Energi Juang News, Jakarta– Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. kembali melemah pada perdagangan Rabu (20/8/2025).
Mengutip data resmi dari logammulia.com, harga emas Antam Logam Mulia untuk ukuran 1 gram kini berada di level Rp1.890.000 per batang. Nilai tersebut turun Rp7.000 dibandingkan posisi perdagangan Selasa.
Penurunan ini menjadi kebalikan dari tren sehari sebelumnya, ketika emas sempat naik Rp3.000. Posisi hari ini juga tercatat sebagai yang terendah sejak 30 Juni 2025 lalu, saat harga sempat menyentuh Rp1.880.000 per gram.
| Berat | Harga Dasar | Harga (+Pajak PPh 0.25%) |
|---|---|---|
| 0.5 gr | Rp 995 | Rp 997.488 |
| 1 gr | Rp 1.890.000 | Rp 1.894.725 |
| 2 gr | Rp 3.720.000 | Rp 3.729.300 |
| 3 gr | Rp 5.555.000 | Rp 5.568.888 |
| 5 gr | Rp 9.225.000 | Rp 9.248.063 |
| 10 gr | Rp 18.395.000 | Rp 18.440.988 |
| 25 gr | Rp 45.862.000 | Rp 45.976.655 |
| 50 gr | Rp 91.645.000 | Rp 91.874.113 |
| 100 gr | Rp 183.212.000 | Rp 183.670.030 |
| 250 gr | Rp 457.765.000 | Rp 458.909.413 |
| 500 gr | Rp 915.320.000 | Rp 917.608.300 |
| 1000 gr | Rp 1.830.600.000 | Rp 1.835.176.500 |
Selain itu, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam pagi ini dipatok di angka Rp1.736.000 per gram. Angka tersebut juga mengalami pelemahan Rp7.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Berikut daftar harga emas Antam Logam Mulia per Rabu, 20 Agustus 2025:
Harga emas Antam domestik sejajar dengan tren global yang juga cenderung melemah. Pada perdagangan Selasa (19/8/2025), harga emas dunia tercatat turun 0,45% menjadi US$3.315,19 per troy ons.
Pelemahan emas internasional itu berlanjut selama empat hari berturut-turut. Secara akumulasi, harga telah terkoreksi 1,17% dalam periode tersebut.
Pergerakan harga emas biasanya dipengaruhi kondisi global, termasuk nilai dolar AS dan kebijakan suku bunga. Pelemahan yang terjadi saat ini mencerminkan tekanan eksternal yang memengaruhi pasar logam mulia.
Investor cenderung berhati-hati di tengah tren penurunan harga ini. Beberapa analis menilai emas tetap menjadi aset lindung nilai penting, meski volatilitas pasar jangka pendek masih cukup tinggi.
Redaksi Energi Juang News



