Energi Juang News, Washington D.C.– Layanan Amazon Web Services (AWS) kembali mengalami gangguan besar yang membuat sejumlah aplikasi dan situs global lumpuh. Dampak terasa pada platform populer seperti Roblox, Snapchat, Amazon, hingga asisten pintar Alexa.
Dalam laporan status resmi, AWS menyebut gangguan terjadi di Region US-EAST-1, salah satu wilayah pusat data terbesar mereka. Masalah ini menyebabkan lonjakan kesalahan teknis serta latensi tinggi yang berdampak ke berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia.
“Kami sedang menangani masalah ini dan berusaha memitigasi dampaknya sambil menelusuri penyebab utama. Pembaruan akan diberikan setiap 45 menit,” tulis Amazon dalam keterangan resminya, Senin (20/10).
Baca juga : Platform X Alami Gangguan Massal
Dampak Global: Roblox hingga McDonalds Down
Sejumlah pengguna melaporkan aplikasi seperti Roblox, Zoom, Epic Games, Canva, hingga McDonalds App ikut terganggu. Bahkan, CEO Perplexity AI, Aravind Srinivas, langsung mengonfirmasi di platform X bahwa layanan perusahaannya terganggu akibat error di AWS.
“Penyebab utama gangguan Perplexity adalah masalah di AWS. Tim kami sedang berupaya memulihkannya,” kata Srinivas.
Di Reddit, keluhan muncul karena Alexa tidak merespons perintah suara. Banyak pengguna mengeluh asisten pintar itu hanya diam atau gagal menjalankan perintah dasar.
Laporan Lonjakan di Indonesia
Pantauan melalui Downdetector Indonesia menunjukkan peningkatan laporan down pada Senin sore. Aplikasi yang paling banyak dilaporkan bermasalah adalah Roblox, Snapchat, hingga Zoom.
Fenomena ini membuktikan bahwa gangguan AWS di satu wilayah Amerika bisa berdampak luas hingga lintas benua, termasuk Asia.
Gangguan Berulang
Bukan kali pertama AWS menghadapi masalah global. Gangguan serupa di US-East-1 pernah melumpuhkan internet dunia pada 2023, 2021, dan 2020. Saat itu, sejumlah layanan besar terpaksa offline selama berjam-jam hingga tim AWS berhasil memulihkan sistem.
Gangguan terbaru ini kembali memunculkan pertanyaan besar: apakah terlalu banyak perusahaan dunia bergantung pada satu penyedia layanan cloud?
Redaksi Energi Juang News



