Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaPolitikKomnas Perempuan Desak Negara Akhiri Diskriminasi Guru Perempuan

Komnas Perempuan Desak Negara Akhiri Diskriminasi Guru Perempuan

Energi Juang News, Jakarta– Hari Guru Sedunia tahun ini kembali menjadi sorotan, bukan hanya sebagai momen penghargaan untuk para pendidik, melainkan juga ajakan untuk menghentikan praktik diskriminasi yang masih dialami guru perempuan di Indonesia.

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menilai, Hari Guru Sedunia harus dijadikan momentum advokasi untuk menghapus pemiskinan struktural dan bias gender yang menjerat banyak guru, terutama mereka yang berada di daerah tertinggal.

“Hari Guru Sedunia bukan sekadar seremoni, melainkan momen advokasi global,” kata Anggota Komnas Perempuan Devi Rahayu, Selasa (7/10/2025).

Kesejahteraan Guru Masih Terabaikan

Komnas Perempuan mengapresiasi dedikasi guru yang berjuang menanamkan nilai hak asasi manusia, keadilan, kesetaraan gender, dan toleransi. Namun, Devi menegaskan apresiasi itu harus diwujudkan dalam bentuk nyata: kebijakan yang menyejahterakan guru.

Ia mendesak agar pemerintah dan lembaga pendidikan nonpemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan yang lebih berorientasi pada kesejahteraan guru, bukan hanya pembangunan fisik. “Kerja perawatan dan pendidikan harus diakui sebagai kerja penting yang menentukan keberhasilan bangsa,” ujarnya.

Tuntutan untuk Negara

Komnas Perempuan menekankan beberapa langkah mendesak:

Negara wajib memberikan perlindungan dari kekerasan berbasis gender di sektor pendidikan.
Harus ada mekanisme pengaduan yang aman dan berpihak pada korban.
Jaminan penghasilan layak dan perlindungan sosial bagi semua guru, termasuk mereka yang bertugas di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

Menurut Devi, kewajiban itu sejalan dengan CEDAW Pasal 11, SDGs Tujuan 4 dan 5, serta ILO Convention 190 yang menegaskan hak pekerja bebas dari kekerasan dan pelecehan.

Pendidikan Berkualitas Butuh Guru Sejahtera

Devi menegaskan, kesejahteraan guru adalah kewajiban konstitusional negara, bukan sekadar tuntutan profesi. “Tanpa guru yang sejahtera, mustahil pendidikan berkualitas dapat terwujud,” ujarnya.

Baca juga :  Rano Karno Awali Tugas dengan Tinjau Pengerukan Kali Krukut

Dengan pesan ini, Komnas Perempuan berharap Hari Guru Sedunia tidak berhenti pada seremonial, tetapi menjadi pijakan nyata bagi negara untuk memastikan perlindungan, kesejahteraan, dan pengakuan bagi guru perempuan yang selama ini masih menghadapi diskriminasi.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments