Energi Juang News, Jakarta- Para pencinta animasi Jepang di Tanah Air memperoleh ‘kabar duka’.
Kabar duka itu adalah berhenti tayangnya serial kartun legendaris Doraemon di stasiun televisi RCTI.
Isu ini menyeruak dan menjadi perbincangan hangat warganet di media sosial X (Twitter). Terutama setelah akun komunitas @IndoPopBase menyebut bahwa Doraemon secara resmi mengakhiri penayangannya.
Unggahan tersebut viral dan memicu rasa kehilangan mendalam bagi lintas generasi. Khususnya bagi mereka yang tumbuh bersama Nobita dan kawan-kawan.
Dugaan berhentinya tayangan ini semakin kuat setelah dilakukan penelusuran pada jadwal siaran resmi RCTI maupun aplikasi RCTI+. Terpantau sejak akhir Desember 2025, judul Doraemon tidak lagi tercantum dalam daftar program yang akan ditayangkan.
Padahal, secara historis, robot kucing berwarna biru ini memiliki ikatan kuat dengan televisi Indonesia. Sempat tayang di TVRI pada 1979-1989, Doraemon kemudian menjadi ikon RCTI sejak Desember 1990.
Absennya kartun ini tentu menjadi anomali besar mengingat posisinya sebagai tontonan wajib keluarga di akhir pekan. Sehingga munculah beragam pertanyaan dibenak penonton.
Hingga berita ini ditulis, pihak stasiun televisi belum memberikan pernyataan resmi.
Namun, sejumlah analisis mencuat terkait alasan di balik hilangnya Doraemon dari layar kaca.
1. Pertama, adanya perubahan strategi program di mana stasiun TV mungkin melakukan evaluasi rating. Dan memprioritaskan acara lain yang lebih relevan dengan audiens saat ini.
2. Kedua, faktor pergeseran pola konsumsi anak-anak yang kini lebih memilih menonton konten animasi melalui platform digital atau streaming ketimbang televisi konvensional.
3. Faktor ketiga yang paling santer terdengar adalah masalah hak siar dan lisensi. Indikasi ini terlihat dari beberapa film layar lebar Doraemon yang belakangan justru ditayangkan oleh stasiun televisi kompetitor.
Redaksi Energi Juang News



