-balik ke kamar mandi, ternyata mereka mencret dan ada yang sakit perut,” kata Maria, Selasa (22/7).
Maria menjelaskan bahwa makanan yang disantap hari sebelumnya terasa asin dan asam pada beberapa lauk, terutama tahu dan sayur. Polres Kupang Kota bersama Dinas Kesehatan terus melakukan pendataan dan koordinasi dengan pihak rumah sakit terkait siswa yang dirawat.
“Kami masih mendata jumlah siswa yang sakit di sekolah maupun rumah sakit,” ujar Kasi Humas Polresta Kupang Kota Ipda Frangky Lapuisaly.
Redaksi Energi Juang News



