Energi Juang News, Zurich– Keputusan kontroversial Donald Trump soal rencana mengganti kota penyelenggara Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat akhirnya direspons FIFA. Badan sepak bola dunia itu menyatakan memberi lampu hijau dengan alasan keamanan publik.
Melansir Sky News, FIFA menegaskan bahwa pemerintah AS berhak menentukan lokasi pertandingan jika terkait faktor keamanan. “Keselamatan dan keamanan adalah prioritas utama di semua ajang FIFA. Itu jelas tanggung jawab pemerintah, dan mereka memutuskan apa yang terbaik,” bunyi pernyataan resmi FIFA, Selasa (15/10/2025).
Baca juga : FIFA Rilis Ranking Terbaru, Timnas Indonesia Nongkrong di Posisi 122
Dari Seattle ke Kota Lain?
Trump sebelumnya mewacanakan mengganti Seattle sebagai salah satu kota penyelenggara. Alasannya, kota itu dipimpin “radikal kiri” yang menurut Trump tidak layak menjadi tuan rumah. Komentar ini dipandang bernuansa politis, karena wali kota Seattle berasal dari Partai Demokrat.
Trump disebut sedang mempertimbangkan Chicago dan Memphis sebagai alternatif. Padahal, Seattle dijadwalkan menggelar enam pertandingan Piala Dunia 2026, mulai dari fase grup hingga babak 16 besar di stadion Lumen Field.
FIFA Sempat Sentil Trump
Sikap FIFA ini cukup mengejutkan karena sebelumnya Wakil Presiden FIFA, Victor Montagliani, menegaskan urusan kota penyelenggara adalah kewenangan penuh FIFA. “Ini turnamen FIFA. FIFA yang membuat keputusan tersebut,” katanya dikutip Independent.
Namun kini, FIFA tampak melunak dan membuka ruang perubahan dengan dalih keamanan publik, meskipun perubahan kota tuan rumah sangat jarang terjadi dalam sejarah Piala Dunia.
Piala Dunia 2026: Format Baru, Kontroversi Baru
Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terbesar sepanjang sejarah, dengan 48 tim peserta dan tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Rencana pemindahan kota oleh Trump diperkirakan bisa memicu perdebatan politik dalam negeri AS, sekaligus menguji konsistensi FIFA dalam menjaga netralitas olahraga.
Redaksi Energi Juang News



