Energi Juang News, Lamongan – Bagi penggemar kuliner khas Lamongan, ini saat yang paling ditunggu dalam setahun. Di bulan Oktober hingga November, hidangan kelo kuning ikan keting bertelur sedang jadi primadona di sejumlah warung, salah satunya Warung Mak Yah di Desa Sidomukti, Kecamatan Lamongan.
Setiap hari, aroma rempah khas dari dapur Mak Yah menggoda para penikmat kuliner yang datang dari berbagai daerah. Rasa gurih daging ikan yang berpadu dengan telur lembut di dalamnya menjadikan kelo kuning ini menu yang cepat habis setiap kali disajikan. “Ikan keting bertelur hanya ada di musim ini, biasanya sampai akhir November saja,” ujar Sakdiyah (53), pemilik warung yang sudah berjualan sejak 2013.
Selain ikan keting, Warung Mak Yah juga menawarkan menu lain seperti ikan gabus dan ikan kuthuk. Namun, keting bertelur tetap menjadi bintang utama. Tekstur telur ikan yang menempel di tubuh ikan memberikan sensasi berbeda, apalagi setelah diolah dengan perpaduan bumbu rempah seperti kunyit, lengkuas, serai, bawang merah, dan bawang putih.
Sakdiyah mengaku bisa menghabiskan hingga 15 kilogram ikan keting bertelur setiap hari. “Biasanya lima jam sejak buka, menu ikan keting sudah ludes,” katanya sambil tersenyum. Satu porsi kelo kuning lengkap dengan nasi dibanderol Rp18 ribu, harga yang sebanding dengan cita rasa khas yang menggugah selera.
Untuk pengunjung luar Lamongan, Warung Mak Yah juga mudah diakses karena terletak di jalur utama Kecamatan Mantup. Banyak pengunjung dari luar daerah yang sengaja datang untuk menikmati kelezatan khas musiman ini sebelum musimnya berakhir.
Jadi, jika Anda ingin mencicipi kuliner khas Lamongan yang langka dan autentik, sempatkan mampir ke Warung Mak Yah sebelum musim ikan keting bertelur usai.
Redaksi Energi Juang News




