Energi Juang News, Banjarnegara- Bencana tanah longsor kembali mengguncang Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. Tim penyelamat menemukan jenazah ketiga pada Rabu siang, menambah daftar korban meninggal. Namun, nasib 25 orang lainnya masih gelap hingga hari ini. Proses evakuasi berlangsung tegang dan penuh keterbatasan, melibatkan ratusan personel gabungan yang kerja keras di bawah ancaman cuaca buruk.
Posko darurat di Pandanarum mencatat lebih dari 900 warga harus meninggalkan rumah mereka. Mereka tersebar di berbagai lokasi pengungsian, termasuk gedung olahraga dan rumah kerabat, demi mencari keamanan setelah musibah meluluhlantakkan desa. Laporan juga menunjukkan lebih dari 180 rumah rusak, sebagian besar mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Tidak hanya hunian yang terdampak, infrastruktur desa seperti jalan, irigasi, jaringan listrik, dan tempat ibadah juga ikut rusak berat. Beberapa hewan ternak hilang, memperparah kerugian warga. Tim SAR terus menggunakan alat berat dan metode manual, berkejaran dengan waktu demi mencari korban yang hilang.
Pemerintah daerah melalui BNPB menyiapkan berbagai bantuan untuk para penyintas, mulai dari kebutuhan bayi hingga logistik pengungsi. “Bantuan segera disalurkan demi meringankan beban masyarakat,” ujar pihak BNPB. Meski demikian, pencarian korban terus menjadi prioritas utama hingga semua yang hilang ditemukan.
Bencana ini jadi pengingat pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan di area rawan bencana. Masyarakat didorong tetap waspada dan mengikuti arahan resmi demi keselamatan bersama.
Redaksi Energi Juang News



