Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaPolitikKedatangan Habib Rizieq di Kaltara Terancam Gagal

Kedatangan Habib Rizieq di Kaltara Terancam Gagal

Energi Juang News, Tarakan– Rencana kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), memicu gelombang penolakan dari Aliansi Masyarakat Adat Asli Kalimantan Utara (AMAKU). HRS dijadwalkan hadir pada Sabtu (20/9) untuk memimpin Tabligh Akbar sekaligus aksi solidaritas bagi Palestina.

Namun, bagi AMAKU, kedatangan HRS dianggap berpotensi menimbulkan gesekan sosial. Perwakilan AMAKU, Agustinus Amos, menegaskan bahwa mereka tidak menolak acara Tabligh Akbar, tetapi menolak figur HRS secara pribadi.

“Kami mendukung kegiatan keagamaan itu, tapi kami menolak kedatangan Habib Rizieq. Kami khawatir kehadiran beliau justru memicu ketegangan di Kaltara,” tegas Agustinus, Rabu (17/9/2025).

AMAKU menilai rekam jejak HRS sering dikaitkan dengan narasi intoleransi dan radikalisme. Mereka menganggap hal itu dapat mengganggu kerukunan masyarakat lokal.

“Kami melihat paham radikalisme dan intoleransi yang sering disuarakan bisa mengancam ketentraman masyarakat,” tambah Agustinus.

Sebagai langkah resmi, AMAKU mengirim surat kepada Kapolda, Gubernur, Kemenag, dan instansi terkait agar izin kegiatan dicabut. Mereka meminta aparat tegas membatalkan kehadiran HRS.

“Jika HRS tetap memaksakan diri datang, kami siap melakukan pergerakan supaya beliau tidak bisa masuk Kaltara,” tegas Agustinus.

Di sisi lain, Sekretaris Panitia sekaligus perwakilan Aliansi Solidaritas Kaltara untuk Palestina, Ahmad Irwan, membantah isu bahwa kegiatan ini akan melantik anggota FPI.

“Itu hanya rumor. Tidak ada agenda pelantikan seperti yang diberitakan,” jelas Ahmad, Selasa (16/9/2025).

Ahmad menegaskan bahwa penolakan adalah hak masyarakat, tetapi ia mengingatkan agar aksi itu tidak berubah menjadi persekusi atau penghadangan ilegal.

“Jika ada penghadangan yang melanggar hukum, kami tidak akan tinggal diam. Panitia siap menghadapi situasi apa pun,” ujar Ahmad.

Ia menambahkan bahwa pihak panitia dan aparat pengamanan siap menjaga jalannya acara agar tetap damai. Ahmad berharap kepolisian bersikap netral dan tidak berpihak.

Baca juga :  Prabowo Kasih Bonus ke Irjen Dadang Hartanto, Mengapa?

“Kami belajar dari pengalaman 2018, ketika ulama kami ditolak. Sekarang kami tidak akan mundur jika persekusi terjadi,” tutupnya.

Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments