Minggu, Maret 15, 2026
spot_img
BerandaInternasionalPrabowo di KTT ASEAN Plus Three: “Persaingan Harus Jadi Mesin Kemajuan, Bukan...

Prabowo di KTT ASEAN Plus Three: “Persaingan Harus Jadi Mesin Kemajuan, Bukan Sumber Perpecahan”


Energi Juang News, Kuala Lumpur– Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga semangat kerja sama dan persaingan yang sehat di tengah gejolak global. Hal itu ia sampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-28 ASEAN Plus Three (APT) yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, Senin (27/10/2025).

Dalam intervensinya, Prabowo menyoroti situasi dunia yang tengah dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, gangguan perdagangan global, hingga ketegangan geopolitik yang memengaruhi stabilitas ekonomi kawasan.
“Bagi Indonesia, hal-hal ini bukanlah risiko abstrak. Ini tekanan nyata bagi petani kita, generasi muda kita, dan peran penting yang kita mainkan dalam rantai pasok global,” ujar Prabowo dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden.

Prabowo menegaskan, ASEAN kini memasuki babak baru kerja sama ekonomi regional, yang menuntut penguatan integrasi, diversifikasi perdagangan, serta pembentukan jaring pengaman keuangan kawasan. Ia menekankan agar seluruh negara anggota ASEAN Plus Three (Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan) memperdalam kerja sama strategis untuk menghadapi guncangan eksternal.

“Untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, pendalaman kerja sama trilateral ini, baik melalui pertemuan puncak maupun forum tingkat menteri, menjadi sangat penting,” kata Prabowo.

Secara konkret, Presiden mendorong penguatan ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR) sebagai upaya menjamin ketahanan pangan di tengah ancaman krisis global. Ia juga menyerukan peningkatan pertukaran informasi darurat antarnegara untuk memperkuat koordinasi dalam situasi bencana dan disrupsi pasokan pangan.

Selain itu, Prabowo menegaskan pentingnya implementasi penuh dari APT Cooperation Work Plan 2023–2027, serta memperdalam kerja sama di bidang moneter melalui Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) — skema kerja sama keuangan kawasan yang menjadi pelindung dari tekanan eksternal.

“Indonesia mendukung penuh pengesahan ASEAN Plus Three Leaders’ Statement on Strengthening Regional Economic and Financial Cooperation. Aspirasi ini harus menjadi panduan kita dalam membangun masa depan ekonomi Asia Timur yang tangguh,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Prabowo mengingatkan bahwa di tengah meningkatnya rivalitas global, semangat kompetisi tidak boleh berubah menjadi sumber konflik.
“Persaingan adalah sesuatu yang tak terelakkan. Ia adalah mesin kemajuan. Tapi agar menjadi pendorong peradaban, persaingan harus tetap bersifat konstruktif,” kata Prabowo.

KTT ASEAN Plus Three kali ini juga membahas isu ketahanan pangan, stabilitas finansial, dan penguatan rantai pasok regional di tengah ketegangan perdagangan global.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments