Energi Juang News, Jakarta– Polisi wanita (polwan) ikut diterjunkan mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Perempuan Indonesia di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/9/2025).
Sejumlah polwan terlihat berbaris rapi di sisi jalan raya, berhadapan langsung dengan massa aksi yang didominasi perempuan. Pengerahan mereka disebut sebagai upaya menjaga suasana kondusif.
“Iya, betul begitu (polwan diturunkan karena mayoritas massa perempuan),” ujar salah satu polwan yang berjaga di barisan depan.
Kehadiran polwan ternyata tidak berdiri sendiri. Polisi laki-laki juga tetap disiagakan untuk mengawal jalannya aksi, terutama mengatur arus lalu lintas di sekitar Senayan. Barisan polwan berfokus menghadapi peserta, sementara polisi pria menjaga sisi jalan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo menuturkan, ada 1.039 personel gabungan dikerahkan demi kelancaran aksi. Ia memastikan aparat akan bertugas secara humanis dan tidak memicu gesekan.
Aliansi Perempuan Indonesia sebelumnya telah mengumumkan akan menggelar demo bertajuk “Perempuan Melawan Kekerasan Negara”. Aksi dimulai pukul 10.00 WIB di depan gerbang utama Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto.
Tuntutan utama aliansi ditujukan langsung kepada DPR dan Presiden Prabowo Subianto. Mereka menilai kebijakan negara masih sering menimbulkan praktik diskriminatif dan kekerasan struktural terhadap perempuan.
Dalam aksi ini, massa kompak menggunakan atribut serba pink sebagai simbol solidaritas. Warna itu dipilih untuk menunjukkan semangat perlawanan dengan nuansa kebersamaan yang identik dengan perempuan.
Pihak kepolisian mengimbau peserta aksi tetap tertib dan menjaga jalannya demonstrasi agar tidak mengganggu aktivitas warga sekitar.
Redaksi Energi Juang News



