Energi Juang News, Jakarta– Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, hadir memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan keterangan seputar penyelidikan pengadaan layanan Google Cloud di Kemendikbudristek.
Pantauan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025), Nadiem tiba sekitar pukul 09.17 WIB dan terlihat didampingi oleh kuasa hukumnya, Hotman Paris. Ia tidak memberikan banyak komentar kepada awak media.
Sehat,” kata Nadiem.
Pagi ini belum ada coment,” kata Hotman.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto telah menginformasikan bahwa Nadiem akan dipanggil terkait perkembangan penyelidikan ini. Jubir KPK, Budi Prasetyo, juga menyebutkan bahwa penyidikan dugaan korupsi ini menunjukkan kemajuan yang positif.
“Progresnya bagus, positif, semuanya hadir memberikan keterangan dan tentu KPK mengimbau siapa pun yang dipanggil untuk dimintai keterangan kooperatif memberikan keterangan kepada penyelidik maupun di proses penyidikan,” ujar Budi, Selasa (5/8).
KPK tengah mendalami dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan Google Cloud, yang disebut terjadi pada masa pandemi COVID-19, dan berkaitan erat dengan program pengadaan Chromebook.
“Iya (tempus saat COVID-19). Sejalan dengan pengadaan Chromebook itu,” terang Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (24/7).
Asep menyampaikan bahwa layanan cloud tersebut digunakan sebagai penunjang proses pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi, termasuk penyimpanan tugas dan ujian siswa.
“Waktu itu kita ingat zaman COVID ya, pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran daring. Tugas-tugas anak-anak kita yang sedang belajar dan lain-lain, kemudian hasil ujian, itu datanya disimpan dalam bentuk cloud, Google Cloud-nya,” kata Asep.
“Jadi kita juga kalau, jangankan itu yang besar ya, kita sendiri mau nyimpan foto, video, atau apa, kita kan, disimpan di cloud itu kita kan bayar, bayar. Nah, ini juga itu, cloud-nya, itu yang sedang kita dalami,” pungkasnya.
Redaksi Energi Juang News



