Energi Juang News, Jakarta– Pemerintah China akhirnya menanggapi isu soal kesulitan keuangan PT KAI buntut proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) yang disebut pernah “busuk” oleh Menteri Luhut Binsar Pandjaitan.
Melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, Beijing menegaskan bahwa pembangunan Whoosh dilakukan melalui koordinasi erat dan perhitungan keuangan yang komprehensif antara kedua negara.
“Ketika menilai proyek kereta cepat, tidak hanya angka keuangan dan indikator ekonomi yang dipertimbangkan, tetapi juga manfaat publik dan imbal hasil komprehensif,” kata Guo, Senin (20/10), dikutip dari situs resmi pemerintah China.Ia menambahkan bahwa otoritas dan perusahaan dari Indonesia dan China telah menjalin kerja sama erat untuk memastikan operasi Whoosh berjalan aman dan stabil.
Guo menegaskan China siap terus bekerja sama dengan Indonesia untuk mendukung pengoperasian kereta cepat berkualitas tinggi, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial nasional.
Pernyataan ini muncul setelah polemik terkait utang proyek Whoosh yang nilainya mencapai US$7,2 miliar atau sekitar Rp116,5 triliun (kurs Rp16.186 per dolar AS).Proyek strategis ini sebelumnya dikritik karena dianggap membebani keuangan PT KAI, meskipun telah resmi beroperasi sejak 2023.China menilai Whoosh sebagai simbol penting kemitraan strategis Indonesia–China, terutama dalam pembangunan infrastruktur dan konektivitas kawasan Asia Tenggara.
Redaksi Energi Juang News



