Energi Juang News, Jakarta – Menjelang bergulirnya kompetisi Championship 2025/2026, PSS Sleman terus mempersiapkan tim, termasuk memenuhi regulasi kuota pemain muda. Operator liga mewajibkan setiap tim menurunkan pemain kelahiran 2005 selama 90 menit pertandingan, sehingga manajemen PSS kini aktif mencari tambahan amunisi di sektor ini.
Direktur Teknis PSS Sleman, Pieter Huistra, menyebut bahwa perekrutan pemain muda harus dilakukan secara selektif. Ia ingin memastikan pemain yang direkrut memiliki kualitas yang cukup untuk bersaing di level kompetisi. Menurutnya, memiliki cadangan pemain muda yang mumpuni sangat penting untuk mengantisipasi cedera atau kondisi darurat selama musim berjalan.
Huistra menargetkan minimal lima pemain muda untuk melengkapi skuad. Pada sesi latihan di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Selasa (12/8/2025), PSS kedatangan dua pemain baru yakni M Kanu dan Syaiful Djoge, di mana salah satunya telah resmi bergabung dengan tim.
Sementara itu, Persela Lamongan sudah selangkah lebih siap dalam hal pembinaan pemain muda. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut telah mempersiapkan lima pemain U-21 untuk musim baru, yaitu Rifki Tofani (kiper), Wildan Hanif (gelandang), M. Affani Ubaidillah (gelandang), Defa Naufel (gelandang), dan Muhammad Sadewa (striker).
Kesiapan ini menunjukkan fokus kedua klub dalam mematuhi regulasi liga sekaligus membangun regenerasi pemain. Dengan kombinasi pemain muda dan senior yang solid, baik PSS Sleman maupun Persela Lamongan berharap bisa tampil maksimal dan bersaing ketat di kompetisi Championship musim ini.
Redaksi Energi Juang News



