Energi Juang News, SItaro- Kapolda Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, terus memperbarui data korban banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut. Laporan terkini menyebutkan, hingga Senin malam (5/1/2026), jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 11 orang.
Evakuasi Terhambat Cuaca Buruk
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa enam dari 11 jenazah telah teridentifikasi, sementara lima lainnya masih menunggu pendataan lebih lanjut. “Kepada keluarga korban meninggal dunia, BPBD Kabupaten Sitaro memberikan fasilitas pemakaman korban,” katanya lewat keterangan tertulis pada Selasa (6/1/2026).
Menurut Muhari, hujan lebat yang terus mengguyur daerah terdampak menghambat proses pencarian lima warga yang masih dinyatakan hilang. “Operasi SAR akan segera dilanjutkan pada hari Selasa,” ujarnya. Kondisi cuaca ekstrem dikhawatirkan memicu banjir dan longsor susulan di sekitar lokasi bencana.
Ratusan Warga Mengungsi
Selain menelan korban jiwa, bencana ini juga memaksa 143 kepala keluarga atau sekitar 444 jiwa mengungsi. Pemerintah daerah membuka pos sementara di gedung GMIST Bethbara dan menyiapkan alat tidur, makanan siap saji, serta kebutuhan anak-anak.
BPBD melaporkan bahwa wilayah terdampak kini meluas menjadi empat kecamatan: Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.
Status Darurat Bencana Ditetapkan
Sebagai langkah cepat, Bupati Kepulauan Siau Tagulandang menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi melalui SK Nomor 1 Tahun 2026, berlaku mulai 5 hingga 18 Januari 2026.
Untuk mempercepat akses ke wilayah yang terisolasi, BPBD bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup telah mengerahkan alat berat seperti excavator dan wheel loader. “Targetnya, akses jalan dapat kembali dibuka segera setelah kondisi cuaca memungkinkan,” kata Muhari menambahkan.
Redaksi Energi Juang News



