Energi Juang News, Gorontalo– Kasus viral anggota DPRD Gorontalo, Wahyudin Moridu, memasuki babak baru. Badan Kehormatan (BK) DPRD menyatakan siap memanggil wanita yang merekam dan menyebarkan video tersebut. Wanita yang dikenal sebagai D itu disebut berada di lokasi saat rekaman dibuat.
Ketua BK DPRD Gorontalo, Fikram Salilama, menjelaskan pemanggilan ini dilakukan untuk menggali keterangan lebih lengkap. Ia menegaskan pihaknya ingin memastikan apa tujuan merekam dan menyebarkan video tersebut. Menurut Fikram, keterangan dari D akan menjadi pertimbangan penting dalam sidang BK mendatang.
Wahyudin Moridu sebelumnya mengaku tidak tahu dirinya direkam oleh teman wanitanya. Ia baru mengetahui video itu viral setelah beredar luas di media sosial pada 19 September 2025. Dalam video tersebut, Wahyudin tampak mabuk dan melontarkan pernyataan akan merampok uang negara.
Menanggapi viralnya video itu, Wahyudin segera membuat video klarifikasi bersama istrinya. Ia meminta maaf dan menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi pada Juli 2025 saat sedang bepergian dengan teman wanitanya.
Wahyudin mengakui dirinya memang mabuk alkohol ketika mengucapkan pernyataan kontroversial tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa wanita yang merekam video itu adalah teman dekat yang sempat meminta untuk dinikahi. Namun permintaan itu ditolak Wahyudin sehingga memicu kekecewaan.
BK DPRD menegaskan akan menindaklanjuti kasus ini secara serius sesuai kode etik. Fikram menyebut rapat internal akan digelar pekan depan, disusul sidang hingga rapat paripurna untuk memutuskan sanksi atau langkah yang diambil.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut etika wakil rakyat. Banyak pihak mendesak agar BK DPRD bertindak tegas agar menjaga kepercayaan masyarakat.
Energi Juang News



