Energi Juang News, Jakarta- Aktor Jefri Nichol kembali menghadapi El Rumi dalam pertandingan tinju Superstar Knockout Vol 3 yang digelar Sabtu (9/8/2025). Ternyata, laga tersebut berlangsung singkat.
El Rumi pun sukses mengalahkan Jefri dalam waktu 38 detik. Kekalahan itu ditelan Jefri setelah ia mengeluhkan cedera pada bahunya yang ternyata adalah dislokasi.
Pertandingan cepat ini langsung menjadi sorotan publik.
Lalu apa sebenarnya dislokasi bahu yang dialami Jefri Nichol?
Dislokasi bahu adalah kondisi ketika tulang lengan atas (humerus) keluar dari soket sendi bahu (glenoid) tempat seharusnya berada. Dikutip Everyday Health, Minggu (10/8/2025), cedera ini merupakan jenis dislokasi sendi yang paling umum karena bahu memiliki rentang gerak yang sangat luas, sehingga lebih rentan terhadap cedera.
Bahu dapat terdislokasi ke depan, ke belakang, atau ke bawah, baik secara keseluruhan maupun sebagian.
Sebagian besar kasus terjadi melalui bagian depan bahu. Cedera ini dapat meregangkan atau merobek ligamen serta jaringan yang menghubungkan tulang, sehingga memperparah dislokasi. Setelah mengalami dislokasi, bahu juga menjadi lebih rentan untuk cedera ulang.
Gejala dislokasi bahu antara lain mati rasa, lemas, atau kesemutan di sekitar lokasi cedera seperti leher atau lengan. Otot-otot bahu juga bisa mengalami kejang, yang membuat rasa sakit semakin parah.
Beberapa penyebab umum dislokasi bahu meliputi:
• Jatuh: Mendarat dengan posisi yang tidak tepat, seperti jatuh dari tangga atau tersandung, bisa menyebabkan dislokasi.
• Cedera olahraga: Umum terjadi di olahraga kontak seperti sepak bola dan hoki, maupun olahraga yang berisiko jatuh seperti ski lereng, senam, dan bola voli.
• Benturan keras: Misalnya saat kecelakaan kendaraan bermotor yang menyebabkan cedera dan pergeseran sendi bahu.
Mengalami dislokasi bahu meningkatkan risiko cedera yang sama di masa depan. Karena itu, penting untuk menjalani latihan kekuatan dan stabilitas yang direkomendasikan tenaga medis.
Bagi Jefri Nichol, insiden di atas ring melawan El Rumi ini bisa menjadi peringatan akan pentingnya perlindungan sendi, terutama di olahraga dengan risiko benturan tinggi seperti tinju. Cedera ini mungkin membuatnya harus beristirahat sejenak, tapi pengalaman tersebut bisa menjadi pelajaran berharga untuk menjaga kesehatan bahu di kemudian hari.
Redaksi Energi Juang News



