Energi Juang News, Jakarta – Audit keselamatan Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan yang dilaksanakan Balai Besar Perbaikan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim–Bali telah memasuki tahap akhir pada Selasa (12/8/2025). Kegiatan ini mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jalan serta kelengkapan rambu lalu lintas yang telah terpasang.
Pengawas Lapangan BBPJN Jatim–Bali, Muhadi Setyo Utomo, menjelaskan bahwa pengecekan tidak hanya dilakukan pada siang hari. Pada malam hari, tim juga memeriksa penerangan jalan umum (PJU), marka jalan, traffic light, dan warning light untuk memastikan semuanya berfungsi optimal. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, seluruh fasilitas dinilai sesuai standar dan tidak ditemukan kendala berarti.
Proses audit ini menjadi salah satu syarat penting sebelum JLU dibuka secara resmi. Muhadi menyebut, hasil audit keselamatan jalan (AKJ) nantinya akan dibahas bersama lintas sektoral. Ia menambahkan, pihaknya akan mengupayakan pembukaan JLU sebelum perayaan 17 Agustus 2025.
Setelah resmi beroperasi, JLU akan menjalani tahap uji layak jalan selama satu bulan penuh. Dalam periode ini, setiap temuan atau catatan akan dievaluasi untuk memastikan jalur penghubung antara Desa Rejosari, Kecamatan Deket, hingga Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan, benar-benar siap digunakan tanpa hambatan.
Muhadi juga menegaskan bahwa JLU dirancang dengan spesifikasi setara jalan nasional, sehingga tidak ada pembatasan tonase kendaraan berat. Jalur ini mampu menahan beban truk lebih dari 60 ton, sehingga diharapkan dapat mendukung kelancaran arus logistik dan transportasi di wilayah Lamongan.
Dengan uji kelayakan yang ketat, diharapkan JLU dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, mengurangi kemacetan, dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Lamongan.
Redaksi Energi Juang News



