Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaPolitikTurut Perjuangkan 17+8 Tuntutan Rakyat, Maudy Ayunda Beri Peringatan Keras Pada Pemerintah

Turut Perjuangkan 17+8 Tuntutan Rakyat, Maudy Ayunda Beri Peringatan Keras Pada Pemerintah

Energi Juang News, Jakarta-Seiring memanasnya dinamika sosial dan politik, keresahan masyarakat Indonesia pun kian menguat.

Gelombang demonstrasi berikut bentrokan yang muncul di berbagai kota menjadi gambaran masih banyaknya aspirasi yang mesti diperjuangkan.

Di tengah pergolakan tersebut, jagat media sosial diramaikan dengan gerakan bertajuk “17+8 Tuntutan Rakyat”. 
Gerakan ini berisi 17 tuntutan jangka pendek dengan tenggat 5 September 2025, serta 8 tuntutan jangka panjang yang ditargetkan tercapai pada 31 Agustus 2026.

Jerome Polin menjadi salah satu figur publik pertama yang menyuarakan tuntutan tersebut.

Suaranya kemudian menggema luas hingga diikuti oleh sejumlah selebriti Tanah Air, termasuk Maudy Ayunda.

Melalui akun Instagram pribadinya, @maudyayunda, wanita lulusan  Universitas Stanford ini menyampaikan pandangannya dalam bentuk surat terbuka yang ia unggah. 

Dalam tulisannya, Maudy menyebut bahwa apa yang terjadi di Indonesia saat ini mirip dengan cerita dalam buku legendaris Pedagogy of the Oppressed karya Paulo Freire.

“Ironis dan miris rasanya, saya merasa seolah buku itu sedang menulis tentang kenyataan kita,” tulis Maudy Ayunda.

Wanita berusia 30 tahun ini juga menegaskan bahwa suara rakyat tidak bisa diabaikan oleh para pemimpin.
Harapannya, apa yang telah disuarakan dapat diwujudkan dalam langkah nyata yang transparan.

“Dan apa yang kita saksikan belakangan ini adalah bentuk praxis itu: refleksi masyarakat yang tajam, suara yang tak lagi bisa diabaikan,” tutur istri dari Jesse Choi ini. 

Dalam surat terbukanya, Maudy pun berpesan agar suara rakyat tidak sekadar didengar, tetapi diwujudkan dalam tindakan yang nyata.

“Kami mohon, jangan hanya dibaca atau didengar. Tapi diwujudkan dalam langkah nyata: transparan, bisa jadi pegangan, dan memberi akuntabilitas yang jelas bagi kita semua,” sambungnya.

Baca juga :  Sepakati Puan, Gus Falah: Rakyat Berjasa Kawal Putusan MK

Sebagai penutup, pelantun lagu Perahu Kertas ini memperingatkan pemerintah agar tidak meremehkan rakyat.

“Tolong jangan anggap remeh rakyat. Pilihlah empati daripada keserakahan. Pilihlah tindakan nyata, bukan sekadar mendengarkan secara performatif. Pilihlah untuk berubah, meski itu sulit,” pungkasnya.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments