Energi Juang News, Beijing – China kini mengambil langkah tegas dengan memberhentikan impor produk laut dari Jepang di tengah memanasnya ketegangan diplomatik kedua negara. Keputusan ini dipicu pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang menyebut kemungkinan intervensi militer terkait Taiwan, yang menimbulkan reaksi keras dari Beijing.
China telah memanggil duta besar Jepang, mengimbau warganya agar tidak bepergian ke Jepang, dan meminta kehati-hatian bagi mahasiswa China di Jepang. Langkah ini juga diikuti dengan penundaan perilisan beberapa film Jepang di China.
Keputusan penghentian impor seafood ini juga berkaitan dengan kekhawatiran China terhadap pembuangan air limbah dari PLTN Fukushima yang dianggap berisiko, meskipun badan internasional menyatakan kadar unsur radioaktif sudah aman.
China menuduh Jepang merusak lingkungan laut Pasifik dengan pembuangan ini dan menanggapi dengan larangan impor makanan laut Jepang sejak 2023, yang berdampak signifikan pada nilai ekspor Jepang.
Hubungan dagang dan politik kedua negara semakin tegang dengan adanya rivalitas teritorial dan peningkatan belanja militer masing-masing. Jepang juga mengimbau warganya di China untuk waspada di tengah suasana yang memanas.
Pihak China menegaskan akan melindungi keselamatan warga asing dan menyampaikan protes keras atas pernyataan Takaichi yang dianggap melanggar norma internasional dan merusak fondasi hubungan bilateral.
Redaksi Energi Juang News



