Energi Juang News, Jakarta– Pada 2021, dunia perfilman masih diramaikan oleh fenomena John Wick yang dianggap merevolusi film aksi. Namun, di tengah euforia itu, hadir sosok Bob Odenkirk lewat perannya sebagai Hutch Mansell dalam film Nobody, yang langsung mencuri perhatian penonton dengan gaya aksinya yang unik.
Kini, kisah mantan pembunuh bayaran tersebut kembali berlanjut lewat Nobody 2, yang resmi tayang hari ini, Rabu (13/8). Menariknya, kursi sutradara kali ini diisi oleh sineas kebanggaan Indonesia, Timo Tjahjanto. Bagi salah satu pendiri The Mo Brothers ini, proyek internasional tersebut menjadi pengalaman berharga, apalagi ia membagikan banyak cerita menarik dalam wawancara bersama detikpop.
Salah satu kisahnya adalah tentang diskusi awal dengan sang pemeran utama sekaligus produser, Bob Odenkirk. Menurut Timo, ia langsung menawarkan sentuhan baru dalam koreografi aksi.
Jadi hal yang pertama yang gue ngobrol ama si Bob mengenai koreo, gue bilang, ‘Bob kayaknya kalau kita masuk ke unsur Jackie Chan keren nggak tuh?’ Terus dia akhirnya setuju,” ungkap Timo.
Bob pun antusias dengan ide tersebut, mengingat kedekatan emosionalnya dengan karya-karya Jackie Chan yang sering ia tonton bersama keluarga.
“Weh gila men. Tim, gue sama anak-anak gue nggak pernah nonton film bareng, jarang. Cuman begitu nonton kita (pasti nonton) Jackie Chan (dan) kita selalu kayak kagum gitu,” kenang Timo.
Meski begitu, Bob memberi satu catatan penting: ia tidak ingin Hutch terlihat terlalu mahir layaknya John Wick atau James Bond. Timo pun menjawab tantangan ini dengan membuat Hutch tampil realistis, seperti pria biasa yang memiliki keterampilan bertarung, tetapi tetap bisa terluka dan kewalahan saat melawan lawan.
Dalam tayangan awal, karakter Hutch digambarkan seperti “bapak-bapak komplek” yang punya basic bela diri, bukan mesin pembunuh. Bahkan, ia dijuluki “anti-John Wick” karena meski berpengalaman, tetap bisa terpukul dan mengalami kesulitan.
“Gue gamau Hatch Mansell itu dilihat dari dia gak bisa kena tonjok, dia gak bisa terluka. Justru gue sukanya Hatch Mansell karena dia selalu bisa digebukin dan walaupun udah experienced tapi selalu pasti ada yang miss. Ya itu yang menggambarkan bahwa dia struggle dengan sebagai seorang ex-assassin tapi juga, eh, juga seorang family man, seorang bapak-bapak middle age dan gue justru melihat itu jauh lebih keren daripada lo untouchable gitu,” jelas Timo.
Selain itu, Timo juga mengungkapkan pengalaman tak terlupakan saat bertemu dengan Sharon Stone. Cerita lengkapnya akan hadir di berita selanjutnya.
Redaksi Energi Juang News



