Selasa, Juni 2, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaMisteri Jeritan Malam di Jembatan Merah

Misteri Jeritan Malam di Jembatan Merah

Energi Juang News, Surabaya–Jembatan Merah Surabaya telah lama menjadi ikon kota pahlawan, menjadi saksi bisu sejarah panjang bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan. Berdiri kokoh sejak masa kolonial, jembatan ini menjadi titik penting pertempuran dahsyat 10 November 1945, ketika rakyat Surabaya mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan. Namun di balik nilai sejarahnya yang mulia, tersimpan cerita yang tak kalah mencengangkan—kisah-kisah misterius yang belum pernah benar-benar terungkap hingga kini. Saat malam turun dan lalu lintas mulai sepi, suasana di sekitar Jembatan Merah berubah drastis, menjadi dingin dan mencekam.

Misteri jeritan malam di Jembatan Merah telah lama menjadi pembicaraan hangat warga setempat. Konon, suara minta tolong sering terdengar dari bawah jembatan atau dari arah sungai yang mengalir tenang di bawahnya. Suara itu lirih, tetapi memilukan, seperti seseorang yang sedang dalam bahaya dan tak kunjung mendapat pertolongan. Menurut beberapa saksi mata, suara tersebut terkadang disertai penampakan sosok lelaki berseragam militer zaman dulu, wajahnya penuh luka, tubuhnya berlumuran darah, dan satu lengannya hilang. Sosok itu hanya berdiri diam di tepi jembatan, menatap orang-orang yang lewat dengan mata kosong.

Pengalaman menegangkan itu pernah dialami langsung oleh Mas Roni, seorang tukang parkir malam yang biasa menjaga area pertokoan dekat jembatan. Suatu malam, ia mendengar suara seperti orang merintih kesakitan. “Awalnya saya kira ada orang kecelakaan, saya samperin sambil bawa senter,” katanya saat ditemui. “Tapi begitu sampai dekat, saya lihat ada laki-laki berdarah-darah nunduk di bawah tiang jembatan. Badannya goyah seperti mau roboh, tapi tiba-tiba hilang begitu saja. Saya langsung lari pulang tanpa mikir motor saya ketinggalan.” Sejak malam itu, Mas Roni memilih berhenti kerja dan tidak pernah lagi mendekati Jembatan Merah setelah pukul sepuluh malam.

Baca juga :  Sosok Pemburu Tumbal

Selain sosok laki-laki dengan seragam compang-camping, warga juga mengaku pernah melihat penampakan arwah wanita yang duduk di pinggir jembatan sambil menangis. Perempuan itu berpakaian seperti suster zaman Belanda, wajahnya pucat, dan rambutnya panjang acak-acakan. Tangisnya terdengar sesekali, seperti menyesali sesuatu yang belum selesai. Bu Narti, pemilik warung kopi di seberang jembatan, mengatakan, “Saya pernah dengar suara perempuan menangis pas lagi nutup warung. Saya kira anak kecil nangis karena nyasar. Tapi waktu saya dekati, ternyata dia duduk sendiri di pojok jembatan. Pas saya tanya, dia malah hilang.” Bu Narti sampai sekarang masih menyimpan sajian kopi dan bunga setiap malam Jumat untuk “penunggu” jembatan itu.

Bau anyir darah yang menyengat juga menjadi misteri tersendiri. Banyak pengendara motor yang mengeluhkan mencium bau besi atau darah segar saat melewati jembatan di tengah malam. Tidak ada bangkai atau sampah, namun aroma itu selalu muncul tiba-tiba. Seorang ojek online bernama Dwi pernah mengantar penumpang melewati rute itu sekitar jam tiga dini hari. “Penumpangnya perempuan, tapi pas sampai tujuan, saya nengok ke belakang, nggak ada siapa-siapa. Helm boncengan juga masih bersih, kayak nggak dipakai orang. Tapi bau amisnya nempel sampai saya pulang,” ujarnya dengan wajah yang masih terlihat takut.

Meski banyak kreator konten yang mencoba melakukan uji nyali di lokasi ini, tidak ada satupun dari mereka yang berhasil menangkap bukti nyata tentang penampakan tersebut. Bahkan, beberapa video yang direkam sering kali rusak atau tak bisa diputar kembali. Salah satu tim pemburu hantu lokal pernah mencoba live streaming dari lokasi Jembatan Merah, tetapi koneksi mereka tiba-tiba hilang meski sinyal di sekitarnya normal. Saat ditonton ulang, videonya hanya menampilkan layar hitam dan suara bisikan samar yang tidak bisa dikenali.

Baca juga :  Misteri Sisi Gelap Rumah Sakit Mardi Waluyo yang Tak Terungkap

Misteri jeritan malam di Jembatan Merah ini dipercaya oleh sebagian warga sebagai bentuk kegelisahan para arwah pejuang yang gugur dalam kondisi mengenaskan. Tubuh mereka yang tidak utuh, hilang di sungai atau terkubur tanpa identitas, membuat roh mereka tidak tenang dan terus mencari bagian tubuh atau orang yang bisa mendoakannya. “Mereka berjuang demi negara, tapi dilupakan begitu saja. Mungkin itu sebabnya mereka masih di sini,” ujar Pak Soleh, juru kunci makam tua di dekat kawasan tersebut. Ia juga menyebut bahwa tidak semua arwah ingin menakut-nakuti, sebagian hanya ingin dikenang.

Walaupun ada juga warga yang bersikap skeptis terhadap semua cerita ini, sebagian besar tetap menghormati keberadaan mereka yang dianggap “tak kasat mata”. Setiap malam Jumat, beberapa warga sekitar rutin menyalakan dupa dan menaruh bunga di sisi jembatan sebagai bentuk penghormatan. Mereka percaya bahwa dengan memberikan penghargaan pada arwah yang masih menetap, maka daerah tersebut akan lebih tenteram. Namun tetap saja, jeritan malam itu belum pernah berhenti, seolah menjadi pengingat bahwa luka masa lalu belum benar-benar sembuh.

Misteri Jeritan Malam di Jembatan Merah tidak sekadar cerita horor musiman yang viral sesaat. Ia adalah bagian dari memori kolektif masyarakat Surabaya yang menyatu dengan sejarah berdarah perjuangan. Kisah-kisah yang beredar bukanlah dongeng semata, melainkan cermin bahwa kemerdekaan datang dengan harga yang sangat mahal. Jembatan ini bukan hanya penghubung dua sisi kota, tapi juga penghubung antara masa lalu yang masih enggan dilupakan dan masa kini yang kadang terlalu cepat melupakan.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments