Sabtu, Maret 14, 2026
spot_img
BerandaInternasionalSenator AS Rick Scott: “Masa Kekuasaan Maduro Sudah di Ujung Tanduk!”

Senator AS Rick Scott: “Masa Kekuasaan Maduro Sudah di Ujung Tanduk!”

Energi Juang News, Washington D.C.– Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela kembali meningkat setelah Senator Partai Republik Rick Scott mengeluarkan peringatan keras untuk Presiden Nicolas Maduro. Ia menyebut, masa kekuasaan Maduro “tidak akan lama lagi” dan menyarankan agar sang presiden segera meninggalkan Venezuela.“Jika saya jadi Maduro, saya akan pergi ke Rusia atau China sekarang juga,” kata Rick Scott dalam wawancara eksklusif dengan CBS News, Minggu (26/10/2025) waktu setempat, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Scott, senator dari negara bagian Florida, menegaskan bahwa “hari-hari Maduro telah dihitung” dan sesuatu akan segera terjadi, baik dari dalam negeri maupun dari tekanan eksternal.“Cepat atau lambat, perubahan akan datang ke Venezuela,” ujarnya menambahkan.Ketika ditanya apakah Amerika Serikat akan melakukan invasi militer, Scott mengaku tidak yakin hal itu akan terjadi.

Baca juga : Tangkal Invasi AS, Negara NATO Kirim Pasukan ke Greenland

Namun ia tidak menutup kemungkinan adanya langkah agresif jika situasi semakin memburuk.“Saya akan terkejut jika kita sampai menginvasi, tapi dalam politik internasional, apa pun bisa terjadi,” katanya.

Manuver Militer AS di Karibia dan Respons Venezuela

Pernyataan Scott muncul di tengah meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan Karibia. Kapal perang AS, USS Gravely, baru saja berlabuh di Port of Spain, ibu kota Trinidad dan Tobago hanya beberapa ratus kilometer dari perairan Venezuela untuk melaksanakan latihan militer gabungan.

Latihan ini disebut sebagai bagian dari kampanye antinarkoba global yang digencarkan Presiden Donald Trump, dengan fokus pada jaringan penyelundupan narkoba di Amerika Latin yang disebut-sebut memiliki kaitan dengan pemerintahan Maduro.

Menurut laporan militer AS, dalam beberapa bulan terakhir, pasukan AS telah menenggelamkan sedikitnya 10 kapal penyelundup dan menewaskan lebih dari 40 orang dalam operasi di Karibia. Trump bahkan mengisyaratkan kemungkinan serangan darat terhadap kartel narkoba Venezuela, serta memberi lampu hijau kepada CIA untuk memperluas operasi intelijen di wilayah tersebut.

Venezuela merespons keras pergerakan militer AS itu. Presiden Maduro menuding Washington tengah mencoba memicu “perang abadi baru” di Amerika Latin. Sebagai langkah antisipasi, Caracas telah mengerahkan 5.000 rudal antipesawat buatan Rusia di seluruh wilayahnya guna memperkuat pertahanan udara.

Namun hingga kini, Maduro belum menanggapi secara langsung pernyataan Senator Rick Scott yang menegaskan:“Waktu bagi Maduro semakin sedikit. Dunia sedang menyaksikan, dan rakyat Venezuela menginginkan kebebasan.”

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments